Kisah tentang Saba

Yuk bagikan infonya...

Para ahli nasab berkata, “Namanya adalah Saba Abdu Syams bin Yasyjab bin Ya’rab bin Qahthan.”

Mereka berkata, “Dia adalah orang yang pertama-tama ditawan di kalangan bangsa Arab. Oleh karena itu, dinamakan Saba.”

Dikatakan, “Dialah orang yang pertama-tama memakai mahkota.”

Sebagian dari mereka berkata, “Dia seorang muslim dan memiliki sebuah syair yang berisi kabar gembira tentang keberadaan rasul. Sebagian arti syair itu adalah,

Raja agung setelah kita

akan dikuasai oleh seorang nabi yang tegas

dalam perkara haram

Setelah itu bekuasalah raja-raja diantaranya

memihak kepada rakyat dengan tidak merasa hina

Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Wa’lah, dia berkata, “Aku pernah mendengar Abdullah bin Abbas berkata, ‘Seseorang bertanya kepada Nabi SAW tentang siapa sebenarnya Saba? Nama orang perempuan atau laki-laki?’ Rasulullah SAW lalu bersabda, ‘Dia adalah seorang laki-laki sepuluh bersaudara. Enam bersaudara dari mereka tinggal di Yaman, sedangkan empat bersaudara dari mereka tinggal di Syam. Mereka yang tinggal di Yaman adalah anggota kabilah Madzjah, Kindah, Uzd, Al Asy’ariyun, Anmar, dan Himyar. Adapun yang tinggal di Syam adalah anggota kabilah Lakhm, Jadzam, Amilah, dan Ghassan‘.” (HR. Ahmad)

Orang-orang Arab menamakan semua kerajaan yang ada di Yaman, khususnya Asy-Syihr dan Hadhramaut, dengan nama Tubba, sebagaimana mereka menamakan raja-raja yang ada di Syam dengan nama Kaisar, menamakan Raja Mesir dengan nama Fir’aun, menamakan Raja Habasyah dengan nama Najasyi, dan menamakan Raja India dengan nama Bathlimus.

Tidak sedikit ulama salaf dan khalaf yang menyebutkan bahwa bendungan Makrib adalah karya bangsa Saba. Berawal dengan adanya air yang mengalir di antara dua gunung, maka mereka membuat bendungan di antara keduanya dengan bangunan (bendungan) yang sangat kokoh sehingga air meninggi sampai puncak-puncak kedua gunung. Kemudian mereka membuat kebun-kebun di atasnya.

Dikatakan, “Orang yang mula-mula membangunnya adalah Saba bin Ya’rib. Terhimpun di dalamnya sejumlah tujuh lembah, semua dengan air mengalir ke bendungan. Ia buat 30 buah pintu air yang darinya mengalir air-air bendungan dengan luas 1 farsakh x 1 farsakh.”

Qatadah menyebutkan bahwa para wanita melewati gunung itu dengan bakul di atas kepalanya. Kemudian bakul mereka penuh dengan buah-buahan matang yang berjatuhan ke dalamnya karena sangat banyaknya.

Mereka menyebutkan bahwa tidak pernah terdapat berbagai binatang yang menyakitkan di negerinya karena hawanya yang sangat menyehatkan dan rumah-rumah mereka yang sangat bagus.

Mereka kemudian menyembah selain Allah, tidak mensyukuri nikmat, meminta kepada Allah agar dijauhkan jarak perjalanan mereka, meminta agar kebaikan diganti dengan keburukan, yaitu sebagaimana yang diminta oleh bani Israil untuk mengganti burung Manna dan Salwa dengan sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas, dan bawang merah. Maka sejak itulah nikmat besar yang ada pada mereka dicabut dengan cara menghancurkan negerinya dan memecah-belah bangsanya.

Allah lalu menyebarkan tikus di bagian bawah bendungan. Ketika mereka mengetahui apa yang terjadi, mereka pun menyebarkan kucing-kucing.

Akan tetapi ternyata tidak memberikan manfaat yang berarti, karena Allah telah menetapkan keputusan-Nya. Peringatan tidak pula memberikan manfaat karena telah ditetapkan kehancuran pada bagian dasar bendungan sehingga runtuh dan hancur. Tanaman dan pohon-pohon mereka menjadi seperti dalam pepatah, “Daging unta kurus di puncak gunung yang menjulang tinggi, sehingga mudah didaki, dan tidak gemuk sehingga mudah dijaga.”

Bangsa Saba menjadi terpecah-belah. Sekelompok dari mereka berpindah ke Hijaz, yaitu Khaza’ah, yang tinggal di tengah kota Makkah, sedangkan sebagian lain tinggal di Madinah. Mereka adalah orang-orang yang pertama mendiaminya. Kemudian datang 3 kabilah kepada mereka dari golongan Yahudi bani Qainuqa, bani Quraizhah, dan bani An-Nadhir.

Mereka menjadi dekat dengan kabilah Aus dan Khazraj dan tinggal di sana bersama-sama. Datanglah kepada mereka satu kabilah yang lain, di antara mereka adalah Asy-Syam. Mereka adalah kabilah-kabilah Ghassan, Amilah, Bahra, Lakhm, Judzdzam, Tannukh, Taghlib, dan lain-lain.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

Download Kumpulan Soal Tes CPNS Tahun 2007-2017 Lengkap Dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Lowongan Kerja Terbaru 43 Bank di Indonesia

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Kuliah Gratis, Lulus Langsung Kerja Selengkapnya...
Hello. Add your message here.