alnita-006

Yang Tampak Berbahaya Mungkin Bermanfaat

 Tafaqquh Video

islamic-art-9

William James berujar, “Penderitaan telah membantu kita untuk mencapai suatu batas yang tidak pernah terbayangkan. Andaikata Dostoyevsky dan Leo Tolstoy tidak mengalami kehidupan yang pahit, keduanya tak akan sukses menulis memoar dan novel-novel yang mengagumkan dan abadi hingga saat ini.”

Dengan demikian, keyatiman; kebutaan; pengasingan; dan kemiskinan adalah salah satu sebab tumbuhnya kreativitas, produktivitas, kemajuan dan kontribusi.

Seorang penyair berkata,

Kadangkala Allah menganugerahkan nikmat dengan cobaan, walau sangat besar.

Dan, telah menguji sebagian kaum dengan nikmat.

Sesungguhnya anak-anak dan kekayaan telah menjadi sebab munculnya kesengsaraan:

“Maka, jangahlah harta benda dan anak-ahak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.” (QS. At-Taubah: 35)

Ibnu Atsir menulis buku-bukunya yang mempesona seperti Jami’ al-Ushul dan An-Nihayah dalam keadaan ia tidak bisa berjalan.

As-Sarakhsi menulis bukunya yang terkenal Al-Mabsuth yang berjumlah lima belas jilid saat ia dipenjara di bawah tanah.

Ibnu Qayyim menulis bukunya Zadul Ma’ad saat ia berada di dalam perjalanan.

Al-Qurthubi menulis syarah untuk Shahih Muslim saat dia berada di atas perahu.

Sedangkan kebanyakan dari fatwa-fatwa Ibnu Taimiyyah ditulis saat dia berada di dalam penjara.

Para ahli hadits mengumpulkan ratusan ribu hadits saat mereka berada dalam keadaan miskin dan terasing.

Seorang salih memberitahukan bahwa dia pernah dipenjara. Dia berhasil menghafalkan Al-Qur’an secara keseluruhan di dalam penjara, dan bisa membaca sebanyak empat puluh jilid buku.

Abul A’la al-Ma’arri mendiktekan kumpulan sajaknya justru saat dia buta.

Thaha Husain buta, saat itu ia mulai menuliskan memoar dan buku-bukunya.

Banyak orang bersinar justru setelah melepaskan jabatannya. Karena setelah itu ia bisa mempersembahkan ilmunya dan ide-idenya secara optimal dibandingkan ketika masih memangku jabatan.

Banyak kesulitan mengepung, lalu Allah menundukkannya.

Tapi Anda sangat tidak memperhatikannya.

Francis Bacon mengatakan, “Sangat sedikit filsafat yang menggiring pada kekafiran. Sebaliknya, mendalami filsafat akan mendekatkan otak pada agama.”

“Dan, tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (QS. Al-‘Ankabut: 43)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya, hanyalah ulama.” (QS. Fathir: 28)

“Dan, berkatalah orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang kafir): ‘Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit’.” (QS. Ar-Rum: 56)

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu pikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikit pun pada kawanmu itu’.” (QS. Saba’: 46)

Dr. A. A. Brill mengatakan, “Mukmin sejati tidak akan dijangkiti penyakit jiwa.”

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal salih, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereku rasa sayang.” (QS. Maryam: 96)

“Barangsiapa mengerjakan amal salih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)

“Dan, sesuhgguhnya Allah adalah Pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Hajj: 54)

Oleh : ‘Aidh al-Qarni

 

Hello. Add your message here.