SPACE AVAILABLE

Perkembangan Negara dan Pemerintahan Islam pada Masa Ali Bin Abi Thalib

 

Masa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib (35-40 H)

Walaupun Khalifah Ali Bin Abi Thalib dibaiat secara aklamasi dikarenakan beberapa sebab. Namun, beliau tetap bersedia menjadi Khalifah sebagi pengganti Utsman dengan pertimbangan tuntutan dan demi kepentingan serta kemaslahatan umat.

Pada pidato pengukuhannya sebagai khalifah, beliau menganjurkan beberapa hal yang harus dilaksanakan kaum muslimin. Hal-hal tersebut adalah: (1) Umat Islam tetaplah berpegang teguh dan menjadikan Al Qur‘an dan as-Sunah sebagai pedoman hidup. (2) Umat Islam hendaklah taat kepada Allah serta sedia mengabdi pada bangsa dan negara. (3) Saling memelihara kehormatan antar sesama muslim dan umat lain. (4) Merasa terpanggil untuk berbuat kebajikan bagi kepentingan umum. (5) Senantiasa taat dan patuh kepada pemerintah.

Walaupun pemerintahan Ali mendapatkan pro dan kontra yang disebabkan kebijakan yang ia tetapkan, beliau berhasil membersihkan pejabat yang korup, menertibkan administrasi negara, menyusun dan menyelamatkan dokumen-dokumen khalifah, membentuk kantor hujib (bendahara), kantor sahib-ash-shurtah (pasukan pengawal), dan mengorganisir kepolisian dan menetapkan tugasnya.

Khalifah Ali juga berhasil menumpas pemberontakan yang merongrong Negara dan dapat menganancam keutuhan umat islam, Beliau berlaku jujur, dan amanah dengan selalu menanamkan prinsip, “Uang rakyat harus dikembalikan kepada rakyat”serta mengembangkan sikap keadilan.

Referensi : Hamsah Hasan, dkk, Buku Panduan Lengkap Agama Islam, Qultum Media, Jakarta, 2010

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Hello. Add your message here.