HAD KHAMAR (MINUMAN KERAS)

kriminal

A. Pengertian Had dan Khamar

Had ialah larangan mengerjakan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT melalui perantaraan pemukulan dan pembunuhan. Jadi yang dimaksud dengan had-had Allah adalah hal-hal yang diharamkan Allah yang diperintahkanNya supaya dijauhi dan tidak mendekatinya.

Sedangkan yang dimaksud dengan khamar ialah semua jenis minuman yang memabukkan, berdasarkan Sabda Rasulullah SAW,

“Setiap yang memabukkun adalah khamar, dan setiap khamar adalah haram” [Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2003]

B. Hukum Khamar

Khamar hukumnya haram, baik sedikit atau banyak. Hal itu berdasarkan Firman Allah SWT yang berkenaan dengan larangan minum khamar dan perjudian,

“Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaun itu).” (Al-Ma`idah: 91),

dan FirmanNya,

“Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu.” (Al-Ma`idah: 90).

Juga sabda Rasulullah SAW,

“Allah telah melaknat peminum khamar dan penjualnya.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 3674 dan al-Hakim, 2/37 dengan sanad yang shahih]

Kemudian Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan hukuman had atas peminum khamar dengan pukulan yang diadakan di halaman masjid, sebagaimana tertera dalam kitab Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.

C. Hikmah Diharamkannya Khamar

Di antara hikmah diharamkannya khamar adalah memelihara kesehatan akal, badan, dan harta orang Islam.

D. Hukuman Bagi Peminum Khamar

Adapun hukuman yang dijatuhkan terhadap peminum khamar yang dibuktikan melalui pengakuan pelakunya atau kesaksian dua orang saksi yang adil adalah dicambuk punggungnya sebanyak 80 kali cambukan, jika pelakunya orang yang rnerdeka, sedangkan jika pelakunya seorang budak, maka punggungnya dicambuk sebanyak 40 kali cambukan. Hal itu berdasarkan Firrnan Allah SWT,

“Maka atas mereka separuh hukuman dari hukuman bagi wanita-wanita merdeka bersuami.” (An-Nisa`: 25).

Budak laki-laki diqiyaskan kepada budak wanita.

E. Syarat Diwajibkannya Had Atas Peminum Khamar

Syarat diberlakukannya hukuman had atas peminum khamar adalah pelakunya seorang Muslim, berakal, baligh, perbuatan tersebut dilakukan menurut kehendaknya, mengetahui haramnya khamar dan dilakukan dalam keadaan sehat bukan dalam keadaan sakit. Itu bukan berarti bahwa had gugur dari orang sakit. Had tidak gugur dari orang sakit, melainkan pelaksanaannya ditangguhkan hingga sembuh, dan jika telah sembuh, maka had pun dilaksanakan terhadapnya.

F. Tidak Ada Pengulangan Had Atas Peminum Khamar Kecuali Minum Lagi

Jika seorang Muslim telah meminum khamar beberapa kali (sebelumnya), kemudian had khamar dilaksanakan terhadapnya, maka cukup baginya dengan satu had, meski ia telah meminum khamar beberapa kali. Jika ia meminum khamar kembali setelah dilaksanakan had terhadapnya, rnaka had khamar dilaksanakan lagi terhadapnya, demikian seterusnya.

G. Tata Cara Pelaksanaan Had Khamar

Hendaklah pelaksanaan had atas peminum khamar dilakukan dengan mendudukkan pelakunya di atas tanah, dan punggungnya dicambuk dengan pukulan yang sedang atau tidak terlalu keras dan tidak terlalu ringan (lemah) sebanyak 80 kali cambukan. Demikian juga halnya dengan pelaku wanita, tetapi pelakunya ditutup dengan kain yang tipis yang dapat menutupinya tapi tidak menghalanginya dari cambukan

Catatan:

Hukuman had tidak boleh dilaksanakan terhadap peminum khamar ketika udara sangat dingin atau sangat panas, tetapi ditangguhkan hingga cuaca terasa sedang dan dilaksanakan pada tengah hari. Juga hukuman had tidak boleh dilaksanakan terhadap pelaku yang sedang mabuk atau sakit, akan tetapi pelaksanaannya ditangguhkan hingga pelakunya sadar kembali atau sembuh dari sakitnya.

Oleh : Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jaza’iri

Selanjutnya : 

Baca juga : 

Hello. Add your message here.