SLEEKR ACCOUNTING AND HR

3 Pertanyaan Serius Seputar Finansial yang Harus Dijawab Pengantin Baru

pengantin-muslim5-copy

Pernikahan adalah awal dari sebuah kehidupan baru. Setelah menikah kamu punya tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan saat masih lajang.

Setelah menikah, kamu juga memiliki target baru terhadap semua hal, termasuk finansial. Semua target yang kamu canangkan sebelum menikah kini harus disesuaikan dengan kondisi hidup yang baru.

Bagi kamu yang baru menikah, setidaknya ada tiga pertanyaan yang harus kamu jawab bersama pasangan. Pertanyaan ini pun bisa dijadikan tolak ukur bagi kalian yang baru berencana menikah. Apapun jawabanmu, ada kelebihan dan kekurangan yang wajib diperbaiki. Berikut 3 pertanyaan yang harus kamu jawab sekarang:

#1 Tinggal di mana?

Ada berbagai pilihan tempat tinggal untuk pasangan muda: di rumah kontrakan, rumah orangtua atau rumah sendiri. Jika kamu dan pasanganmu belum siap secara finansial tentu akan memilih tinggal di rumah kontrakan atau rumah orangtua. Sedangkan jika sudah siap, kamu dan pasanganmu akan membeli rumah sendiri.

Saat memilih tinggal di rumah kontrakan, kamu dan pasanganmu bisa belajar untuk mandiri, tetapi kalian harus mengeluarkan uang cukup besar untuk biaya sewa. Jika ini jadi pilihan, kalian harus pandai mengatur keuangan agar tetap bisa mengumpulkan dana untuk membeli rumah.

Sementara, tinggal di rumah orangtua akan menekan berbagai pengeluaran sehingga kamu punya kesempatan untuk mengumpulkan uang lebih cepat. Namun, rasa tidak nyaman karena menumpang sudah pasti harus kamu hadapi.

Pilihan membeli rumah sendiri memang tergolong paling ideal, hanya saja perlu kesiapan secara finansial. Pasangan yang punya dana mencukupi bisa dengan mudah membeli rumah secara tunai. Apabila dana belum mencukupi, Kredit Pemilikan Rumah bisa jadi pilihan.

Keuntungan KPR bagi pasangan muda di awal pernikahan adalah waktu yang panjang untuk melunasi KPR. Lain halnya bila kamu sudah cukup berumur karena kamu tidak akan bisa mengambil KPR dengan tenor panjang.

Contohnya seseorang yang menikah di usia 24 tahun-27 tahun membeli rumah dengan KPR selama 20 tahun. Rumah tersebut akan  lunas saat usia mencapai 44 tahun-47 tahun. Di usia tersebut kamu masih tergolong produktif sehingga akan merasa sangat lega ketika kredit rumah berhasil dilunasi.

#2 Siapa yang bekerja?

Pertanyaan semacam ini kerap membuat galau para wanita. Sebelum memutuskan mundur dari pekerjaan, para wanita harus membicarakannya baik-baik dengan pasangan. Coba pikirkan apakah penghasilan suami sanggup membiayai seluruh kebutuhan.

Jika kamu dan pasanganmu bekerja, tentu banyak keuntungan yang didapat. Misalnya, kesempatan untuk mendapatkan persetujuan bank saat mengajukan KPR lebih besar karena adanya join income. (Baca juga: Ini Sebabnya Orang dengan Gaji Rp 5 juta Harus Beli Rumah Sekarang)

#3 Punya anak berapa?

Banyaknya anak akan sangat berpengaruh terhadap berbagai hal. Jika kamu dan dan pasanganmu sudah siap untuk punya anak, kalian juga harus menyiapkan masa depannya, terutama dana pendidikan. Cobalah berinvestasi lewat deposito atau reksadana demi lancarnya pendidikan anakmu nanti. Semakin dini menyiapkan dana pendidikan anak, misalnya sejak anak baru lahir, tentu semakin baik.

Saat ini, inflasi biaya pendidikan bisa lebih dari 15% per tahun. Bayangkan betapa mahalnya biaya pendidikan anak-anak kalian kelak? Dan betapa repotnya jika tidak menyiapkannya jauh-jauh hari?

Sumber : cekaja.com

Hello. Add your message here.