TATA CARA MENENTUKAN GADAIAN (TARUHAN) DALAM KETANGKASAN BERKUDA DAN PANAHAN

memanah

Sesungguhnya orang yang paling utama dalam menentukan gadaian (taruhan) dalam ketangkasan berkuda dan panahan adalah pemerintah atau yayasan sosial atau beberapa individu yang baik. Hal ini dimaksudkan supaya terbebas dari syubhat atau keragu-raguan dan secara tulus memberikan motivasi yang tidak dimaksudkan selain untuk menimbulkan kecintaan dalam mempersiapkan kekuatan untuk jihad.

Sejalan dengan hal tersebut, diperbolehkan pula jika salah seorang dari dua peserta menentukan gadaian tersebut, misalnya ia mengatakan kepada peserta yang lain, “Jika kamu mengalahkan saya, maka kamu akan rnendapatkan 10 atau 100 dinar dari saya.“ Mayoritas ulama memperbolehkan masing-masing dari kedua peserta tersebut menentukan gadaiannya jika keduanya memasukkan peserta yang ketiga bersama keduanya [Masalah ini dikenal dengan masalah muhallil (yang menghalalkan) , hal ini untuk membebaskan polemik ini dari kemiripannya dengan perjudian, karena jika masing-masing dari kedua peserta menentukan gadaiannya, maka masiug-masing akan berharap untuk memenangkannya dan takut kalah, dan keadaan ini sama dengan keadaan berjudi. Tetapi jika dimasukkan peserta yang ketiga yang tidak menentukan gadaiannya di antara mereka berdua, maka bentuk ini jauh dari bentuk-bentuk perjudian. Ibnul Qayyim telah mengkritik permasalahan ini dan ia berpendapat bahwa permasalahan ini terlepas dari kesamaan dan keadilan] tanpa menentukan apa pun. Ini adalah pendapat Sa‘id bin Musayyab, namun Malik menolaknya, sedangkan yang lain menyetujuinya.

Oleh : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri

Baca juga : 

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.