Jangan Mengukur Pertumbuhan Anak dengan Melihat Berat dan Tinggi Badannya saja , Ini 6 Alasan Tumbuh Kembang Anak Tak Sesuai Pada Usianya

balita-lucu

Setiap orangtua tentunya peduli dengan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Bagi Bunda yang memiliki anak balita, pasti sangat memperhatikan segala tingkah laku si kecil yang sangat menggemaskan dan terkadang mengejutkan. Namun bila anak Bunda tidak tumbuh sesuai dengan anak seusianya, tentunya Bunda akan merasa khawatir.

Usia 1-5 tahun merupakan usia emas dimana anak tumbuh berkembang dengan cepat. Jika Bunda merasa bahwa si kecil tidak tumbuh dengan cepat, merupakan hal yang wajar bila Bunda merasa khawatir.

Ada beberapa aspek dalam perkembangan anak, yaitu bicara, penglihatan, keterampilan motorik (kasar dan halus), keterampilan sosial emosional, dan kecerdasan kognitif. Keterlambatan dapat terjadi pada satu atau lebih aspek.

Beberapa penelitian telah melaporkan terjadinya keterlambatan perkembangan pada 10-15% anak berusia kurang dari tiga tahun.

Makanya, pengenalan keterlambatan perkembangan sejak dini sangatlah penting. Karena semakin cepat diterapi, semakin baik pula hasilnya.

Yang perlu diingat, jangan pernah mengukur pertumbuhan anak dengan hanya melihat berat dan tinggi badannya saja. Perkembangan otak juga merupakan bagian dari pertumbuhan balita. Karena anak tidak tumbuh secara fisiknya saja, tetapi juga secara mental.

Di bawah ini beberapa alasan yang mungkin menjadi penyebab mengapa anak Bunda tidak tumbuh berkembang seperti seharusnya.

1. Rewel saat makan

Balita yang selalu rewel pada saat makan akan sangat susah untuk diatur. Jika anak Bunda terus menerus menolak ketika disuapi, beri pengertian dengan tegas bahwa apa yang ada di piring harus dihabiskan. Anak yang tidak mendapat asupan makanan yang cukup akan membuatnya lambat dalam berkembang. Jangan lupa tambahkan pula suplemen untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

2. Kurang protein

Makanan yang diberikan kepada balita harus mengandung nutrisi yang seimbang. Terkadang kita berpikir bahwa yang penting anak sudah makan beberapa suap nasi. Padahal balita juga butuh asupan protein yang lebih banyak dibandingkan karbohidrat. Karena protein akan membantu pertumbuhan anak dengan membuatnya tumbuh tinggi dan pintar. Sedangkan mengonsumsi makanan yang berminyak dan berlemak, hanya akan membuat si anak menjadi gemuk.

3. Asi

Asi sangat bagus untuk bayi namun tidak untuk anak di atas umur dua tahun. Mereka butuh nutrisi yang lebih. Tambahkan asi dengan makanan yang mengandung kalsium dan protein yang tinggi seperti yogurt dan keju.

4. Olahraga

Terkadang ada beberapa orangtua yang memberi anak mainan berupa video games agar tidak rewel dan tetap diam. Namun kebiasaan seperti itu tidak baik karena bila anak sudah ketergantungan terhadap video games, akan membuatnya terus diam di tempat dan kurang bergerak. Padahal balita memang sudah seharusnya banyak bergerak.

5. Kurang tidur

Bila orang dewasa perlu tidur 6-8 jam setiap malam, balita butuh waktu yang lebih untuk tidur. Tidur merupakan saat yang penting bagi anak. Sebab saat istirahat otot anak akan tumbuh. Maka dari itu kurang tidur akan menyebabkan si kecil tidak tumbuh sebagaimana seharusnya.

6. Sering jatuh sakit

Bila si kecil sering jatuh sakit, pertumbuhannya akan ikut terganggu. Ketika sakit, anak akan merasa tidak nafsu makan padahal ia membutuhkan banyak energi untuk membantu masa penyembuhan. Berikan makanan dan suplemen yang dapat membangun daya tahan tubuh anak agar ia tidak mudah sakit. (sayangianak)

Oleh : Sandra Karina

Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.