Beriman Kepada al-Qur’an al-Karim 

the-holy-quran1

Sorang Muslim beriman bahwa Kitab Suci al-Qur’an adalah Kitab Suci dari Allah SWT yang telah Dia turunkan kepada manusia terbaik, rasul pilihanNya, nabi yang paling mulia, yaitu nabi kita, Nabi Muhammad SAW sebagaimana Allah telah menurunkan Kitab-Kitab SuciNya kepada rasul-rasul sebelumnya. Dan beriman bahwasanya dengan hukum-hukum yang ada di dalam al-Qur`an Allah menghapus seluruh hukum-hukum yang ada di dalam kitab-kitab suci samawi sebelumnya, sebagaimana pula Allah telah menutup seluruh kerasulan dengan kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Seorang Muslim juga beriman bahwa al-Qur`an adalah Kitab Suci yang mencakup seluruh ajaran-ajaran Ilahi, di mana Allah yang menurunkannya telah memberikan jaminan kebahagiaan dunia akhirat bagi siapa saja yang beriman dan mengamalkannya, dan memberikan ancaman kepada siapa saja yang berpaling darinya dan tidak mengamalkannya dengan ancaman kesengsaraan di dunia dan akhirat. [Demikian Allah menegaskan, “Barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya dia tidak akan sesat.” (Thaha: 123)] Dan beriman bahwa al-Qur`an adalah Kitab Suci satu-satunya yang telah dijamin oleh Allah bebas dari kekurangan dan tambahan, selamat dari perubahan dan telah dijamin keabadiannya hingga kelak diangkat pada akhir kehidupan ini. lman yang demikian itu didasari dalil-dalil naqli dan ‘aqli berikut ini:

Dalil-dalil Naqli

  1. Berita dari Allah mengenai hal itu dalam FirmanNya,

“Mahasuci Allah yang telah menurunkan al-Furqan (al-Qur’an) kepada hambaNya, agar ia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam.” (Al-Furqan: 1).

“Kami menceritakan kepadarnu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur’an ini kepadamu, dan sesunggahnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (Yusuf: 3).

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.” (An-Nisa`: 105).

“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi al-Kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang rerang benderang dengan seizinNya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.“ (Al-Ma`idah: 15-16).

“Barangsiapa yang mengikuti petunjukKu, niscaya ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya haginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 123-124).

“Sesunggnhnya al-Qur`an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (al-Qur`an) kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari (Rabb) Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fushshilat: 41-42).

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr: 9).

  1. Berita dari Rasulullah SAW sebagai penerima Wahyu, sebagaimana pada sabda-sabdanya berikut ini:

“Ketahuilah, sesungguhnya aku dikaruniai Kitab al-Qur`an dan yang serupa dengannya bersamanya.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, nu. 4604; at-Tirmidzi, Ibnu Majah. Hadits hasan]

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan orang yang mengajarkannya.” [Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Hadits hasan; al-Bukhari, no. 5027]

“Tidak ada hasad (iri yang dibenarkan) kecuali dalam dua perkara, yaitu terhadap seseorang yang dikaraniai al-Qur`an lalu ia membacanya di waktu malam dan di sian hari; dan terhadap seseorang yang dikaruniai harta kekayaan, lalu ia menginfakkannya di waktu malam dan di sian hari.“ [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 815]

“Tiada seorang nabi pun melainkan telah (diberi) ayat-ayat (mukjizat) yang semisal dengan mukjizat nabi sebelumnya yang dengannya manusia akan beriman. Dan sesungguhnya yang dikaruniakan kepadaku itu berupa wahyu yang diwahyukan oleh Allah kepadaku. Maka aku berharap menjadi nabi yang terbanyak pengikutnya pada Hari Kiamat kelak.” [Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan redaksi yang berbeda. (Lihat al-Bukhari, no, 4981)]

“Kalau sekiranya Nabi Musa atau Nabi Isa masih hidup, niscaya tidak ada pilihan lain baginya kecuali mengikuti aku.”

  1. Berimannya milyaran manusia dari kaum Muslimin bahwasanya al-Qur`an itu adalah Kitab Suci dari Allah dan merupakan wahyu yang telah Dia wahyukan kepada RasulNya, dan i’tiqad mereka yang sangat kokoh dalam hal itu yang disertai dengan selalu membacanya, menghafalnya dan mengamalkan ajaran dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.

Dalil-dalil ‘Aqli

  1. Al-Qur’an mencakup berbagai ilmu pengetahuan yang akan disebutkan di bawah ini, padahal nabi yang menerima al-Qur’an itu adalah seorang yang buta huruf, tidak dapat membaca ataupun menulis sama sekali, dan beliau belum pernah berjumpa dengan seorang ahli baca tulis atau memasuki suatu sekolahan. llmu-ilmu yang dicakupnya meliputi:

a). llmu alam

b). llmu sejarah

c). llmu perundang-undangan dan hukum

d). llmu peperangan dan politik

Cakupan al-Qu’an al-Karim terhadap berbagai llmu itu merupakan bukti yang kuat bahwa al-Qur`an adalah Firman Allah SWT dan wahyu dariNya, Sebab, akal menolak kalau ilmu-ilmu sepertl itu bersumber dari seorang buta huruf yang tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis sama sekali.

  1. Allah Yang menurunkan al-Qur`an menantang segenap manusia dan jin untuk mendatangkan hal yang serupa dengan al-Qur`an dengan FirmanNya,

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa al-Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain’.” (Al-lsra`: 88).

Dan Allah SWT juga telah menantang para pujangga dan sastrawan Arab untuk mernbuat sepuluh surat saja yang serupa dengan Surat-surat al-Qur`an, bahkan dengan satu surat saja, namun mereka tidak berdaya dan tidak mampu melakukannya.

Semua itu adalah bukti dan dalil yang sangat kuat yang menunjukkan bahwasanya al-Qur`an adalah Firman Allah SWT bukan ucapan manusia sedikit pun jua.

  1. Al-Qur`an meliputi berbagai berita ghaib (masalah-masalah yang telah terjadi ataupun yang akan terjadi. Pent.), yang sebagian dari berita itu terjadi sebagaimana diberitakannya secara utuh, tidak lebih ataupun kurang. 36
  2. Kalaulah Allah SWT telah menurunkan Kitab-kitab Suci lain kepada selain Nabi Muhammad SAW seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa AS dan lnjil kepada Nabi Isa AS maka tidak dapat diingkari kalau al-Qur`an itu juga diturunkan oleh Allah SWT sebagaimana kitab-kitab sebelumnya. Apakah akal akan memustahilkan atau menolak akan turunnya al-Qur`an? Tentu tidak! Bahkan akal dapat memastikan turunnya al-Qur`an.
  3. Berbagai pemberitaan yang diberitakannya telah diteliti dan dipelajari dan hasilnya pun benar-benar sesuai dengan apa yang telah ia beritakan, bahkan berbagai berita yang disampaikanNya pun telah diteliti dan dipelajari, dan hasilnya sama dengan apa yang diceritakan. Seperti berita tentang Romawi yang akan mengalahkan Persia hanya dalam beberapa tahun, yang sebelumnya ia dikalahkan oleh Persia, Namun hal itu tidak berselang lama, beberapa tahun kemudian bangsa Romawi pun dapat menaklukkannya, sebagaimaua FirmanNya,

“Alif Lam Mim, telah dikalahkan bangsa Ramawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.” (Ar-Rum 1-3).

Hukum-hukum, ajaran-ajaran dan perundang-undangannya telah diujicobakan, sehingga mewujudkan segala sesuatu yang diinginkan berupa keamanan, keperkasaan dan kemuliaan (suatu negara) serta menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan, sebagaimana telah dicatat oleh sejarah para Khulafa` Rasyidin. [Sebagai contoh nyata adalah apa yang terjadi pada Kerajaan Arab Saudi, di mana sebelumnya tidak ada keamanan di tanah Hijaz, kekacauan merebak di mana-mana, perampasan dan perampokan menyebar di mana-mana sehingga orang yang pergi haji tidak merasakan keamanan atas diri dan harta kekayaannya. Namun ketika dimaklumkan berdirinya sebuah negara yang berdasarkan al-Qur’an, maka ketentraman dan keamanan pun meliputi negeri ini dan tidak pemah ada negara seperti itu semenjak berakhirnya Daulah Khulafa’ Rasyidin]

Lalu dalil apa lagi yang akan dihadirkan setelah dalil-dalil di atas yang membuktikan bahwasanya al-Qur`an itu adalah wahyu Allah SWT yang telah Dia turunkan kepada manusia pilihanNya, yaitu Rasul pamungkas?

Referensi : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri, Minhajul Muslim, Darul Haq, Jakarta, 2016

Baca juga : 

Hello. Add your message here.