pengantin-muslim

Nikah, Talak (Cerai), Rujuk, Khulu’, Li’an, Ila’, Zhihar; Iddah, Nafkah, dan Hadhanah 

NIKAH TALAK (CERAI) KHULU’ ILA’ ZHIHAR LI’AN (SALING MELAKNAT) IDDAH NAFKAH HADHANAH (PENGASUHAN ANAK) Baca juga :  Siyasah (Politik Islam) 20 Best Islamic Boarding School in Indonesia 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia 20 Pondok Pesantren Modern Terbaik Di Indonesia 23 Perguruan Tinggi Negeri Dengan Beasiswa Ikatan Dinas 100 International Scholarships from…

pengantin-muslim

HADHANAH (PENGASUHAN ANAK)

A. Pengertian Hadhanah Hadhanah adalah melindungi serta memelihara anak yang masih kecil hingga baligh (dewasa). B. Hukum Hadhanah Hadhanah wajib diberikan kepada anak-anak yang masih kecil untuk memelihara pertumbuhan fisik, akal serta agama mereka. C. Atas Siapakah Hadhanah Diwajibkan? Hadhanah terhadap anak-anak yang masih kecil wajib dilakukan oleh kedua orang tuanya. Jika kedua orang tuanya…

pengantin-muslim

NAFKAH

A. Pengertian Nafkah Nafkah ialah harta yang berupa makanan, pakaian dan tempat tinggal yang diberikan kepada orang yang wajib diberinya. B. Siapa yang Wajib Mengeluarkan Nafkah dan Siapa yang Wajib Menerimanya Nafkah wajib diberikan kepada enam orang, yaitu: Istri. Adapun orang yang wajib memberinya nafkah adalah suaminya, baik istri yang hakiki seperti istri yang masih…

pengantin-muslim

IDDAH

A. Pengertian Iddah Iddah adalah hari-hari di mana wanita yang ditalak menjalani masa penantian selama masa penantian tersebut, seorang istri tidakboleh menikah dan tidak boleh diminta untuk menikah. B. Hukum Iddah Iddah adalah suatu kewajiban bagi setiap wanita yang berpisah dengan suaminya, baik karena ditalak atau suaminya meninggal dunia, berdasarkan Firman Allah SWT, “Wanita-wanita yang…

pengantin-muslim

LI’AN (SALING MELAKNAT)

A. Pengertian Li’an Li’an adalah suami menuduh istrinya berzina dengan berkata kepadanya, “Aku melihatmu berzina”, atau ia tidak mengakui bayi yang dikandung istrinya berasal darinya, kemudian kasusnya dibawa ke hadapan hakim. Di hadapan hakim, suami diminta supaya mendatangkan bukti-bukti yang menguatkan tuduhannya, yaitu empat orang saksi yang bersaksi bahwa mereka melihat istrinya berzina. Jika suami…

pengantin-muslim

ZHIHAR

A. Pengertian Zhihar Zhihar adalah seorang suami berkata kepada istrinya, “Kamu bagiku seperti punggung ibuku.” B. Hukum zhihar Zhihar hukunmya haram, karena Allah rnenyebutnya sebagai suatu kemungkaran serta kedustaan yang keduanya adalah haram, berdasarkan Firman Allah SWT yang berkenaan dengan seorang suami yang menzhihar istrinya: “Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkutaan yang mungkar dan…

pengantin-muslim

ILA’

A. Pengertian Ila’ Ila’ adalah suami bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk tidak menggauli istrinya selama lebih dari empat bulan. B. Hukum Ila’ Ila’ hukumnya diperbolehkan dengan tujuan memberikan pelajaran kepada istri, jika dilakukan kurang dari empat bulan. Allah SWT berfirman, “Kepada orang-orang yang mengila’ istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya), kemudian jika mereka kembali…

pengantin-muslim

KHULU’

A. Pengertian Khulu’ Khulu‘ ialah talak di mana istri menebus dirinya dari suaminya yang tidak disenanginya dengan memberikan sejumlah uang yang diserahkan kepada suaminya, sehingga ia terbebas dari suaminya. B. Hukum Khulu’ Khulu’ diperbolehkan; jika memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Suatu ketika istri Tsabit bin Qais datang menghadap Rasulullah SAW dan mengadukan perihal suaminya, seraya…

pengantin-muslim

Macam-macam Talak

D. Macam-macam Talak Talak itu bermacam-macam, yaitu: Talak sunni, yaitu suami menalak istri pada masa suci yang belum digauli pada masa sucinya itu. Jika seorang Muslim ingin menalak istrinya karena suatu mudarat yang menimpa salah seorang dari keduanya, di mana mudarat tersebut tidak dapat dihilangkan kecuali dengannya, maka ia harus menunggu istrinya haid dahulu kemudian…

pengantin-muslim

TALAK (CERAI)

A. Pengertian Talak Talak ialah terputusnya ikatan nikah dengan perkataan yang jelas, misalnya: Suami berkata kepada istrinya, “Kamu aku ceraikan”, atau dengan bahasa sindiran dan suaminya meniatinya sebagai kata perceraian, misalnya: Suami berkata kepada istrinya, “Pergilah kamu ke keluargamu.” B. Hukum Talak Talak diperbolehkan untuk menghilangkan mudarat dari salah satu suami istri. Allah SWT berfirman,…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.