6 Cara Media Sosial Ganggu Kesehatan Mental

20170515073601-shutterstock-519587608

Media sosial nampaknya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat masa kini. Namun ketergantungan yang tinggi akan media sosial terkadang memberi dampak negatif bagi kesehatan mental para penggunanya.

Saat digunakan secara bijak, media sosial memang dapat memberikan beragam keuntungan bagi penggunanya. Namun terlalu sering menggunakan media sosial dalam jangka panjang dapat membuat pengguna merasa tak bahagia dan terisolasi.

Sayangnya, dampak negatif penggunaan sosial media berlebih terhadap kesehatan mental ini jarang disadari oleh pengguna yang bersangkutan. Independent mengungkapkan setidaknya ada enam dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari penggunaan sosail media berlebih terhadap kesehatan mental.

Berikut ini adalah keenam dampak tersebut.

Dampak Pada Kepercayaan Diri

Saat menghabiskan banyak waktu di sosial media, seseorang biasanya akan memperhatikan beragam unggahan foto hingga kabar terbaru dari teman-teman yang mereka ikuti. Melihat unggahan foto-foto yang indah tentang kehidupan pribadi orang lain di sosial media terkadang akan memunculkan rasa keraguan pada diri sendiri.

Studi yang dilakukan oleh University of Copenhagen menunjukkan bahwa ada banyak pengguna media sosial Facebookyang menderita “Kecemburuan Facebook”. Sebaliknya, sebagian besar orang yang tidak menggunakan Facebook mengaku merasa lebih puas terhadap hidupnya.

Ketika seseorang memperoleh rasa kelayakan dengan cara membandingkan apa yang mereka dan orang lain lakukan, variabel untuk menciptakan kebahagiaan akan menjadi di luar kontrol.

Karena itu, kan lebih baik jika pengguna media sosial lebih membatasi waktu mereka untuk melihat feed atau unggahan orang lain. Dengan memberi batasan, pengguna sosial media akan menjadi lebih fokus pada diri sendiri sehingga rasa percaya diri pun lebih meningkat.

Dampak Terhadap Hubungan Antarmanusia

Sebagai makhluk sosial, manusia butuh berkomunikasi dan menciptakan hubungan personal dengan orang lain. Sayangnya hal ini akan menjadi lebih sulit dilakukan ketika orang-orang lebih fokus pada layar ponsel dan teman-teman di dunia maya mereka.

Hal ini juga dirasakan oleh mantan model Stina Sanders yang memiliki 107 ribu pengikut di Instagram. Meski memiliki banyak pengikut, Sanders mengaku sosial media terkadang jautru membuat ia merasa terasingkan.

“Saya tahu dari pengalaman saya sendiri, saya bisa merasa takut ditinggalkan ketika melihat foto teman saya berada di auatu pesta yang tidak saya datangi, dan ini, akhirnya, dapat membuat saya merasa kesepian dan cemas,” ungkap Sanders.

Studi yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology juga mengungkapkan hal serupa. Dalam jurnal ini disebutkan bahwa penggunaan Facebook secara rutin memiliki dampak negatif terhadap kesejahteraan individu.

Dampak Terhadap Daya Ingat

Media sosial bisa menjadi tempat untuk menyimpan beragam kenangan baik dalam bentuk foto, video hingga tulisan. Unggahan-unggahan dalam sosial media dapat memberi satu pengalaman nostalgia yang cukup baik.

Sayangnya, media sosial juga dapat membuat penggunanya sulit mengingat suatu bagian dalam hidup mereka secara pasti. Alasannya, sebagian pengguna cenderung lebih fokus untuk mendapatkan foto yang sempurna untuk diunggah di media sosial daripada benar-benar menikmati suatu pengalaman dengan kedua mata langsung.

“Menghabiskan waktu terlalu banyak pada ponsel anda akan mengurangi perhatian Anda untuk aspek-aspek lain dalam suatu pengalaman, menurunkan kebahagiaan yang sebenarnya bisa kita dapatkan dari pengalaman tersebut,” ungkap penulis When Likes Aren’t Enough, Dr Tim Bono.

Dampak Terhadap Tidur

Tidur merupakan salah satu hal terpenting bagi kesehatan tubuh. Namun, kebiasaan mengakses media sosial sebelum tidur dapat membuat seseorang menjadi lebih sulit untuk tertidur lelap.

“Kecemasan dan kecemburuan dari apa yang kita lihat di media sosial akan membuat otak kita tetap pada kewaspadaan tinggi, membuat kita sulit untuk tertidur,” ungkap Dr Bono.

Oleb karena itu, ponsel sebaiknya dijauhi setidaknya 40 menit sebelum tidur. Cara sederhana ini dapat akan memberi dampak yang besar bagi perbaikan kualitas tidur.

Dampak Terhadap Konsentrasi

Media sosial mungkin menyediakan beragam informasi yang bisa diakses hanya dengan jentikan jari. Meski terdengan bagus, segala informasi yang tersedia dengan mudah ini akan membuat otak terbiasa dengan sesuatu yang instan. Hal ini dapat mempengaruhi seberapa lama otak mampu berkonsentrasi.

Dampak Terhadap Kesehatan Mental

Selain terbukti dapat menimbulkan ketidakbahagiaan, penggunaan media sosial secara berlebih juga dapat memicu terjadinya masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi. Survei terhadap 1.000 orang Generasi Z pada Maret lalu menunjukkan bahwa banyak dari mereka yang akhirnya memilih untuk meninggalkan media sosial. Alasannya, 41 persen dari mereka menyatakan bahwa media sosial membuat mereka merasa cemas dan depresi.

Hal ini juga diraskaan oleh DJ Ben Jacobs yang memiliki lebih dari 5.000 pengikut di Twitter. Jacobs memutuskan untuk berhenti sementara dari Twitter pada 2016 karena penggunaan media sosial memberinya rasa cemas.

“Setelah berhenti sementara dari Twitter, saya memiliki pikiran yang lebih jernih dan waktu yang lebih banyak untuk didedikasikan pasa hal-hal lain,” jelas Jacobs.

Pengguna media sosial pada dasarnya tidak harus benar-benar meninggalkan media sosial. Namun ketika ketika perasaan negatif mulai muncul akibat penggunaan media sosial, tak ada salahnya sedikit membatasi waktu terlebih dahulu dari media sosial. (Republika)

Kosmetik Terbaik Wanita Indonesia Selengkapnya...
Hello. Add your message here.