SPACE AVAILABLE

Beriman Kepada Uluhiyah Allah SWT Terhadap Seluruh Makhluk

islamic12

Seorang Muslim beriman kepada uluhiyah Allah SWT terhadap seluruh makhluk, [Uluhiyah artinya keberhakan Allah untuk disembah dan diibadahi. Uluhiyah Allah, artinya hanya Allah yang berhak disembah, diibadahi, diagungkan, dimuliakan dan disucikan. (Pent).] dan bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tiada sembahan yang hak selain Allah. Yang demikian itu berlandaskan dalil naqli dan ‘aqli di bawah ini, dan karena hidayah Allah SWT kepadanya. Sebab, siapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka dialah orang yang mendapat hidayah; dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk.

Dalil-dalil Naqli

  1. Kesaksian Allah sendiri, kesaksian para malaikat dan orang-orang yang berilmu (ulama) atas keulahiyahan Allah SWT sebagaimana ditegaskan di dalam Surat Ali lmran,

“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian ilu). Tak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana” (Ali Imran: 18).

  1. lnformasi dari Allah SWT tentang hal itu yang dimuat pada beberapa ayat al-Qur`an, seperti di dalam FirmanNya,

“Allah, tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Hidup kekal, lagi terus menerus mengurus (makhlukNya); tidak mengantuk dan tidak tidur.” (Al-Baqarah: 255).

“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa, tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” (Al-Baqarah: 163).

Allah berfirman kepada Nabi Musa,

“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Aku, maka sembahlah Aku.“ (Thaha: 14).

FirmanNya kepada Nabi Muhammad SAW,

“Maka ketahuilah, bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah.” (Muhammad: 19).

Dia juga berfirman seraya memberitakan tentang DiriNya,

“Dia-lah Allah, Yang tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dzat Yang Mengetahai yang ghaib dan yang nyata; Dia-lah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah, Yang tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Mahasuci” (Al-Hasyr: 22-23).

  1. Berita dari para rasul tentang keuluhiyahan Allah SWT dan seruan mereka kepada seluruh kaumnya agar beriman kepada uluhiyahNya serta beribadah dan menyembah hanya kepada Allah semata, dengan tidak mempersekutukanNya dengan apa pun. Nabi Nuh AS berkata,

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selaih Dia.” (Al-A‘raf: 59).

Demikian pula ucapan Nabi Hud, Nabi Shalih dan Nabi Syu’aib. Semua mengatakan kepada kaumnya,

“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada tuhan bagimu selain Dia.” (Al-A‘raf: 65, 73, 85).

Nabi Musa berkata kepada Bani Isra`il,

“Patutkah aku mencari tuhah untukmu selain Allah, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu)?” (Al-A’raf: 140)

Nabi Musa mengatakan itu kepada Bani Isra`il tatkala mereka meminta kepadanya agar membuatkan sembahan berupa patung untuk mereka yang akan mereka sembah.

Nabi Yunus di dalam bertasbih mengucapkan,

“Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim.” (Al-Anbiya`: 87).

Nabi kita, Nabi Muhammad SAW di dalam tasyahhud mengucapkan, “Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekuta bagiNya.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari]

Dalil-dalil ‘Aqli

  1. Sesungguhnya rububiyah Allah yang tidak diperdebatkan itu mempunyai konsekuensi yang mengharuskan keuluhiyahanNya. Sebab, Rabb yang dapat menghidupkan dan mematikan, memberi dan menahan pemberian, mendatangkan manfaat dan menurunkan marabahaya, Dia-lah yang berhak disembah dan diibadahi oleh seluruh makhluk, Dia-lah yang wajib disembah oleh mereka, ditaati dan dicintai, diagungkan dan disucikan, diharapkan dan ditakuti.”
  2. Kalau semua makhluk ini berada di bawah rububiyah Allah SWT yang bermakna, bahwa setiap makhluk rnerupakan bagian dari ciptaanNya, Dia yang mernberinya rizki, Dia yang telah mengatur seluruh perihalnya dan Dia pula yang menjalankan semua keadaan dan urusan mereka, maka bagaimana bisa masuk akal kalau mereka mempertuhankan dan menyembah sesuatu di antara makhluk ciptaanNya yang bergantung kepadaNya? Karena itu, apabila sudah dipastikan bahwasanya tidak ada makhluk yang dapat dijadikan tuhan atau sembahan, maka secara pasti dapat ditegaskan bahwa sang pencipta yang telah menciptakan semua makhluk inilah Tuhan Yang Hak dan sembahan yang benar.
  3. Sifat-sifat kesempurnaan yang absolut yang dimiliki Allah, seperti Mahakuat lagi Mahakuasa, Mahatinggi lagi Mahabesar, Maha Mendengar lagi Maha Melihat, Maha Penyantun lagi Maha Penyayang, Mahahalus lagi Maha Mengetahui, semua itu mengharuskan penghambaan dan kepatuhan hati manusia kepadaNya dengan penuh rasa cinta dan pengagungan, dan mengharuskan penghambaan seluruh anggota tubuh kepadaNya dengan penuh rasa taat dan tunduk.

Referensi : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri, Minhajul Muslim, Darul Haq, Jakarta, 2016

Baca juga : 

Hello. Add your message here.