5 Prinsip Kunci Melejitkan Produktivitas Di Bidang Apapun

Prinsip 1. Work With Passion
Prinsip pertama agar pekerjaan menjadi produktif adalah passion. Apakah kita benar-benar mencintai apa yang kita lakukan? Apakah kita antusias dan bergairah dengan pekerjaan kita? Sebab sebagaimana yang pernah dikatakan Emerson, bahwa “Nothing great was ever achieved without enthusiasm.”
Ungkapan Emerson pun diatas bisa diartikan bahwa tidak ada produktivitas tanpa antusiasme. Hanya jika kita benar-benar passionate dengan kita punya pekerjaan, maka kita bisa menjadi produktif terus menerus.
Nampaknya ada kekuatan luar biasa dari sebuah passion dalam membantu kita menjadi lebih produktif. Terutama bahwa kita akan enjoy dengan setiap proses yang kita lalui. khususnya dalam hal-hal yang nampaknya kecil namun sebenarnya cukup penting. Bagi kebanyakan orang hal-hal kecil biasanya diabaikan begitu saja. Padahal ketabahan dan keseriusan pada hal-hal kecil itu akan membuat kita berhasil dalam setiap upaya yang kita lakukan.
Dalam buku Outliers oleh Malcolm Gladwell disebutkan sebuah study yang dilakukan untuk melihat tingkat kegigihan para siswa dalam melakukan hal-hal yang terkesan kecil dan remeh-temeh. Para siswa diberikan test yang berisi banyak sekali pertanyaan-pertanyaan kecil seperti “dengan siapa kau bermain waktu kecil?”, “apa pekerjaan orang tuamu?” dan lain sebagainya.
Hasilnya, sekitar 80% siswa meninggalkan test itu kosong begitu saja dan pergi dalam waktu kurang dari 15 menit.
Sederhananya kalau begini, bukankah kita menjadi tidak produktif?
Prinsip 2. Managing Energi Not Only Time
Dalam buku The Power of Full Engagement, Jim Loehr dan Tony Schwartz, menyebutkan bahwa energilah sumber daya utama kita dalam bekerja bukannya waktu.
Kita semua punya jatah waktu yang sama. 24 jam sehari. Tapi meski demikian ada orang yang berhasil menjadi produktif ada pula yang tidak. Mengapa? Jawabannya adalah: sebab yang mereka coba untuk kelola adalah waktunya. Tapi tidak energinya.
Permasalahannya adalah, ya mungkin time management kita sudah sempurna. Seperti jam sekian kita akan bangun, jam sekian bekerja, jam sekian melakukan ini, dan jam sekian melakukan itu.
Permasalahannya hanya satu. Perencanaan waktu itu hanya sekedar perencanaan tanpa eksekusi, sebab pada waktu yang bersangkutan kita sudah kehabisan energi duluan.
Time Management is Dead.” Demikian ungkap seorang pakar produktivitas, Dave Crenshaw.
Yang perlu kita lakukan sebenarnya sederhana. Yakni bukannya berfokus pada mengelolah waktu, melainkan mengelola energi. Sebab waktu itu adalah sesatu yang tetap. Sementara cadangan energi sangat mudah menguap. Hal-hal semaca kemacetan, stress, dan sebagainya demikian cepat menyedot cadangan energi kita setiap harinya.
Mengelolah energi bukan berarti kita tidak menghiraukan waktu sama sekali. Tapi kita hanya tidak berfokus pada waktunya. Tapi kita berfokus pada energi kita. Maka dengan begini kita akan paham, kapan kita harus istirahat, kapan kita harus olahraga, kapan kita mengasup energi dari makanan serta kapan harus berkonsentrasi penuh melakukan pekerjaan. (Untuk lebih detailnya, hal ini akan dikupas pada pembahasan tersendiri).
Prinsip 3. Teamwork Synergy
Prinsip terpenting selanjutnya dalam hal melejitkan produktivitas adalah kerja sama. Tidak ada orang yang bisa sukses sendirian. Semuanya butuh orang lain. Dan inilah bentuk sinergitas. Masing-masing orang melakukan apa yang menjadi kekuatan utamanya. Demikian pula dengan kita. Kita tidak bisa menjadi semua hal untuk semua orang. Untuk berhasil, kita harus fokus pada tugas utama kita, selanjutnya sisanya kita delegasikan kepada yang terbaik di bidangnya.
Dengan begini, hasilnya pasti jauh lebih baik daripada kita mencoba melakukan semuanya setengah-setengah. Maka produktivitas pun akan melonjak naik secara drastis.
Sebagian orang mengaku bisa melakukan banyak hal alias multitasking. Namun studi demi studi telah membuktikan bahwa tidak ada namanya multitasking. Pikiran kita hanya bisa melakukan suatu hal dalam suatu waktu.
Ya anda memang bisa berjalan dan berbicara sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Tapi itu hanya berlaku pada hal-hal yang sifatnya otomatis, yang tidak membutuhkan konsentrasi saat melakukannya. Sebab itu adalah bagian lain daripada otak.
Namun, sekarang kampanye “no Cellphone when driving” bisa kita temukan dimana-mana. Bahkan hal itu dikampanyekan oleh orang-orang sekelas Oprah. Demikianlah bahwa otak kita tidak bisa fokus pada dua hal pada waktu yang bersamaan.
Prinsip 4. Preparation Matter
Ada petuah bijak yang mengatakan, “1 menit yang kita gunakan untuk merencanakan, menghemat waktu 10 menit dalam tindakan.
Demikianlah persiapan menjadi prinsip kunci selanjutnya dalam meningkatkan produktivitas. Melalui persiapan kita menjadi terarah akan apa yang harus dilakukan. Sehingga kita tidak membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak penting dan tidak menghasilkan produktivitas.
Mempersiapkan segala sesuatunya pada malam hari sebelum tidur, tentu akan membuat kita lebih tenang dan lebih fokus dalam bekerja keesokan harinya. Tidak lucu dong kalau harus buang-buang waktu bolak-balik ke rumah hanya karena ada yang ketinggalan.
Persiapa juga berarti memiliki jadwal akan apa yang harus dilakukan pada hari itu. Istilahnya “to-do-list.” Dengan list tugas-tugas yang harus dilakukan kita bisa lebih cerdas mengelola waktu dan energi untuk hasil yang lebih produktif.
Hanya saja pastikan bahwa kita tidak membuat list yang terlalu banyak. Sehingga bisa jadi kita akan keteteran dan tidak berhasil melakukan list kita. Ini justru akan berdampak negatif pada kondisi kita selanjutnya.
Para pakar menganjurkan agar maksimal kita punya 3 list poin-poin paling penting yang akan kita lakukan pada hari itu.
Prinsip 5. Be Your Self and Make Peace With Mistake
Prinsip terakhir, dan bisa jadi menjadi prinsip yang paling penting dari semuanya, adalah percaya diri dan jangan takut melakukan kesalahan.
Kerapkali orang-orang menjadi tidak produktif sebab terhambat oleh diri mereka sendiri. Ada semacam mental block yang menghalangi untuk bergerak maju. Perasaan tidak percaya diri, atau takut berbuat salah adalah yang paling umum.
Contoh sederhananya dalam hal menulis. Kebanyakan orang menjadi tidak berhasil menulis, sebab takut tulisannya salah, atau jelek. Atau mereka mau membuat tulisan yang langsung super duper bagus, tapi faktanya mereka tidak bisa. Akhirnya ujung-ujungnya adalah menunda. Syukur-syukur kalau tidak menyerah.
Nah, untuk bisa berhasil menghasilkan outcome, kita harus hancurkan itu mental block. Dengan lain kata kita kudu berani dan berdamai dengan kesalahan. Kesalahan adalah media untuk belajar dan bertumbuh. Hanya dengan mindset demikian maka kita akan bisa maju dan menjadi produktif.
Demikianlah 5 prinsip kunci untuk meningkatkan produktivitas kerja dalam bidang apapun. Yakni passion, kerja sama, manajemen energi, perencanaan serta mendobrak mental takut salah, maka bisa dipastikan produktivitas kita akan meroket tajam ke level yang gemilang.
Mudah-mudahan hal tersebut juga bisa “bunyi” di kehidupan kita semua. Termasuk anda dan saya pribadi. Sehingga kita pun bisa menjadi pribadi yang lebih produktif. Dan sukses.
Oleh : Edward Rhidwan
Kosmetik Terbaik Wanita Indonesia Selengkapnya...
Hello. Add your message here.