Ujian Kejujuran

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga kita termasuk hamba-hamba Alloh yang haqqul yakin kepada-Nya. Karena hanya orang-orang yang haqqul yakin yang akan memiliki ketenangan dalam menjalani hidup ini. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, setiap kali sebuah sekolah mengadakan ujian kelulusan untuk siswanya, maka sesungguhnya ada ujian yang lebih besar yang ketika itu juga sedang dijalani, yaitu ujian kejujuran. Karena ada sekolah yang demi menjaga nama baik, prestise sekolahnya, maka melakukan rekayasa sehingga pada ujian tersebut siswanya lulus semua.

Ingin semua siswanya lulus, ingin nama baik sekolahnya terjaga, ini adalah hal yang wajar. Akan tetapi jika ditempuh dengan langkah ketidakjujuran, maka ini sesungguhnya masalah. Hasil ujian mungkin belum diumumkan, namun sekolah yang demikian sudah pasti tidak lulus dalam urusan yang lebih besar yaitu urusan kejujuran. Mengapa ini menjadi penting? Bayangkan saja, demi kelulusan semua siswanya, lembaga pendidikan rela melakukan ketidakjujuran!

Padahal kejujuran itu fondasi akhlak. Rosululloh Saw. sejak masih belia, dikenal oleh masyarakat di sekitarnya bukan karena kegantengan, kekayaan, kepintaran atau kekuatannya, melainkan karena kejujurannya. Sehingga masyarakat memberikan gelar kepada beliau sebagai Al Amiin, orang yang jujur terpercaya. Setiap perkataan terjamin kebenarannya, setiap tindakan jauh dari keburukan, setiap janji dipenuhi dan amanah ditunaikan dengan baik.

Ketika Rosululloh Saw. muda berbisnis, maka bisnisnya jauh dari kecurangan. Sehingga banyak para pemilik modal yang bersuka cita menanamkan modalnya kepada beliau. Demikian juga para pembeli, senang berbelanja kepada beliau karena kejujurannya.

Rosululloh Saw. bersabda, “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan terus-menerus seseorang berlaku jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Alloh sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan terus menerus seorang hamba itu berdusta dan memilih yang dusta sehingga dicatat di sisi Alloh sebagai pendusta”. (HR. Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kejujuran adalah pangkal dari kemuliaan. Semoga kita termasuk orang-orang yang mulia dan selamat karena kejujuran. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Oleh: KH. Abdullah Gymnastiar, Sumber: smstauhiid.com

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

9 thoughts on “Ujian Kejujuran

  1. Good blog! I really love how it is easy on my eyes and the data are well written. I am wondering how I could be notified when a new post has been made. I have subscribed to your feed which must do the trick! Have a great day!

  2. With every little thing which seems to be developing inside this particular subject matter, all your viewpoints tend to be rather refreshing. Nonetheless, I appologize, because I do not give credence to your whole theory, all be it refreshing none the less. It appears to me that your remarks are generally not completely validated and in reality you are your self not even fully confident of your point. In any case I did appreciate reading through it.

  3. Having read this I believed it was extremely enlightening. I appreciate you finding the time and effort to put this article together. I once again find myself personally spending a significant amount of time both reading and posting comments. But so what, it was still worthwhile!

  4. An impressive share! I’ve just forwarded this onto a friend who had been conducting a little research on this. And he actually ordered me breakfast due to the fact that I discovered it for him… lol. So let me reword this…. Thank YOU for the meal!! But yeah, thanks for spending the time to discuss this issue here on your blog.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

14 Sekolah Kedinasan Gratis Lulus Langsung Jadi CPNS
Hello. Add your message here.