Sepuluh Bunga Hidup Bahagia

happy-life-tips

Sepuluh Bunga Hidup Bahagia

  1. Bangun di saat menjelang fajar untuk beristighfar

“Dan, yang memohon ampun di wakta sahur” (QS. Ali Imran: 17)

  1. Menyendiri untuk bertafakkur

“Dan, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi” (QS. Ali Imran: 191)

  1. Menjalin hubungan dengan orang salih

“Dan, bersabarlah kama bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya” (QS. Al-Kahfi: 28)

  1. Berdzikir

“Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kamu (dengan menyebut nama Allah), dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab: 41)

  1. Melakukan shalat dua rakaat dengan khusyu’

“Yaitu orang-orang yang khusyu’ dalam salat mereka” (QS. Al-Mu’minun: 2)

Artikel pilihan : 27 Ayat-ayat Motivasi Terdahsyat dalam Al Qur’an dan Tafsirnya

  1. Membaca Al-Qur’an dengan tadabbur

“Tidakkah mereka memperhatikan al-Qur’an?” (QS. An-Nisa: 82)

  1. Berpuasa pada hari yang sangat panas

“Meninggalkan makanan, minuman dan syahwatnya karena Aku” (Al-Hadits)

  1. Melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi

“Hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya” (Al-Hadits)

  1. Meringankan beban seorang muslim

”Barangsiapa meringankan kesusahan yang dialami seorang maslim di dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesalitan yang ada di hari Kiamat” (Al-Hadits)

  1. Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang sifatnya fana

“Sedangkan kehidapan akhirat itu lebih baik alan lebih kekal” (QS. Al-A’la: 17)

Artikel pilihan : 250 Artikel Aa Gym Pilihan Penyejuk Hati  

Salah satu yang menjadikan anak Nabi Nuh sengsara adalah karenadia berkata:

“Aku akan mencari perlindangan ke gunang yang dapat memeliharaku dari air bah” (QS. Hud: 43)

Seandainya dia mencari perlindungan kepada Rabb langit dan burni, maka itu akan jauh lebih baik, lebih mulia dan lebih selamat.

Namrud menjadi sengsara karena dengan congkak berkata, ”Sayalah yang menghidupkan dan mematikan.” Dengan berkata demikian berarti ia telah ’memakai pakaian yang bukan miliknya dan mencuri sifat yang tidak halal baginya’. Akibatnya, ia pun dibuat tak berkutik dan tak berdaya.

“Maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan di dunia” (QS. An-Nazi’at: 25)

Artikel pilihan : 100 Artikel Motivasi Islam Penyejuk Hati

Kunci kebahagiaan ada pada satu kata. Warisan agama ada pada sebuah ungkapan. Dan panji kemenangan terletak pada sebuah kalirnat. Kata, ungkapan dan kalirnat itu adalah; La ilaha illallah, muhammad rasalullah.

Kebahagiaan seseorang yang mengucapkan itu di bumi, adalah saat kelak di langit akan dikatakan kepadanya, ”Engkau benar.”

“Dan, orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya” (QS. Az-Zumar: 33)

Kebahagiaan orang yang mengamalkannya adalah jaminan bahwa dia akan selamat dari kehancuran, cela, cacat dan neraka.

“Dan, Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka” (QS. Az-Zumar: 61)

Kebahagiaan orang yang menyeru kepada sesama untuk sama-sama kembali kepada syahadat dimaksud, adalah jaminan akan ditolong, dibantu dan akan dikatakan terima kasih kepadanya.

“Dan, sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang” (QS. Ash-Shaffat: 173)

Artikel pilihan : 100 Artikel Keislaman tentang Adab, Aqidah, Bisnis, Jihad, Pidana, Nikah, Hukum, Waris, dll

Kebahagiaan orang yang senang terhadap syahadat ini adalah jaminan akan diangkat, dimuliakan, dan dihargai.

“Padahal kekaatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin” (QS. Al-Munafiqun: 8)

Bilal yang ketika mengucapkan kalimat ini masih dalam keadaan budak, di kemudian hari ia menjadi seorang yang merdeka.

“Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)” (QS. Al-Baqarah: 257)

Sedangkan Abu Lahab al-Hasyimi sangat angkuh untuk mengucapkannya, maka ia pun meninggal sebagai seorang hamba yang hina dina.

“Dan, barangsiapa dihinakan oleh Allah maka tidak ada seorang pan yang mampu memuliakannya” (QS. Al-Hajj : 18)

Dengan demikian, kalimat syahadat tersebut adalah mukjizat yang telah mendorong manusia dari wujud yang tidak berharga ke arah puncak keimanan rabbaniyah yang suci.

“Tetapi Kami menjadikan al-Qur’an itu cahaya, yang Kami tunjakkan dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami” (QS. Asy-Syura: 52)

Jangan pernah berbangga dengan dunia jika Anda berpaling dari akhirat. Sebab siksa yang pedih sedang berada di jalan Anda. Kehinaan dan kepedihan telah siap menunggu.

“Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku” (QS. Al-Haqqah: 28-29)

“Sesangguhnya Rabb-mu benar-benar mengawasi” (Q5. Al-Fajr: 14)

Jangan pernah berbangga dengan anak keturunan kalau pada saat yang sama Anda berpaling dan Yang Maha Tunggal Rabb Tempat Bergantung semua makhluk. Sebab berpaling dari-Nya berarti kehinaan yang tiada terhingga, kerugian yang teramat besar, dan kenistaan yang paling keji.

“Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan” (QS. Al-Baqarah: 61)

Jangan pula pernah berbangga dengan harta benda yang melimpah, jika Anda ternyata masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Sebab perbuatan itu hanya akan menyengsarakan, menyebabkan kerugian selama menempuh perjalanan, dan akan menjadi laknat kelak di akhirat.

“Dan, sesungguhnya siksa akhirat itu lebih menghinakan” (QS. Fushshilat: 16)

“Dan, sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal salih” (QS. Saba’ : 37)

Referensi : Dr. ‘Aidh al-Qarni, Jangan Bersedih, Qisthi Press, Jakarta, 2013

Artikel Pilihan

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.