Bekerja Penuh Kesungguhan

buruh-bangunan-eppgroup-eusumber gambar : eppgroup.eu

“Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu” itulah yang Allah perintahkan di dalam surat At Taubah ayat 105, ayat ini merupakan salah satu ayat yang secara eksplisit memerintahkan kita untuk bekerja.

Adapun latar belakang diturunkannya ayat ini adalah ketika ada sebagian umat Islam yang tidak ikut dalam ekspedisi Tabuk pada tahun 630 M dalam upaya mengantisipasi invasi pasukan Romawi ke kota Hijaz (Jeddah, Arab Saudi). Sebagian umat Islam yang tidak ikut dalam ekspedisi tersebut menyesali perbuatan mereka, menyedekahkan harta dan bertaubat. Taubat mereka tersebut sejatinya bukan hanya pengakuan, namun harus dibuktikan dengan perbuatan dan tentunya dapat dilihat oleh Allah, Nabi Muhammad SAW dan umat Islam saat itu. Perintah bekerja (beramal) dalam kisah ini adalah untuk membuktikan penyesalan dan taubat yang telah dinyatakan.

Dalam konteks kita saat ini, ada beberapa poin menarik dari ayat tersebut. Pertama, inilah salah satu perintah Allah agar kita bekerja. Mungkin ada pertanyaan, Bukankah rezeki Allah yang menjamin? memang betul seperti yang Allah nyatakan.

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya” QS. Huud : 6

Namun demikian tidakkah kita belajar dari seekor induk burung yang memiliki beberapa anak di sarangnya, dia berangkat pagi dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam perut yang kenyang serta membawa makanan untuk anak-anaknya. Apabila induk burung tersebut hanya diam di sarangnya dan tidak berusaha untuk mencari makan, dapat dipastikan dia dan anak-anaknya akan mati kelaparan.

Seperti burung tersebut, manusia juga harus berusaha untuk mencari rezeki, karena rezeki tidak datang dengan sendirinya, rezeki tidak turun begitu saja dari langit dan keadaan kita tidak akan menjadi lebih baik kalau kita tidak berusaha untuk mengubahnya, sebagaimana yang Allah nyatakan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sehingga kaum itu mengubah sendiri keadaannya” Ar Radu : 11

Poin yang kedua, “Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu”. Penyesalan dan taubat bukan sekedar pengakuan yang hampa, tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan, kemudian Allah beserta Rasul-Nya serta orang-orang mukmin melihat kesungguhan dari penyesalan dan taubat mereka.

Dalam keseharian kita, ayat ini mengingatkan bahwa pekerjaan yang kita lakukan senantiasa berada dalam pengawasan Allah, pengawasan atasan atasan kita, bahkan pengawasan dari rekan kerja yang duduk di depan, di samping dan di belakang kita.

“Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Namun apabila engkau tidak mampu melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihatmu” Hadits

Jangankan dilihat oleh Allah, bagaimana apabila kita bekerja dan di depan kita ada direktur perusahaan atau ada atasan kita, kira-kira bagaimana kita bekerja? Mungkin sebagian orang merasa biasa-biasa saja, sebagian orang mungkin akan bekerja dengan lebih baik. Dengan perumpamaan tersebut seharusnya kita selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan kita, baik ada atasan ataupun tidak, karena sesungguhnya setiap saat Allah senantiasa mengawasi pekerjaan kita.

Poin ketiga, “Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata”, kalimat ini masih merupakan kelanjutan dari surat At Taubah ayat 105. Ayat ini mengingatkan kita, bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, harta yang kita miliki, jabatan yang kita banggakan, pasangan dan anak-anak yang kita cintai kelak akan kita tinggalkan. Kehidupan dunia ini sangat singkat apabila dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang abadi.

“Sesungguhnya perumpamaan aku dan dunia itu hanyalah seperti orang yang berkendaraan menempuh perjalanan, lalu ia bernaung di bawah pohon pada hari yang panas, lalu ia beristirahat sejenak, kemudian meninggalkan pohon itu” (HR Ahmad, Al Hakim, Abu Ya’la dan Ibn Abi Syaibah)

Poin keempat, “(Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata”, ayat ini juga menegaskan bahwa Allah maha mengetahui, Dia mengetahui pekerjaan yang tampak dan yang apa tersembunyi di dalam hati kita.

Di saat atasan tidak ada pada saat kita bekerja, mungkin sebagian orang akan bekerja lebih santai, karena mengira pekerjaannya tidak ada yang mengawasi, tetapi ingat Allah senantiasa melihat pekerjaan kita, baik ada manusia yang memperhatikan kita ataupun tidak, bahkan Allah mengetahui kesungguhan atau kepura-puraan yang tersembunyi di dalam hati kita.

Poin kelima, “Lalu diberitakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”, ayat ini menjelaskan bahwa baik ataupun buruk pekerjaan kita akan dimintai pertanggungjawabannya, baik di dunia maupun di akhirat kelak di hadapan Allah.

“Barang siapa melakukan kebaikan walau sebesar biji sawi maka dia akan melihatnya, dan barang siapa melakukan keburukan walau sebesar biji sawi maka dia akan melihatnya” QS. Al Zalzalah: 7-8

“Bukankah kita bisa membiayai hidup dengan penghasilan yang kita peroleh dari tempat kita bekerja; Bukankah kita bisa membahagiakan keluarga dan orang-orang yang kita cintai dengan penghasilan yang kita peroleh dari tempat kita bekerja; Mari kita bekerja dengan penuh kesungguhan”

Oleh : Ateng Hidayat

Artikel Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.