Mutiara Hadits : Dzikir-dzikir Setalah Shalat Fardlu

tasbih-indah

Dari Aisyah (semoga Allah meridhoinya) yang berkata :

“Apabila Nabi SAW mengucapkan salam, beliau tidak duduk selain seukuran membaca bacaan “Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzaljalaali walikroom” (Ya Allah, Engkau adalah Dzat Pemberi keselamatan, dan dari-Engkau-lah segala keselamatan, Maha Besar Engkau Dzat Pemilik keagungan dan kemuliaan” (Shahih Muslim, no. 136-592)

Beberapa faedah hadits ini adalah

  1. Hadits ini menunjukkan disyari’atkannya bagi imam untuk berdiri dari tempat shalatnya setelah salam, sebagaimana dhohir hadits ini menjelaskan sesungguhnya Rasulullah SAW tidak duduk ditempat shalatnya keculai selama waktu beliau mengucapkan “Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzaljalaali walikroom” Agar ia segera untuk berdiri dari tempat duduknya lalu berpindah darinya. Sebahagian ulama mengatakan : sesungguhnya Rasulullah SAW mengucapkan dizkir ini sedangkan wajahnya mengahdap kiblat sebelum beliau berbalik menghadap kepada orang-orang. Allahu A’lam.
  2. Ada beberapa macam dzikir dan do’a-do’a yang diriwayatkan dari Nabi SAW setelah shalat fardlu sebagaimana situasi dan kondisi yang berbeda-beda, diantaranya ialah dzikir di atas, begitu juga terdapat hadits shahih bahwa Rasulullah SAW jika beliau ingin beranjak pergi dari tempat shalatnya beliau beristighfar tiga kali seraya mengucapkan “Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzaljalaali walikroom” Lihat Shahih Muslim 135-591.
  3. Kata “Salaam” pada kalimat “Allaahumma antassalaam” ialah merupakan nama dari nama-nama Allah SWT yang bermakna : Ya Allah, Engkau Yang Maha Selamat dari berbagai aib-aib, bencana-bencana serta kekurangan dan dari berbagai hal yang tidak selayaknya dengan sifatMu yang Mulia. “Wa minkassalaam”, “Salaam” di sini bermakna keselamatan, atau Engkau yang memberikan keselamatan, Ya Allah. Makna “Al Jalal” ialah keagungan, dan “Ikrom” ialah kebaikan.

Perawi Hadits

Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nabi SAW menikahinya sebelum hijrah dan menggaulinya di Madinah ketika usianya 9 (sembilan) tahun. Dan ketika Rasulullah SAW wafat, usianya 18 (delapan belas) tahun. Ia paling ahli dalam fikih dan paling ‘alim serta paling bagus pendapatnya.

Ia juga adalah suri tauladan dalam kedermawanan dan bersedekah. Banyak sekali meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW, dan musnadnya mencapai 2210 hadits. Aisyah meninggal di Madinah pada malam selasa, tanggal 17 Ramadhan atau Syawal tahun 57 H. atau tahun 58 H. Abu Hurairah menshalatkannya dan dimakamkan di perkuburan Baqi’.

Referensi : Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, 90 Hadits Pilihan, Riyadh, KSA, 2016

Artikel utama : Himpunan 90 Hadits Pilihan

Artikel Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.