Jangan Bersedih, Karena Sesungguhnya Dunia Terlalu Hina untuk Membuat Anda Bersedih

islamic-art4

Ibnu al-Mubarak, seorang alim yang masyhur, berkata, ”Puisi Adi ibn Zaid lebih aku sukai dari istana Amir Thahir ibn al-Husein, jika memang istana itu milikku.”

Puisi yang indah dan mempesona itu berbunyi demikian:

Wahai orang yang mencela dan menghina orang lain,

apakah kau lepas dari ujian dan cobaan?

Atau kau punya janji kuat dari hari-hari?

engkau adalah orang bodoh dan tertipu.

Artinya: Wahai orang yang selalu menghina dan melecehkan orang lain, apakah Anda terikat janji untuk tidak terkena musibah seperti mereka?

Ataukah hari-hari telah memberi jaminan untuk keselamatan Anda dariberbagai bencana dan cobaan? Lalu mengapa Anda selalu mencela?

Dalam sebuah hadits sahih disebutkan: ”Seandainya dunia ini di sisi Allah sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan pernah memberi minum seorang kafir walau seteguk air” Menurut Allah, dunia lebih tidak berharga dari sayap seekor nyamuk. Inilah hakikat nilainya dan timbangannya di sisi Allah. Lalu mengapa harus takut dan resah karenanya?

Kebahagiaan adalah Anda merasa aman dengan diri, masa depan, keluarga, dan kehidupan Anda sendiri. Dan, semua ini terhimpun dalam keimanan, ridha kepada Allah, ridha terhadap ketentuan-Nya, dan qana’ah.

Oleh : ‘Aidh al-Qarni

Baca juga :

Hello. Add your message here.