Toyota CHR 2018, Terbaru dari Toyota Indonesia, Review Harga dan Video 

Sumber video : https://www.youtube.com/watch?v=NwmOo1elj5k 

Meski sempat recall, tapi pasar Jepang rupanya jatuh cinta betul dengan mobil yang katanya akan segera meluncur di Indonesia ini. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasilnya Toyota C-HR melewati penjualan Honda Vezel (Honda HR-V). Tahun lalu, Toyota berhasil melego lebih dari 117 ribu unit C-HR. Angka yang mengukuhkannya sebagai mobil crossover paling laku.

Toyota C-HR juga sedang dinantikan kehadirannya di Indonesia. Berulang kali kami bertanya soal kapan waktunya, namun jawaban pihak manajemen Toyota Astra Motor selalu ‘sedang studi’. Jawaban terakhir agak lebih bagus. “Sedang studi dan hasilnya cukup menggembirakan,” kata Henry Tanoto, Vice President Toyota Astra Motor. Artinya, crossover ini akan segera dipasarkan untuk menjegal laju Honda HR-V yang terlalu lama digdaya di kelas ini.

toyota-c-hr-full-front-view-867654

Harga CHR

Varian 1.2L PETROL TURBO, Rp300 Juta (Perkiraan Harga) : 5 Kursi, 1498 cc, 115 hp

Baca juga : Harga Mobil Terbaru Semua Brand Mobil di Indonesia 

Tanggal Peluncuran

2018

Warna CHR

CHR tersedia dalam 6 warna yang berbeda – Magnetic Grey Metallic, Blizzard Pearl, Black Sand Pearl, Blue Eclipse Metallic, Ruby Flare Pearl and Silver Knockout Metallic

toyota-c-hr-front-angle-low-view-880431

Overview

Kehadiran Toyota C-HR merupakan ancaman serius bagi pasar crossover dunia. Saat selubung crossover ini tersibak di Geneva Motor Show 2016, tak ada kata lain selain decak kagum atas keberanian desain terbaru dari Toyota.

Seolah menggambarkan visi masa depan Toyota akan sebuah crossover. Didesain dengan penuh kebebasan namun dijunjung kreativitas tinggi dari dalam hati. Sejauh ini, Toyota C-HR menjadi produk Toyota paling mencolok. Bukan saja di line-up mereka, tapi juga di segmen yang dihuni oleh C-HR.

toyota-c-hr-front-medium-view-868417

Bermulai dari mobil konsep bernama sama, C-HR Concept, diperkenalkan di Paris Motor Show 2014. Merupakan konsep crossover stylish bergaya coupe 2-pintu, yang akhirnya memasuki fase versi produksi 2 tahun kemudian. Tapi dengan tambahan 2 pintu belakang, tanpa merombak total tampilan versi konsepnya.

Produksi pertama dimulai oleh Toyota Motor Europe (TME), yang menyerahkan seluruh proses perakitan crossover ini di tangan Toyota Motor Manufacturing Turkey, Sakarya, Turki. Kemudian C-HR meluncur di Jepang pada Desember 2016, dan diposisikan sebagai pengganti Daihatsu Terios/Toyota Rush. Awal 2017, C-HR akan merambah ke pasar Amerika Utara, Australia dan kawasan Asia lainnya.

toyota-c-hr-side-view-836783

Thailand dan Indonesia disinyalir menjadi basis produksi di kawasan ASEAN. Di Indonesia, santer terdengar rumor mengenai kemunculan versi produksi C-HR versi lokal yang bakal diperkenalkan di Indonesia International Motor Show 2017. Namun kabar lain berhembus, C-HR baru akan muncul di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2017 mendatang, dan dipasarkan paling lama awal 2018.

Terlepas dari kabar burung itu semua, kehadiran C-HR di tanah air sudah dinanti dan besar kemungkinan pasti terwujud. Karena pihak PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai produsen Toyota di Indonesia, sudah menyanggupi dan siap jika mendapat perintah merakit C-HR oleh prinsipal di Jepang. Keyakinan tersebut pun semakin diperkuat dari perkembangan pabrik terbaru Toyota di kawasan Karawang. Tempat dimana Sienta, Yaris dan Vios juga dirakit.

toyota-c-hr-rear-cross-side-view-242224

Indikasi lainnya adalah, berakhirnya siklus hidup Daihatsu Terios di Jepang yang digantikan C-HR. Di Indonesia, Terios dan Rush sudah beredar dari 2007 yang berarti sudah berusia 10 tahun. Sementara saudara satu platform mereka, Xenia dan Avanza, telah melangkah maju dengan menggunakan mesin baru NR Series. Tentu, sudah tidak menguntungkan jika terus mempertahankan dua SUV itu lebih lama lagi.

Dari situ spekulasi dapat diambil. Sangatlah mungkin jika C-HR juga akan menggantikan posisi Toyota Rush, mengingat bermain di rentang harga yang hampir sama. Selain itu, kesenangan Toyota akan multi platform, sepertinya mudah saja merakit C-HR disini. Karena mesin baru 2NR-FE 1,5-liter dan transmisi CVT sudah dirakit secara lokal. Perpaduan yang sangat masuk akal untuk disematkan di crossover ini kelak, karena pasarnya pun sudah tersedia.

Namun disamping model tersebut, konon Toyota juga akan memasarkan varian hybrid.

Eksterior

Desain menjadi kekuatan terbesar dari Toyota C-HR. Profil kabin coupe yang ramping, mengkombinasikan postur bodi rendah dan ground clearance tinggi. Lekukan-lekukan ekstrim, menciptakan desain timeless dan tak akan lekang dimakan waktu.

Identitas “Keen Look” sebagai bahasa desain terbaru milik Toyota, terpapar jelas dari wajah depannya. Grille depan yang tipis menyatu rapi dengan head lamp LED model mata elang. Tarikan garis diambil dari ujung head lamp, guna membentuk fender menggembung mengalir hingga belakang.

Pergerakan garis tersebut menciptakan rocker panel kokoh dan membentuk otot kekar di belt line. Tampilan coupe-like semakin dipertegas oleh sudut landai pilar-C yang sekaligus tempat bersembunyinya gagang pintu belakang.

Model gagang tersembunyi seperti itu, sudah tidak lagi ide yang original. Karena diadopsi terlebih dahulu oleh Honda HR-V dan Nissan Juke. Yang pasti, Toyota sangat mempertahankan desain versi konsep, untuk diaplisaki di versi produksi. Contohnya bagian buritan. Lampu LED model boomerang, tak hanya menonjolkan sisi kokoh dan gagah, namun juga futuristis.

Mesin & Konsumsi BBM

Di pasar luar negeri, C-HR memiliki beberapa pilihan mesin. Termasuk generasi hybrid terbaru yang dikombinasikan dengan mesin 2ZR-FXE 1,8-liter. Mesin hybrid ini lebih efisien 40% dengan performa meningkat tajam dibandingkan generasi hybrid sebelumnya.

Pilihan lainnya, tersedia mesin bensin 1,2-liter turbo 8NR-FTS yang juga menghuni bonnet Toyota Auris. Mesin ini bertenaga 115 hp dengan pilihan transmisi manual 6-kecepatan atau Continuously Variable Transmission (CVT). Varian mesin turbo, khusus dikembangkan untuk memenuhi respon konsumen di Eropa.

Sementara untuk pasar Amerika Utara yang menggemari mesin-mesin berkapasitas besar, ada pilihan 2,0-liter 3ZR-FAE yang juga dipakai RAV4, Wish dan Voxy. Transmisi CVT sendiri terdapat pilihan penggerak roda depan (FWD) dan penggerak empat roda (AWD).

Bagaimana untuk pasar Indonesia? Seperti spekulasi yang berkembang, paling masuk akal menggunakan mesin dan transmisi seperti milik Toyota Sienta, Yaris dan Vios. Yaitu mesin 2NR-FE, merupakan mesin penerus 1NZ-FE yang melegenda sejak jaman Vios generasi pertama 2003 silam.

Mesin ini merupakan bagian dari keluarga Toyota NR Engine. Pengembangan yang dilakukan terhadap mesin seri NR mengedepankan efisiensi bahan bakar dan gas buang rendah. Teknologi Dual VVT-i pun disematkan dan meningkatkan rasio kompresi hingga mencapai 11,5:1. Tenaga dihasilkan sebesar 106 hp (107 PS) dengan torsi 140 Nm. Untuk transmisi, kemungkinan ada pilihan manual 5-kecepatan selain Continuously Variable Transmission (CVT).

Sumber : oto.com

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Hello. Add your message here.