Ramadhan Bulan Istijabah

tasbih-indah

Banyak nama yang disematkan kepada bulan Ramadhan. Salah satunya adalah bulan diterimanya doa (syahrul istijabah) karena pada bulan inilah Allah SWT berkenan menerima doa-doa hamba-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya umatku tahu keutamaan bulan Ramadhan, pasti mereka berharap satu tahun menjadi bulan Ramadhan, karena pada bulan tersebut berbagai kebaikan berkumpul, berbagai amalan baik (that) diterima (maqbul), dosa-dosa diampuni, doa-doa dikabulkan (istijabah), dan surga rindu kepada mereka yang berpuasa.”

Hadis tersebut menjelaskan kepada kita tentang keistimewaan bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah dikabulkannya doa-doa oleh Allah SWT. Allah SWT berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran. (QS al-Baqarah [2]: 186).

Ayat 186 tersebut merupakan rangkaian dari surah al-Baqarah ayat 183 yang berisi tentang perintah puasa. Syekh Ahmad Mustofa al- Maraghi dalam karya monumentalnya Tafsir al-Maraghi Juz IIhalaman 250 menjelaskan, ayat tersebut turun saat Perang Khaibar.

Pada saat tersebut, Rasulullah SAW mendengar para sahabat berdoa dengan suara keras (lantang), kemudian Nabi mengingatkan, “Duduk bersilalah kalian, kalian berdoa kepada Zat yang Maha Mendengar lagi dan dekat, Dia bersama dengan kalian.” Oleh karena itu, cukup dengan suara lembut dan wajar sebagaimana ketentuan syariat Islam.

Allah SWT sangat dekat dengan hamba-Nya, terutama pada Rama dhan serta berkenan mengabulkan doa- doanya, yang penting mereka menjalankan perintah-Nya, seperti beriman kepada-Nya, melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan ibadah-iba dah lain yang Allah perintahkan untuk kita.

Berdoa penting bagi setiap mukmin. Rasulullah SAW menyatakan, “Doa itu senjatanya orang yang beriman (addu’a silahul mukmin).”Dengan berdoa, kita menyadari akan kelemahan diri kita, sebaliknya menyadari akan kekuasaan Allah, sehingga kalau berhasil tidak sombong karena di balik keber hasilan ada kekuatan dan kehendak (qudrat dan iradat) Allah SWT.

Sebaliknya, kalau gagal tidak kece wa sebab itu juga atas kehendak- Nya dan boleh jadi itu yang terbaik untuk kita (QS al-Baqarah [2]: 216; QS Annisa [4]: 19).

Kita harus sadar bahwa tugas manusia adalah berusaha semaksimal mungkin, Allah yang menentukan (annasu bi-attadbir wallahu bi-attaqdir). Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan ini kita banyak bermunajat, memohon kepada Allah SWT untuk kebaikan kita dan keluarga kita, kebaikan agama kita, serta kebaikan bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai. Aamin.

OLEH : DR RAHMAT HIDAYAT (REPUBLIKA)

Artikel Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.