KEUTAMAAN JIHAD

perang-badar

Dalil yang berkenaan dengan keutamaan jihad dan mati syahid di jalan Allah terdapat dalam sejumlah berita llahi (ayat-ayat al-Qur’an) yang pasti kebenarannya serta sejumlah hadits Rasulullah yang shahih dan tsabit, sehingga jihad dipandang sebagai bentuk taqarrub terbesar dan ibadah yang paling utama.

Di antara ayat al-Qur’an dan hadits Nabi SAW yang berkenaan dengan masalah tersebut adalah Firman Allah,

“Sesunggahnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, kemudian mereka membunah atau terbunah, (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 111).

Firman Allah,

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu banganan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4).

Firman Allah,

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kalian Aka tunjukkan suatu perniagaan yang dapat rnenyelamatkan kalian alan azab yang pedih? (Yaitu) kalian beriman kepaala Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa kalian, itulah yang lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya.

Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam sarga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat tinggal yang baik di surga ‘Adn. ltulah keberuntungan yang besar.” (Ash-Shaff: 10-12).

Firman Allah yang berkenaan dengan keutamaan orang-orang yang berperang di jalanNya serta orang-orang yang mati syahid,

“Janganlah kalian kira orang-orang yang gagur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka.” (Ali Imran: 169-170).

Sabda Rasulullah SAW berkenaan dengan pertanyaan yang diajukan seseorang kepada beliau mengenai orang yang paling utama,

“Seorang Mukmin yang berjihad dengan jiwa serta hartanya di jalan Allah SWT, lalu seorang Mukmin yang tinggal menyendiri di celah sebuah bukit tekun beribadah kepada Allah serta menjauhkan diri dari kejahatan manusia” (Muttafaq ‘alaih; al- Bukhari, no. 2786; Muslim, no. 1888)

Sabda Rasulullah SAW,

“Perumpamaan orang yang berjihad di jalan Allah, dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berjihad di jalanNya, bagaikan orang yang berpuasa dan mengerjakan shalat malam. Allah menjamin seorang mujahid yang berjihad di jalanNya; jika ia wafat, bahwa Dia akan memasukkannya ke surga, atau jika ia selamat, niscaya akan kembali dengan rnembawa pahala atau ghanimah (harta rampasan perang).“

[Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, no. 3124; Ibnu Majah, no. 2754, dan hadits serupa terdapat dalam kitab ash-Shahihain; al-Bukhari, no. 2787; Muslim, no, 1878 dengan redaksi yang lebih lengkap dari hadits di atas]

Sabda Rasulullah SAW yang berkenaan dengan pertanyaan seseorang, yang bertanya, “Tunjukkanlah kepadaku amal yang setara dengan jihad?” Beliau menjawab, “Aku tidak menemukan.” Kemudian beliau bersabda,

“Apakah kamu sanggup, jika seorang mujahid pergi (ke medan perang), kamu masuk ke masjidmu, lalu karnu mengerjakan shalat malam tanpa henti dan berpuasa tanpa berbuka?” Orang tersebut menjawab, “Siapakah yang sanggup melakukan hal itu?”

[Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, no. 3128, dan hadits yang semakna dengan hadits ini terdapat dalam kitab ash-Shahihain; al-Bukhari, no. 2785, Muslim, no. 1878]

Sabda Rasulullah SAW,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, tidaklah seseorang itu terluka ketika berjihad di jalan Allah, dan Allah-lah yang lehih mengetahui orang-orang yang terluka di jalanNya, kecuali ia akan datang pada hari Kiamat (dengan membawa lukanya) di mana warna lukanya seperti warna darah, tetapi menebarkan aroma harum seperti aroma harum minyak kasturi.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 2803]

Sabda Rasulullah SAW,

“Barangsiapa yang meninggal dunia, dan ia tidak pernah herjihad (di jalan Allah) atau membisikkan pada dirinya untuk ikut berjihad, maka ia meninggal dunia dalam keadaan menetapi salah satu cabang kemunafikan.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari; Muslim, no. 1910]

Sabda Rasulullah SAW,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kalau saja tidak ada orang-orang mukmin yang jiwa mereka tidak ingin tertinggal dariku dan aku tidak menemukan suata cara yang dapat membawa mereka ke arah ita, niscaya aku tidak ingin tertinggal dari pasukan sariyah yang berperang di jalan Allah, dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sesungguhnya aku ingin sekali, terbunuh di jalan Allah, lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi,lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi.” [Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 2797]

Sabda Rasulullah SAW,

“Tidaklah dua kaki seorang hamba berdebu karena berjihad di jalan Allah lalu suatu saat nanti (yaitu Hari Kiamat) disentuh api neraka.“ [Diriwayatkan oleh Muslim; al-Bukhari, no. 2811]

Sabda Nabi SAW,

“Tidak ada seorang pun yang masuk surga yang ingin kembali ke dunia meski diberikan kepadanya seluruh kekayaan yang ada di muka bumi, kecuali orang yang syahid, maka ia berharap dapat kembali ke dinia, lalu dia terbunuh sebanyak sepuluh kali, dikarenakan kemuliaan yang dilihatnya” [Muttafaq ‘alaih; Al Bukhari no 2817; Muslim no 1877]

Oleh : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri

Baca juga : 

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.