islamic-background11

IHYA’UL MAWAT, FADHLUL MA’I, IQTHA’ DAN HIMA

A. Ihya’ul Mawat Pengertian ihya’ul mawat Ihya’ul mawat ialah seorang Muslim menempati tanah yang tidak ada pemiliknya seorang pun dan memakmurkannya dengan menanaminya dengan pohon dan tanaman atau mendirikan sebuah bangunan di atasnya atau menggali sebuah sumur di dalamnya, lalu tanah itu dikhususkan baginya dan menjadi miliknya. Hukum ihya’ul mawat Ihya’ul mawat hukumnya boleh, berdasarkan…

bisnis

BEBERAPA AKAD : SYIRKAH, MUDHARABAH, MUSAQAH, MUZARA’AH, IJARAH, JA’ALAH, HAWALAH, DHAMAN, KAFALAH, RAHN, WAKALAH, SHULH, IHYA’UL MAWAT, FADHLUL MA’I, IQTHA’ DAN HIMA 

MATERI PERTAMA: SYIRKAH (KERJA SAMA USAHA/SERIKAT)   MATERI KEDUA: MUDHARABAH MATERI KETIGA: MUSAQAH DAN MUZARA’AH MATERI KEEMPAT: IJARAH (SEWA MENYEWA) MATERI KELIMA: JA’ALAH (SAYEMBARA) MATERI KEENAM: HAWALAH (PENGALIHAN HUTANG) MATERI KETUJUH : DHAMAN, KAFALAH, RAHN, WAKALAH DAN SHULH MATERI KEDELAPAN: IHYA’UL MAWAT, FADHLUL MA’I, IQTHA’ DAN HIMA Baca juga :  Minhajul Muslim (Konsep Hidup Ideal dalam Islam)  Penerimaan CPNS Daerah Dibuka Secara…

bisnis

Shulh (Berdamai)

Pengertian shulh Shulh adalah akad di antara dua orang yang berselisih atau berperkara untuk menyelesaikan perselisihan di antara keduanya. Misalnya: seseorang menuduh orang lain mengambil suatu hak yang diklaimnya sebagai miliknya, lalu tertuduh mengakui karena ketidaktahuannya terhadap penuduh, kemudian tertuduh mengajak penuduh berdamai dengan tujuan menjauhi atau menghindari suatu permusuhan dan sumpah yang diwajibkan atas…

bisnis

Wakalah (memberi kuasa/mandat)

Pengertian wakalah Wakalah adalah seseorang menguasakan kepada orang lain untuk mewakilinya di dalam suatu urusan yang di dalamnya membolehkan adanya pelimpahan kekuasaan, seperti jual beli, mengajukan perkara (ke pengadilan) dan lain-lain.“ [Tidak diperbolehkan menguasakan transaksi jual beli kepada orang kafir, karena ditakutkan akan melakukan hal-hal yang diharamkan. Juga tidak diperbolehkan menguasakan penerimaan barang dari seorang…

bisnis

Rahn (Jaminan Hutang atau Gadai)

Pengertian rahn Rahn adalah mengesahkan atau menguatkan hutang dengan suatu barang yang memungkinkan hutang terbayar dengannya atau dari hasil penjualannya. Misalnya seseorang berhutang, dan orang yang dihutanginya memintanya supaya menyimpan suatu barang (sebagai jaminan) yang berada di bawah kekuasaannya, baik binatang atau harta atau lainnya sebagai penguat hutangnya. Sehingga kapan saja waktu pembayaran jatuh tempo…

bisnis

Kafalah (penanggungan)

Pengertian kafalah Kafalah adalah keharusan bagi pemegang hak untuk mengelola hartanya sendiri untuk menunaikan suatu hak yang diwajibkan kepada seseorang atau kemestian menghadirkannya ke hadapan hakim (Pengadilan). Hukum kafalah Kafalah hukumnya boleh. Sebagaimana tertera dalam Firman Allah SWT, “Ya’qub berkata, ‘Aku sekali-kali tidak akan melepaskannya (pergi) bersama-sama kamu, sebelum kamu memberikan kepadaku janji yang teguh…

bisnis

DHAMAN, KAFALAH, RAHN, WAKALAH DAN SHULH

A. Dhaman Pengertian dhaman (jaminan) Dhaman adalah menanggung hak atas seseorang yang seharusnya dia wajib menunaikannya. Misalnya: Seseorang memiliki tanggungan hak, lalu dia dituntut dengan hak tersebut, lalu orang lain yang (memiliki kriteria) berhak mengelola hartanya sendiri berkata, “Ia menjadi tanggung juwabku dan aku yang menjadi penjaminnya,” sehingga dia menjadi penjaminnya. Pemilik hak berhak rnenuntut…

bisnis

HAWALAH (PENGALIHAN HUTANG)

A. Pengertian Hawalah Hawalah ialah mengalihkan atau memindahkan hutang dari satu penghutang kepada penghutang yang lainnya. Misalnya: Fulan (A) mempunyai piutang pada fulan (B), kemudian pada waktu yang bersamaan ia juga mempunyai hutang kepada fulan (C) dalam jumlah yang sama dengan piutang yang dimilikinya. Ketika pemilik piutang menagihnya, ia menjawab, “Aku pindahkan pembayaran hutangku kepada…

bisnis

JA’ALAH (SAYEMBARA)

A. Pengertian Ja’alah Secara etimologi, kata ja‘alah bermakna sesuatu yang diberikan oleh seseorang karena melakukan suatu hal yang diperintahkannya. Sedangkan secara syar’i adalah seseorang -yang diperbolehkan mengelola hartanya- menetapkan sejumlah harta tertentu sebagai hadiah bagi seseorang yang berhasil melakukan suatu pekerjaan khusus, baik diketahui atau tidak diketahui. Misalnya: Seseorang berkata, “Barangsiapa yang dapat membangun tembok…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.