Mutiara Hadits : Boleh Berpuasa dan Berbuka Ketika Berpergian

unta-padang-pasir

Dari Anas bin Malik RA, ia berkata “Kami pernah bepergian bersama Nabi SAW, yang berpuasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka juga tidak mencela yang berpuasa” (Shahih Bukhari, no. 1947, lafaz darinya dan Shahih Muslim, no. 98-1118 )

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  • Hadits ini menjelaskan bolehnya berpuasa atau berbuka ketika berpergian.
  • Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa agama Islam agama yang mudah dan toleransi. Tidak menekan atau memaksa untuk berpuasa ketika safar. Bagi musafir, jika ia ingin berpuasa silahkan dan jika ia ingin berbuka tidak masalah sehingga ia ganti di hari-hari lainnya.

Perawi Hadits

Abu Hamzah Anas bin Malik Al-Anshari, pembantu Rasulullah SAW, lahir di Madinah sepuluh tahun sebelum tahun hijrah, masuk Islam ketika masih kecil, kemudian menemani Nabi SAW dan melayaninya selama beberapa tahun sampai Rasulullah SAW wafat. Kemudian pergi ke Damaskus, lalu ke Bashrah.

Anas bin Malik banyak meriwayatkan hadits, musnadnya mencapai 2286 hadits. Ia meninggal di Bashrah pada tahun 93 H pada usia 100 tahun lebih.

Referensi : Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, 90 Hadits Pilihan, Riyadh, KSA, 2016

Artikel utama : Himpunan 90 Hadits Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Kosmetik Terbaik Wanita Indonesia Selengkapnya...
Hello. Add your message here.