Jangan Bersedih, Jika Masih Punya Sesuatu yang Cukup

islamic-art-54

Ibnu Rumi berkata, ”Ketamakan mendekatkan kendaraan untuk orang yang sengsara. Ketamakan adalah kendaraan orang-orang yang menderita. Selamat datang kecukupan yang datang dengan tenang, dan setiap kelelahan akan mendapatkan kebaikan” 

“Dan, sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka senantiasa aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (di surga)” QS. Saba: 37

Dale Carnegie mengatakan, “Angka statistik menyebutkan bahwa depresi adalah pembunuh nomor 1 di Amerika. Di sela-sela Perang Dunia II telah terbunuh sekitar 1/3 juta pasukan perang. Dan, pada saat itu juga penyakit jantung telah memakan korban sedikitnya dua juta jiwa. Di antara dua juta penduduk itu, kematian mereka disebabkan karena depresi dan gangguan syaraf”

Penyakit hati adalah penyebab utama yang mendorong Dr. Alexis Carlyle mengatakan, “Para pekerja yang tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan akan mati lebih cepat.”

Penyebabnya sangat masuk akal, dan permasalahan ajal memang telah Allah tetapkan:

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengun izin Allah, sebagai ketetapan yang teluh ditentukan waktunya” QS. Ali ‘Imran: 145

Sangat sedikit orang Indian Amerika dan orang-orang Cina yang mengidap penyakit gangguan hati. Mereka adalah orang-orang yang menjalani hidup dengan sangat santai dan enteng. Sebaliknya, jumlah dokter yang mati karena serangan liver jauh lebih banyak 20 kali lipat dibandingkan para petani yang mati dengan penyakit yang sama, sebab para dokter itu menjalani kehidupan sangat depresif. Mereka juga harus membayar biaya perawatan dengan harga mahal. Sangat ironis, dokter yang mengobati orang lain, namun dia sendiri sakit.

Oleh : ‘Aidh al-Qarni

 

Hello. Add your message here.