SPACE AVAILABLE

Beriman Kepada Hari Kemudian

universe22

Seorang Muslim beriman bahwasanya kehidupan dunia ini mempunyai saat-saat di mana ia akan berakhir dan mempunyai hari terakhir yang tiada hari sesudahnya, lalu datang kemudian kehidupan berikutnya untuk kehidupan akhirat. Pada saat itu Allah SWT membangkitkan kembali segenap makhluk dan menghimpun mereka semua untuk diadakan perhitungan (hisab) di mana orang-orang yang shalih diberi balasan kenikmatan abadi di dalam surga, sedangkan orang-orang yang durhaka (penuh dosa) diganjar dengan azab dan siksaan menghinakan di dalam neraka.

Ia juga beriman bahwasanya Hari Akhirat ini didahului oleh tanda-tanda Kiamat, seperti munculnya Dajjal, Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Nabi Isa dari langit, keluarnya binatang melata (yang dapat berbicara), terbitnya matahari dari tempat terbenamnya (sebelah barat) dan tanda-tanda lainnya. Kemudian sangkakala (terornpet raksasa) ditiup satu kali untuk kematian dan kebinasaan, lalu tiupan berikutnya untuk kebangkitan dan hidup kembali serta menghadap kepada Rabbul ‘Izati Allah SWT. Kemudian penyerahan kitab-kitab catatan amal masing-masing. Maka ada yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanannya dan ada pula yang mengarnbilnya dengan tangan kirinya.

Setelah itu disediakanlah mizan (timbangan amal) dan perhitungan amal (hisab) pun dilaksanakan, lalu jembatan terbentang di atas neraka menuju surga, dipancangkan hingga berakhirnya proses agung tersebut dengan menetapnya semua penghuni surga di surga dan penghuni neraka di dalam neraka. Iman yang demikian itu diyakini karena dalil-dalil naqli dan ‘aqli berikut ini:

DALIL-DALIL NAQLI  

  1. Adanya berita dari Allah SWT tentang hal tersebut, sebagaimana FirmanNya,

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabb-mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (Ar-Rahman: 26-27).

Dan FirmanNya,

“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiya`: 34-35).

Dan FirmanNya,

“Orang-orang yang kafir mengatakan, bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah, ‘Tidak demikian, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’ Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun: 7).

Dan FirmanNya,

“Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan, pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.” (Al-Muthaffifin: 4-6).

Dan FirmanNya,

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura’ (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (Asy-Syura: 7).

Dan FirmanNya,

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini),’ pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang demikiun itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan walaupun sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan walaupun seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 1-8).

Dan FirmanNya,

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Rabbmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabbmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (Al-An’am: 158).

Dan FirmanNya,

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82).

FirmanNya juga,

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang kafir. (Mereka berkata), ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim’.” (Al-Anbiya`: 96-97).

Dan FirmanNya,

“Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya dan mereka berkata, ‘Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa). ‘Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Isra`il. Dan kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya (turunnya) Isa itu pertanda akan datangnya Hari Kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang larus.” (Az-Zukhruf: 57-61).

Dan Allah berfirman,

“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemadian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang benderanglah bumi (padang mansyar) dengan cahaya (keadilan) Rabbnya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan. Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Az-Zumar: 68-70).

Dan FirmanNya mengenai al-Mizan (timbangan):

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada Hari Kiamat, maka tidaklah diragukan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun, pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.“ (Al-Anbiya`: 47).

Dan FirmanNya tentang peniupan terompet raksasa, tentang diserahterimakannya kitab catatan amal, dan balasan surga atau neraka,

“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah Kiamat, dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah. Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arasy Rabbmu di atas (kepala) mereka. Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah). (Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata, ‘Ambillah, bacalah kitabku (ini). Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.’ Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai dalam surga yang tinggi, buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.’ Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu, hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku.’ (Allah berfirman), ‘Peganglah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh paluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar, dan juga tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin’.” (Al-Haqqah: 13-34).

FirmanNya tentang al-Hasyr (penghimpunan di padang mahsyar),

“Demi Rabbmu, sesunggahnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling jahannam dengan berlutut. Kemudian pasti akan Kami tarik dari tiap-tiap golongan siapa di antara mereka yang sangat durhaka kepada Dzat Yang Maha Pemurah. Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahai orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka. Dan tidak ada seorang pun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (Maryam: 68-72).

  1. Berita dari Rasulullah SAW tentang Hari Kiamat, seperti di dalam sabdanya,

“Kiamat tidak akan datang sehingga seseorang melewati kuburan seseorang lalu ia mengatakan, ‘Duhai, sekiranya aku menempati posisinya (menjadi mayat)’.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 10485; al-Bukhari, no. 7115; Muslim, no. 157]

“Sesungguhnya Kiamat itu tidak akan terjadi sehingga muncullah sepuluh tanda-tanda: Amblasnya bumi di belahan timur, Amblasnya bumi di belahan barat dan Amblasnya bumi di Jazirah Arab, kabut, Dajjal, binatang melata, Ya’juj dan Ma’juj, matahari terbit dari tempat ia terbenam, keluar api dari perut bumi kota Adn yang menghalau manusia dan turunnya Isa putra Maryam.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no, 2901]

Dan dalam sabdanya,

“Dajjal akan keluar di tengah-tengah umatku dan ia akan tinggal selama empat puluh, lalu Allah membangkitkan Isa putra Maryam, ia mirip dengan Urwah bin Mas’ud. Maka Isa mencari Dajjal dan kemudian membunuhnya. Setelah itu manusia tinggal selama tujuh tahun tanpa ada permusuhan di antara mereka, kemudian Allah meniupkan angin dingin dari arah negeri Syam, maka tiada seorang pun di muka bumi ini yang di dalam hatinya masih ada kebaikan atau iman melainkan pasti angin itu merenggut nyawanya, hingga sekiranya ada seorang kamu yang bersembanyi di rongga gunung sekalipun, niscaya angin itu masuk dan merenggnt nyawanya, maka yang tersisa adalah manusia-manusia jahat yang tangkas (bagaikan) tangkasnya burung dan binatang buas, mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Lalu setan datang kepada mereka berbentuk manusia seraya berkata, ‘Apakah kalian mau memenuhi ajakanku?’ Mereka menjawab, ‘Apa yang kamu perintahkan kepada kami?’ Lalu setan itu menyuruh mereka menyemhah berhala, padahal harta kekayaan mereka berlimpah ruah, kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala (oleh malaikat Israfil), dan tiada seorang pun yang mendengarnya melainkan menoleh melongokkan lehernya sambil mendengarkan. Dan orang pertama yang mendengarnya adalah seorang lelaki yang sedang membersihkan badan untanya. Rasulullah melanjutkan: Ia pun pingsan tersentak dan manusia pun pingsan tersentak pula. Setelah itu Allah menurunkan hujan seperti hujan gerimis yang dengannya jasad-jasad manusia tumbuh kembali. Lalu terompet (sangkakala) ditiup sekali lagi, maka dengan serta merta manusia bangkit sambil menunggu. Lalu dikatakan, ‘Hai manusia, mari pergi menuju Rabb (Tuhan Pencipta) kalian dan (dikatakan kepada para malaikat), ‘Hentikanlah mereka (di hadapan Tuhan) karena mereka akan ditanya.’ Setelah itu diperintahkan, ‘Keluarkanlah bagian untuk neraka!’ Dikatakan, ‘Dari berapa?‘ Dijawab, ‘Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan.’ Itulah hari yang mana anak-anak menjadi beruban dan itulah hari di mana betis disingkapkan.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2940]

“Hari Kiamat itu tidak akan terjadi kecuali pada manusia-manusia jahat.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2949]

“Jarak waktu antara dua tiupan terompet itu adalah empat puluh, kemudian Allah menurunkan air dari langit, maka seluruh manusia tumbuh sebagaimana tumbuhnya sayuran. Tidak ada sesuatu pun dari jasad manusia melainkan hancur kecuali sepotong tulang, yaitu tulang ekornya, darinyalah semua manusia dicipta ulang pada Hari Kiamat.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2955]

Sabda beliau ketika berkhutbah:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian pasti akan dihimpunkan di Padang Mahsyar di hadapan Rabb kalian dalam keadaan telanjang kaki, telanjang badan dan tidak bersunat. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya orang pertama yang diberi pakaian adalah Ibrahim AS. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya nanti akan didatangkan beberapa orang dari umatku, lalu mereka diseret ke kiri, maka pada saat itu aku herkata, ‘Ya Rabb, itu adalah para sahabatku.’ Maka Allah menjawab, ‘Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu’.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2860]

“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada Hari Kiamat nanti sebelum ditanya tentang empat perkara: Tentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, apa saja yang ia lakukan dengannya, tentang hartanya, dari mana ia mendapatkannya dan digunakan untuk apa saja, dan tentang jasadnya, untuk apa ia manfaatkan.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2417; dan juga ada di dalam riwayat Muslim]

“Telagaku seluas perjalanan satu bulan, airnya lebih putih daripada air susu, aromanya lebih harum daripada minyak kasturi dan gayungnya bargaikan bintang-bintang di langit. Barangsiapa yang minum dari air telaga itu, maka tidak akan haus selama-lamanya.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6579; Muslim, no. 2292; Ibnu Majah, no. 4303; al-Hakim dan at-Tirmidzi, no. 2445 dengan lafazh berbeda]

Pernah pada suatu ketika Aisyah RA ingat tentang neraka, maka beliau menangis, lalu Rasulullah SAW bertanya,

“Apa yang membuatmu menangis?” Ia menjawub, “Aku ingat tentang neraka, maka dari itu aku menangis. Apakah engkau akan ingat kepada keluargamu pada Hari Kiama tkelak?” Beliau menjawab, “Adapun pada tiga tempat berikut ini, tidak ada seorang pun yang ingat kepada siapa pun, yaitu ketika berada di sekitar Mizan (timbangan amal) sampai ia mengetahui apakah timbangan amalnya ringan atau berat? (kedua), pudu saat buku-buku catatan amal berterbangan sampai ia mengetahui di mana buku catatan amalnya jatuh, apakah pada tangun kanannya atau pada tangan kirinya atau di belakangnya? (ketigu), ketika berada di sekitar jembatan apabila telah dipancangkun di atas Neraka Jahanam hingga ia dapat melewatinya.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 4755 dengan sanad hasan]

“Setiap nabi itu mempunyai satu doa yung telah ia panjatkan untuk umatnya. Dan sesungguhnya aku telah menyimpan doaku sebagai syafaat bagi umatku.” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 200]

“Aku adalah pemuka anak-cucu Adam, (perkataan ini) bukanlah kesombongan, aku orang pertama yang dibangkitkan dari bumi, (perkataan ini) bukanlah kesombongan, aku adalah orang pertama yang memberi syafa’at dan orang pertama yang syafa’atnya dikabulkan, (perkataan ini) bukanlah kesombongan; dan bendera al-Hamd (pujian) ada pada tanganku pada Hari Kiamat kelak; (perkataanku ini) bukanlah kesombongan.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 4308]

“Barangsiapa yang memohon surga tiga kali, maka surga berkata, ‘Ya Allah, masukkanlah ia ke surga,’ dan barangsiapa yang memohon diselamatkan dari neraka tiga kali, maka neraka berkata, ‘Ya Allah, selamatkanlah ia dari neraka’.”

[Diriwayatkan oleh Tirmidzi, no. 2572; Ibnu Majah, no. 4340; an-Nasa`i, no. 5521; Ibnu Hibban, 3/308; dan al-Hakim, 1/717]

  1. lman dan keyakinan yang kokoh jutaan para nabi, para rasul, para hukama’ (orang-orang bijak), para ulama dan para hamba Allah yang shalih kepada Hari Kemudian dan kepada segala apa yang berkaitan dengannya.

DALIL-DALIL ‘AQLI

  1. Kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali makhlukNya sesudah mereka mati, sebab menghidupkan kembali itu tidak lebih sulit daripada menciptakannya pertama kali tanpa ada contohnya.
  2. Tidak ada sesuatu pun yang ditolak oleh akaL sehat tentang kebangkitan kembali dan pembalasan, sebab akal sehat itu tidak akan menolak kecuali dalam hal yang mustahil seperti adanya sesuatu yang berlawanan atau bertemunya dua hal yang bertentangan. Sedangkan kebangkitan (Kiamat) dan pembalasan saMa sekali tidak termasuk dalam hal tersebut.
  3. Adanya hikmah (kebijaksanaan) Allah swt yang taMpak pada perbuatan-perbuatanNya pada makhluk-MakhluKNya dan yang tampak pada setiap aspek dan sendi kehidupan, Dan kenyataan-kenyataan ini tIdak mungkin kalau tidak ada kebangkitan (kehidupan) kembali bagi makhluk ini sesudah kematian mereka dan tidak mungkin kalau kehidupan ini berakhir lalu amal perbuatan baik atau buruk mereka tidak diberi pembalasan.
  4. Adanya kehidupan dunia dengan segala kenikmatan dan kesengsaraan yang ada di dalaMNya adalah sebagai bukti akan adanya kehIdupan lain sesudahnya di alam yang lain pula di mana di Sana terdapat keadilan, kebaikan dan kesempurnaan, kebahagiaan dan kesengsaraan yang lebih besar dan lebih utama daripada yang sebelumnya, di mana kehidupan dunia dengan segala kenikmatan dan kesengsaraannya tidak sebanding dengan kehidupan sesudahnya kecuali sebagai gambaran dari satu istana dari istana-istana yang sangat besar atau suatu kebun dari kebun-kebun yang rindang yang berada di atas satu lembaran daun kecil.

Referensi : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri, Minhajul Muslim, Darul Haq, Jakarta, 2016

Baca juga : 

Hello. Add your message here.