SPACE AVAILABLE

Mutiara Hadits : Imam Menghadap ke Makmum Seusai Shalat

tasbih-indah

Dari Samuroh bin Jundub yang berkata :

“Ketika Nabi SAW usai shalat, ia mengahdapkan wajahnya kepada kami” (Shahih Bukhari no. 845, lafaz darinya & Shahih Muslim, no 23-2275)

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  1. Dianjurkan kepada imam ketika usai salam dari shalatnya agar berpaling ke arah makmum seraya mengahadap kepada mereka, kemudian ia mengucakan Astaghfirullah 3x kemudian mengucapkan Allaahumma antassalaam wa minkassalaam tabaarokta yaa dzaljalaali walikroom.
  2. Dari sebahagian ulama (semoga Allah merahmati mereka) berkata : makruh bagi seorang imam setelah selesai sholat untuk duduk di mihrab dengan posisi duduk seperti dalam sholat, dan dia keluar dari kemakruhan tersebut dengan mengubah posisi duduk dan berpaling mengahadap kepada makmum.
  3. Membelakangi makmum bagi seorang imam adalah hal yang hanya patut dilakukan didalam sholat. Jika shalat telah selasai maka hilanglah sebab. Maka hendaklah bagi seorang imam menghadap makmum sehingga ia mudah untuk mengajarkan mereka dari apa-apa yang mereka butuhkan dari perkara agama maupun perkara dunia.

Perawi hadits

Samuroh adalah salah satu dari sahabat yang mulia yaitu Samuroh bin Jundub Al-Fazari RA belum ada pada masa Jahiliyah. Ia bertemu dangan Nabi RA dalam keadaan bayi, ia dibesarkan dan didik di rumah ayah angkatnya setelah wafat ayah kandungnya, ia telah mengikuti perang bersama Nabi SAW dan mengikuti perang tanpa Nabi SAW juga.

Sahabat Nabi yang mulia ini berperangai terpuji serta mulia seperti keberanian dan tiada toleran terhadap orang yang bersalah, hal ini tampak ketika ia bersosialisasi terhadap orang Khawarij, ia memiliki buku-buku Sunnah 100 hadits.

Samuroh bin Jundub Al-Fazari RA tinggal di kota Basrah. Ia menjabat sebagai pemimpin orang Kufah dan Basrah. Ia memimpin Basrah jika ia melewatinya dan memimpin kota Kufah jika ia melewatinya. Ia telah memimpin setiap kotanya selama 6 bulan, ia tegas terhadap kaum Khawarij yang mengkafirkan kaum muslimin serta membunuh mereka, ia membunuh siapa saja yang di antara mereka datang kepadanya.

Samurah RA fawat setelah jatuh dalam satu bejana yang berisi air panas pada tahun 58 H, ada yang berkata selain itu.

Referensi : Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, 90 Hadits Pilihan, Riyadh, KSA, 2016

Artikel utama : Himpunan 90 Hadits Pilihan

Artikel Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Hello. Add your message here.