Sendi-sendi Kebahagiaan

islamic-art-53

Sendi adalah hati yang selalu bersyukur, lidah yang terus berdzikir, dan tubuh yang senantiasa bersabar.

Syukur, dzikir dan sabar, mengandung nikmat dan ganjaran.

Kalaupun saya menghimpunkan ilmu para ulama, hikmah para bijak bestari dan syair para penyair mengenai kebahagiaan ini, niscaya Anda tidak akan mendapatkannya hingga Anda Sendiri memiliki tekad bulat. Yakni, tekad untuk merasakan, merengkuh serta mencarinya dengan sungguh-sungguh serta berusaha untuk mengusir apa yang bertentangan dengannya “Barangsiapa yang datang kepadaku dengan berjalan kaki, maka aku akan mendatanginya dengan berlari” (Hadits Qudsi)

Salah satu tanda kebahagiaan seorang hamba adalah menyembunyikan rahasia dirinya dan merencanakan jalan hidupnya.

Disebutkan bahwa ada seorang Badui yang mendapat kepercayaan untuk menyembunyikan sebuah rahasia dengan imbalan sepuluh dinar. Namun ia merasa tidak betah dengan rahasia tersebut. Kemudian dia pergi menemui pemilik dinar. Ia mengembalikan dinar itu, dan membuka rahasia yang dibebankan padanya. Kesimpulannya, menyembunyikan rahasia itu butuh ketahanan, kesabaran dan tekad yang kuat.

“Janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu” (QS. Yusuf: 5)

Karena sesungguhnya titik lemah yang ada pada manusia adalah menyingkap lembaran-lembaran kehidupannya kepada manusia, menyebarkan rahasia-rahasia hidupnya kepada mereka. Ini merupakan penyakit lama, penyakit menahun yang menjangkiti manusia. Karena jiwa manusia memang cenderung untuk menyebarkan rahasia dan menyebarkan berita.

Hubungannya dengan masalah kebahagiaan adalah bahwa siapa saja yang menyebarkan rahasia dirinya, maka umumnya mereka akan mengalami penyesalan, kesedihan dan kegelisahan.

Al-Jahizh memiliki kata-kata sangat indah dalam kumpulan risalah sastranya berkenaan dengan soal menjaga rahasia. Karena itu saya anjurkan kepada para pembaca untuk merujuk ke tulisan-tulisannya. Dalam al-Qur’an disebutkan:

“Dan, hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorang pun” (QS. Al-Kahfi: 19)

Oleh : ‘Aidh al-Qarni

Baca juga :

Hello. Add your message here.