Ar Rohmah Malang, The Best Islamic Boarding School in Indonesia 

arrohmah-malang

Tujuan pendidikan adalah suatu kondisi yang menjadi target transformasi ilmu dan materi. Tujuan ini merupakan  panduan dan acuan bagi seluruh kegiatan dalam sistem pendidikan. Maka, sebagaimana pengertiannya, Pendidikan Islam merupakan  upaya sadar, terstruktur, terprogram  dan sistematis bertujuan untuk membentuk manusia sesuai dengan visi dan misi penciptaanya yaitu sebagai ‘abdullah dan kholifah-Nya dengan karakteristik

  1. memiliki mental spiritual yang kokoh -aspek ruhiyah-
  2. memiliki ilmu dan keluasan wawasan kehidupan -aspek aqliyah-
  3. memiliki keahlian dan ketrampilan –aspek jismiyah. Ketiga  karakter tersebut dengan indikasi taqwa, cerdas dan trampil.

Pada prinsipnya terdapat lima langkah dalam metode pembentukan dan pengembangan ruhiyah islamiyah dalam diri seseorang sebagaimana Allah telah membimbing Rasulullah SAW. sesuai dengan urut urutan nuzulnya wahyu yaitu :

Pertama,  menanamkan  aqidah Islam kepada yang bersangkutan dengan metode mengenalkan apa sesungguhnya hakikat tuhan alam dan manusia itu. Dari sanalah akan lahir kesadaran tauhid sebagai landasan dalam memandang hidup dan kehidupan.

Kedua,  membangun cita cita menegakkan Islam sebagai konsekwensi dari beraqidah Islam.

Ketiga, membekali diri dengan ibadah ritual, membangun hubungan dengan Allah sebagai sumber haul dan quwwah.

Keempat, mengajak untuk tampil kegelanggal menyampaikan amat Islam.

Dan kelima, membangun Islam yang utuh dengan menampilkan sosok yang islami.

MEMBENTUK MENTAL SPIRITUAL/ TARBIYAH RUHIYAH

Tujuan yang pertama ini pada hakikatnya merupakan konsekuensi keimanan kepada Allah yaitu  bahwa ia harus berserah diri sepenuhnya kepada Allah yang terrefleksikan dalam keta’atan dan ketundukkan terhadap  syari’at Islam.

Sebenarnya, begitu seseorang merasa mantap dengan aqidah Islam yang dipeluknya dan bertekad membangun kepatuhan dan ketundukan kepada Allah berdasar aqidah yang benar sudah mengindikasikan bahwa yang  bersangkutan telah berhasil membentuk ruhuyah islamiyah dalam dirinya.

“Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian, sehingga dia menjadikan hawa nafsunya mengikuti  apa-apa (dinul Islam) yang kubawa.” (Hadits Arba’in An Nawawiyyah)

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga aku menjadi akalnya yang ia berpikir dengannya.” (Hadits Qudsi)

MEMILIKI KELUASAN ILMU PENGETAHUAN (TARBIYAH AQLIYAH)

Tujuan kedua ini sebenarnya juga merupakan konsekuensi lanjutan dari ke-Islaman seseorang. Islam mendorong setiap muslim  untuk menjadi seorang manusia yang berilmu dengan cara men-taklif-nya (memberi beban hukum) kewajiban menuntut ilmu. Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin,  Bab Ilmu, membagi ilmu  dalam dua kategori ilmu berdasarkan takaran kewajibannya.  

Pertama adalah ilmu yang dikategorikan sebagai fardu a’in, yakni ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap individu muslim. Ilmu yang termasuk dalam golongan ini  adalah ilmu-ilmu tsaqofah Islam, seperti pemikiran, ide dan hukum-hukum Islam (fiqh), bahasa Arab, sirah nabawiyahulumu al-Qur’an dan tahfidzu al-Qur’anulumu al-Hadits dan tahfidzu al-Haditsushu al-fiqh dan sebagainya.

Kedua adalah ilmu yang dikategorikan sebagai fardu kifayah, yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh salah satu atau sebagian saja dari umat Islam. Ilmu yang termasuk dalam golongan ini  adalah ilmu-ilmu kehidupan yang mencakup ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan, seperti ilmu kimia, biologi, fisika, kedokteran, pertanian, teknik dan sebagainya.

“ Katakanlah (hai Muhammad), apakah sama orang-orang yang berpengetahuan dan orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (QS. Az-Zumar: 9)

“ Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.”(H.R. Baihaqi, Anas RA, Atthabrani)

Dalam ayat di atas, Allah SWT menjelaskan ketidaksamaan  antara orang-orang yang berilmu dengan yang bodoh.  Antara ilmu dan kebodohan, masing-masing memiliki martabat dan kedudukan yang berbeda di mata masyarakat dan di sisi Allah SWT. Oleh karena itu Allah SWT berfirman:

“Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadalah: 11)

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga golongan yang akan memberi syafaat (pertolongan) di hari Kiamat: (1) para nabi, (2) para ulama (orang yang berilmu), (3) syuhada.” (HR. Ibnu Majah dari Usman bin Affan)

Selanjutnya,  Al Qur’an mengancam orang-orang yang telah memeluk Islam sementara mereka  tidak (mau) memahami  Islam dan Al Qur’an. Allah mencapnya dengan lafaz jahiliyah.

“Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al Ahzab: 33)

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah, bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al Maidah: 50)

“Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “ Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?” Katakanlah, sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.” (QS. Ali Imran: 154)

Dorongan kuat agar setiap muslim menuntut ilmu pengetahuan , membuktikan bahwa  Islam membentengi  manusia dengan menjadikan aqidah Islam sebagai satu-satunya asas bagi kehidupan seorang muslim, termasuk dalam tata cara berpikir, berkehendak, sehingga setiap tindakannya terlebih dulu diukurnya dengan standar aqidah Islam. Dengannya setiap muslim memiliki pijakan yang sangat kuat  dan dengan cerdas membaca segala persoalan dam mampu mencarikan solusi secara tepat dan Islami.

MEMILIKI KETRAMPILAN YANG PROFESIONAL (TARBIYAH JISMIYAH)

Tujuan yang ketiga adalah merupakan Perhatian  besar Islam pada ilmu-ilmu teknik dan praktis serta latihan-latihan keterampilan dan keahlian, menempatkannya sebagai salah satu tujuan pendidikan Islam. Penguasaan keterampilan yang serba material ini juga  merupakan tuntutan yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam rangka pelaksanaan tugasnya sebagai khalifah Allah SWT. Hal ini diindikasikan dengan terdapatnya banyak nash dalam Al Qur’an dan Hadits yang mengisyaratkan kebolehan mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan umum atau keterampilan (seperti  yang beberapa di antaranya  telah diungkapkan sebelumnya). Sebagaimana halnya dengan iptek, Islam juga menjadikan penguasaan keterampilan sebagai fardlu kifayah, yaitu suatu kewajiban yang harus dikerjakan oleh sebagian rakyat apabila ilmu-ilmu tersebut sangat dibutuhkan umat, seperti rekayasa industri,  penerbangan, pertukangan dan lainnya.

“Tuntutlah pada apa yang diberikan kepadamu oleh Allah akan akhirat, dan jangan engkau melupakan bahagianmu di dunia ini.” (QS. Al Qashash: 77)

“Siapkanlah bagi mereka kekuatan dan pasukan kuda yang kamu sanggupi.” (QS. Al Anfal: 60)

Juga firman Allah tentang Nabi Nuh AS.:

“Buatlah perahu dengan pengawasan dan ajaran kami. Dan jangan kamu bercakap kepadaku tentang orang-orang yang aniaya. Sesungguhnya mereka itu tenggelam.” (QS. Hud: 37)

Begitu pula firman Allah tentang Nabi Daud AS:

“Kami ajarkan kepadanya tentang cara membuat pakaian untuk melindungi  kamu dari bahayaAdakah kamu bersyukur.”  (QS. Al Anbiya: 80)

“Hiasilah wanita-wanita kalian dengan ilmu tenun.” (HR. Al Khatib dari Ibnu Abbas RA)

Dalam kitab Al Furusiyah (Ibnul Qoyyim), diriwayatkan bahwasanya Rasulullah suatu ketika melihat dan menunjuk busur-busur panah buatan orang-orang Arab. Beliau berkata: “Dengan ini, dengan busur-busur, tombak, Allah SWT mengokohkan kekuasaanmu di dalam negeri dan  menolong kalian atas lawan-lawanmu.”

Pada kali yang lain, Rasulullah SAW pernah memerintahkan Asy-Syifa binti Abdullah agar mengajarkan kepada Hafshah Ummul Mukminin tentang menulis dan pengobatan dengan doa dan jampi. Beliau juga pernah menganjurkan kaum muslimah agar mempelajari ilmu tenun, menulis dan merawat orang sakit (pengobatan).

Target Output

Untuk menjadikan proses pendidikan dilingkup LPI Ar-Rohmah malang ini berjalan sesuai cita-cita para pendiri dan perintis maka seluruh rangkaian program kerja, aktifitas kegiatan pembelajaran harus mengaju epada tercapaianya target output yang sudah disepakati. Sesuai dengan cita-cita, visi, misi dan tujuan pendidikan integral hidayatullah maka target output ini merupakan aplikasi dari konsep taqwa, cerdas dan mandiri.

Masing-masing dari ketiga icon ini memiliki turunan 5 karekteristik dasar santri, sehingga jika dijumlahkan 5+5+5 menjadi 15 karakter. Dengan memiliki 15 karakter ini diharapkan santri alumni LPI-A telah menjadi bagian dari umat yang senantiasa berjamaah dalam memperjuangkan Islam, demi tegaknya izzul islam wal muslimin. Untuk memudahkan penyebutan maka 15 karektiristik dasar santri ini disingkat dengan istilah “generasi 555”. Generasi yang akan  dilahirkan kelak adalah mereka yang senantiasa berjamaah dalam memperjuangkan Islam, memiliki keyakinan utuh akan pertolongan Allah, Rasulullah dan orang-orang mukmin seperti janji Allah swt dalam surat ke-5(Al-Maidah) ayat 55.

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang  yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Q.S Al-Maidah ayat 55)

TAQWA

a) Beraqidah Shohihah

  • Memahami Konsep Ilmu menurut Islam
  • Menjelaskan pengertian, kedudukan, kategori, sumber-sumber, jalur-jalur memperoleh Ilmu, keutamaan menuntut Ilmu, bekal bagi penuntut ilmu, adab-adab menuntut Ilmu, penghalang-penghalang dalam mencari Ilmu, kewajiban orang yang berilmu.
  • Memahami aqidah sesuai manhaj salafush shalih
  • Menjelaskan pengertian , kedudukan, sumber, cara memahami Aqidah menurut salafusholih, penyimpangan-penyimpangan dalam memahami Aqidah, hakikat ma’rifatullah, meliputi rububiyyah, uluhiyyah maupun asma’ dan shifat-Nya dari surah al-alaq, hakikat ma’rifatul Insan, hakikat ma’rifatul Alah, hakikat ma’rifatur Rasul, kedudukan, fungsi dan konsekuensi dan pembatal-pembatal syahadatain.
  • Memiliki sikap wala’ dan bara’
  • Menjelaskan pengertian, konsep wala’ dan bara’ dalam surah al-Alaq dan surah-surah lainnya, nilai penting wala’ dan bara’ bagi seorang muslim, Menerapkan sikap wala’ dan bara’ dalam kenyataan hidup sehari-hari.

b) Berakhlak Karimah

  • Memahami konsep haq dan Batil
  • Menjelaskan makna surat Al-Qolam 1-7, pengertian haq dan batil, Mengklasifikasikan konsep haq dan batil dalam surah al-Qalam dan surah-surah lainnya, Mengidentifikasi orang yang berpegang teguh pada haq dan yang berpegang teguh pada batil, Mengamalkan haq dan batil dalam keseharian
  • Memiliki visi hidup qurani
  • Menjelaskan konsep visi hidup qurani dalam surah al-Qalam, menjelaskan ta’rif Al-quran dan tujuan diturunkannya, kewajiban  seorang muslim terhadap Al-Quran dan  akibat hidup tidak ber-Quran, syarat  berinteraksi dengan Al-Quran, Mengamalkan Al-Quran seperti para sahabat nabi saw
  • Menjadikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah
  • Menjelaskan pengertian, kedudukan, fungsi dan tugas, sifat-sifat, kewajiban kita terhadap Rasulullah, aspek-aspek keteladanan pada diri Rasulullah, keutamaan dan kekhususan menjadikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah, Menggambarkan hasil dan akibat-akibat dari menjalani hidup tanpa ber-uswah pada Rasulullah, Memperaktikkan akhlak Rasulullah

c) Beribadah ikhlas dan Istiqomah

  • Senantiasa beribadah kepada Allah, yang wajib maupun sunnah
  • Menjelaskan makna, tujuan, syarat diterimanya ibadah, macam-macam ibadah yang wajib dan sunnah, Menjalankan ibadah wajib dan sunnah dalam keseharian
  • Senantiasa bertaqorrub kepada Allah dengan Qiyamul lail, Tartil Qur’an, Dzikrullah, Tabattul, Tawakkul, Sabar, Hijrah
  • Menjelaskan makna dan tujuan bertaqarrub kepada Allah, Menjalankan qiyamullail , Membiasakan tartil Al-Qur’an, dzikrullah, Mempraktekkan tabattul (sikap total) di jalan Allah, sikap tawakkal kepada Allah, hidup sabar, makna dan tujuan hijrah,  Menjauhi kemaksiatan dan pelakunya
  • Berbudaya Islami dan menjauhi budaya jahiliyah
  • Menjelaskan makna budaya Islami dan budaya jahiliyah, Mengklasifikasikan budaya Islami dengan budaya jahiliyah yang ada di tengah-tengah masyarakat, Menerapkan budaya islami dan Menjauhi budaya jahiliyah.

d) Berdakwah dengan hikmah

  • Aktif berdakwah
  • Menjelaskan makna dan tujuan, sasaran, metode dan sarana dakwah , Aktif berdakwah di tengah-tengah masyarakat
  • Aktif ber-amar ma’ruf dan nahi munkar
  • Menjelaskan makna dan tujuan amar makruf dan nahi munkar, etika , tingkatan-tingkatan beramar makruf nahi munkar, dan melaksanakannya
  • Memiliki karakteristik seorang da’i
  • Mewujudkan nilai-nilai keteladanan dalam diri, sebelum berdakwah kepada orang lain, Melaksanakan da’wah yang berorentasi pada pengagungan Allah, Menjaga kesucian diri dan keluarga secara lahir dan batin, Menjauhi dosa-dosa besar maupun kecil, Melaksanakan dakwah tanpa pamrih, Melaksanakan da’wah dengan sabar dan penuh hikmah

e) Komitmen Berjamaah

  • Memiliki kesadaran untuk menegakkan Islam secara kaffah
  • Memahami konsep al-jama’ah
  • Memiliki komitmen hidup berjama’ah dalam sebuah kepemimpinan
  • Mempersiapkan diri untuk berjihad fisabilillah
  • Memahami Hidayatullah sebagai jama’ah minal muslimin
  • Siap menjadi kader atau anggota jama’ah Hidayatullah
  • Memiliki loyalitas kepada kepemimpinan dalam jama’ah Hidayatullah

CERDAS

a) Membaca, menghafal dan memahami Al-Quran-Hadits

  • Mampu membaca Al-Quran dengan tartil dan mujawwad (lulus metode ummi)
  • Menghafal sebagian surat-surat Al-Quran (reguler 3 juz, takhoshus10 juz) dan Hadits Nabi saw [Hadits-hadits doa dan dzikir harian (SMP) dan hadits arbain nawawi (SMA)]
  • Memahami sebagian surat-surat Al-Quran dan Hadits Nabi saw (tafsir al-muyassar juz 30,29,28 dan kitab makarimul akhlaq liman aroda al-akhlaq dan adabul Islamiyah linnasyiah)

b) Memahami pokok-pokok ulumuddin

  • Siswa memahami pokok-pokok aqidah, fiqh dan tarikh Islam
  • Siswa mampu membaca kitab bahasa Arab sederhana
  • Mampu meng-i’rob kalimat-kalimat berbahasa Arab
  • Mampu mengkhatamkan, membaca 8 kitab
  • Menguasai minimal 75 % kompetensi dasar seluruh mata pelajaran
  • Mampu mendapatkan nilai tugas, ulangan harian dan tes semester minimal sesuai KKM

c) Mampu berfikir logis-analisis dan menguasai sains-teknologi

  • Mampu berpikir konstruktif, ilmiah, logis dan analitis
  • Mengetahui konsep sains dalam prespektif Islam
  • Menguasai minimal 85 % kompetensi dasar seluruh mata pelajaran
  • Mampu mendapatkan nilai tugas, ulangan harian dan tes semester minimal sesuai KKM
  • Rerata nilai UAN SMP 8,0 (9,8 individu), rerata nilai UAN SMA 7,0 (9,0 individu)

d) Trampil berbahasa nasional-internasional

  • Senang membaca buku-buku pengetahuan
  • Memiliki koleksi buku pengetahuan minimal 4 judul pertahun
  • Selalu membawa buku untuk dibaca dikala senggang
  • Memiliki minimal 1250 kata dlm bahasa Arab-Inggris
  • Mampu membaca dengan lancar dan menulis/mengarang sederhana
  • Mampu memahami bahasa dan dialog sehari-hari dengan bahasa Arab-Inggris
  • Mampu menyampaikan gagasan lisan minimal selama 30 menit

e) Memiliki karya tulis

  • Mampu menyusun minimal 1 buah karya tulis
  • Mampu membuat proposal dan laporan sederhana
  • Mampu menampilkan karya dalam madding atau media lainnya
  • Mampu membuat resensi maupun ringkasan sebuah buku
  • Mampu membuat karya teknologi terapan sederhana (SMA)

MANDIRI

a) Memiliki Jiwa Pemimpin

  • Mampu menjadi imam sholat, berani mengumandangkan Adzan
  • Trampil memimpin pelatihan baris berbaris (PBB)
  • Mampu menyampaikan gagasan dan mempengaruhi orang lain
  • Aktif di kepengurusan organisasi sekolah baik di OPH /ISTH/ kelas / asrama
  • Mampu mengatur dan bekerja sama dalam team work

b) Disiplin, berani, jujur dan bertanggungjawab

  • Memiliki karakter disiplin dalam segala hal
  • Menghargai waktu dengan melakukan kegiatan positif
  • Berani menyampaikan dan menegakkan kebenaran dalam kondisi apapun
  • Berperilaku jujur, bersih, rapi, indah
  • Mampu menjaga barang pribadi dengan baik
  • Sanggup menerima segala resiko dari perbuatannya

c) Berbadan kuat dan sehat

  • Menjaga kebersihan fisik, pakaian dan lingkungan
  • Menjaga kebugaran tubuh
  • Terbiasa makan dan minum yang halal, baik dan tidak berlebihan
  • Cekatan, sigap dan tidak sakit-sakitan

d) Mampu menyelesaikan persoalan pribadi

  • Menjaga kebersihan fisik, pakaian dan lingkungan
  • Menjaga kebugaran tubuh
  • Terbiasa makan dan minum yang halal, baik dan tidak berlebihan
  • Cekatan, sigap dan tidak sakit-sakitan
  • Mampu memecahkan persoalan muamalah (interaksi) sosial.
  • Mampu mengatur keuangannya sehari-hari
  • Mampu merawat, merapikan pakaian, menjaga barang inventaris pribadi.
  • Mampu melaksanakan ibadah harian dengan kesadaran sendiri.
  • Berinisiatif untuk belajar mandiri.

e) Aktif, kreatif, inovatif

  • Aktif mengikuti kegiatan sekolah, asrama dan masyarakat
  • Melakukan penelitian sederhana
  • Memiliki karya seni, tulis, desain dan kreasi tangan
  • Mampu mengisi waktu luang dengan kegiatan pribadi yang bermanfaat

Profil SDM Ar-Rohmah

Sumber daya manusia di Lembaga Pendidikan Islam Ar-Rohmah Pesantren Hidayatullah Malang berasal dari alumni Timur Tengah dan Perguruan Tinggi ternama di Indonesia, yang terdiri:

  1. Guru bidang studi
  2. Murrobi (pengasuh) di asrama
  3. Pelatih ekstra kuriler
  4. Teknisi computer
  5. Tenaga kebersihan, tenaga pertamanan, tenaga maintenance, dan tenaga keamanan
  6. Perawat kesehatan
  7. Tim kesekretariatan dan Humas

Alamat

Jalan Raya Apel No.61, Sumbersekar, Dau, Malang, Jawa Timur
Telepon : (0341) 461-231
Email: arrohmahmalang@gmail.com
Website : http://www.arrohmahputra.com/

Baca juga : 

Viva Cosmetic
Pasang Iklan di Website Ini +6285773713808
Hello. Add your message here.