Jihad (Berjuang di Jalan Allah)

perang-badar

MATERI PERTAMA: HUKUM JIHAD, MACAM-MACAMNYA DAN HIKMAH YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA

A. Hukum Jihad

Hukum jihad memerangi orang-orang kafir dan memerangi orang-orang yang memerangi (Islam dan kaurn Muslimin) adalah wajib kifayah, yaitu suatu kewajiban yang jika dilaksanakan oleh sebagian orang, maka kewajiban tersebut dianggap gugur dari sebagian yang lainnya, berdasarkan Firman Allah,

“Tidak sepatutnyu bagi orang-orang Mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongun di antara mereku beberapa orang untuk memperdalam pengetuhuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu daput menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122).

Tetapi bagi orang yang telah ditentukan oleh pemimpin, maka hukumnya menjadi wajib ‘ain baginya, berdasarkan sabda Rasulullah,

“jika kamu diseru berjihad, maka pergilah.” (Muttafaq ’alaih; al-Bukhari, no. 1834; Muslim, no. 1353)

Juga ketika musuh menyerang suatu negara, maka penduduknya termasuk kaum wanita wajib mengusir dan memeranginya.

B. Macam-macam Jihad

  1. Jihad memerangi orang-orang kafir serta orang-orang yang menyerang, yang dilakukan dengan tangan, harta, lidah serta hati, berdasarkan sabda Rasulullah,

“Perangilah orang-orang musyrik dengan harta, jiwa dun lidahmu”.

(1256 Diriwayatkan oleh Ahmad, no. 11837; Abu Dawud, no. 8504; dan an-Nasa`i, no. 3096 dengan sanad yang shahih)

  1. Jihad memerangi orang-orang fasik, yang dilakukan dengan tangan, lidah dan hati, berdasarkan sabda Rasulullah,

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merubahnya dengun tangannya, jika tidak mumpu, maka dengan lidahnya, jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (1257 Diriwayatkan oleh Muslim, no. 49)

  1. Jihad memerangi setan, yang dilakukan dengan cara menjauhkan diri dari hal-hal syubhat yang dihembuskannya dan meninggalkan kecenderungan syahwat yang dihiasinya dengan berbagai hiasan yang menggiurkan, berdasarkan Firman Allah,

“Dan janganlah sekali-kali satan yang pandai menipu, memperdayakan kalian tentang Allah.” (Luqman: 33).

Kemudian Firman Allah,

“Sesungguhnya setan adalah musuh bagi kalian, maku anggaplah ia sebagai musuh.” (Fathir: 6).

  1. Jihad rnemerangi hawa nafsu, yang dilakukan dengan cara mengarahkannya kepada kecintaan mempelajari masalah-masalah agama, mengamalkan dan mengerjakannya. Kemudian memalingkan diri dari keinginan hawa nafsunya dan menentang penyimpangannya.

Jihad memerangi hawa nafsu merupakan jihad terbesar di antara jihad-jihad di atas, sehingga disebut jihad akbar. (1258 Dalam sebuah hadits dhaif yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dan al-Khathib di dalam kitabnya at-Tarikh dari Jabir, bahwa ketika Nabi SAW pulang dari suatu peperangan (Badar), beliau bersabda, “Kalian pulang dengan membawa kemenangan, dan kalian pulang dari perang yang kecil menuju perang yang lebih besar” Kemudian beliau bersabda, “(yaitu) seseorang berperang melawan hawa nafsunya.”)

C. Hikmah Jihad

Di antara hikmah yang terkandung di dalam macam-macam jihad tersebut di atas adalah: Beribadah hanya kepada Allah semata yang disertai dengan penolakan terhadap permusuhan dan kejahatan, memelihara jiwa dan harta, membela kebenaran dan menegakkan keadilan, menyebarluaskan kebaikan dan menyerukan keutamaan, berdasarkan Firman Allah,

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al-Anfal: 39).

Referensi : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri, Minhajul Muslim, Darul Haq, Jakarta, 2016

Artikel terkait : 

Baca juga : 

Hello. Add your message here.