Pembahasan tentang Sirah Rasulullah SAW

muhammad1

Abu Thalib memuji Nabi SAW dengan berucap,

Jika suatu hari kaum Quraisy berkumpul untuk suatu kebanggaan, tentu Abdul Manaf rahasia dan orang utamanya; Jika para tokoh dari Abdul Manaf diurut ke belakang, maka pada bani Hasyim para tokoh dan moyangnya; Jika suatu hari berbangga diri, maka Muhammad adalah orang pilihan dari kalangan mereka yang paling mulia.

Rasulullah SAW dilahirkan pada hari Senin.

Diriwayatkan dari Abu Qatadah, bahwa seorang badui berkata, “Wahai Rasulullah, apa pendapat engkau tentang puasa hari Senin?”

Beliau menjawab, “Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu pula diturunkan wahyu kepadaku.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW dilahirkan pada tahun Gajah. Demikian pendapat yang paling masyhur menurut jumhur ulama.

Az-Zubair bin Bakar berkata, “Abdullah —ayah Rasulullah— wafat di Madinah ketika Rasulullah SAW berumur 2 bulan. Ibunya bernama Aminah binti Wahb wafat ketika beliau berumur 4 tahun. Kakek Nabi SAW wafat ketika beliau berumur 8 tahun. Kemudian beliau diwasiatkan kepada pamannya, Abu Thalib.”

Al Waqidi menguatkan bahwa ayah Rasulullah SAW wafat ketika beliau masih dalam kandungan ibunya. Beliau benar-benar anak yatim.”

Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah binti Abu Dzuaib.

Muhammad bin Ishak berkata, “Rasulullah SAW tumbuh menjadi seorang pemuda dengan penjagaan dan pemeliharaan Allah dari berbagai kotoran jahiliyah, karena Allah menghendaki kehormatannya dan risalah yang akan diembannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dari penggembala kambing. Para sahabat lalu bertanya,

“Demikian pula engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath (1/20 dinar).” (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah SAW menikahi Khadijah binti Khuwailid ketika beliau berumur 25 tahun.

Suku Quraisy mengadakan perbaikan Ka’bah 5 tahun sebelum Rasulullah diangkat menjadi seorang rasul. Ketika terjadi kegiatan perbaikan itu, sampailah mereka pada pekerjaan menegakkan sebuah batu tiang.

Mereka terlibat percekcokan tentang penegakan batu tiang tersebut berkenaan dengan kabilah yang berhak menegakkannya.

Mereka berkata, “Mari kita tetapkan bahwa penegaknya adalah orang yang pertama kali datang kepada kita.”

Ternyata yang pertama-tama datang adalah Rasulullah SAW, sehingga mereka menetapkannya. Beliau lalu memerintahkan untuk meletakkan batu tiang itu di atas selembar kain, lalu setiap pemuka kabilah diperintahkan untuk memegang bagian pinggir kain itu, kemudian mengangkatnya ke arah Rasulullah. Rasulullah lalu mengambil dan meletakkannya pada posisinya.

Dengan demikian tiada yang bertambah melainkan rasa ridha kepada Rasulullah, sehingga mereka memanggil beliau dengan sebutan Al Amin ‘orang jujur’, sebelum beliau menerima wahyu.

Oleh : Ahmad Al Khani

Baca juga : 

Kompilasi Sejarah Islam Sejak Awal Penciptaan

Download Kumpulan Soal Tes CPNS Tahun 2007-2017 Lengkap Dengan Kunci Jawaban dan Pembahasan

Lowongan Kerja Terbaru 43 Bank di Indonesia

5 Kunci untuk Menguak Rahasia SUKSES SEJATI dalam Kehidupan Anda

Best Articles : Career Life, Personal Development, Entrepreneurship And Business

Inilah 10 Besar Profesi dengan Gaji Tertinggi di Indonesia

Inilah 7 Pondok Pesantren Tahfidz Al Qur’an Terbaik di Indonesia

Kompilasi Tafsir Al Quran

Al Quran Menjawab

About Auther:

Info Biografi

Pesantren Khusus Tahfidz Quran
Hello. Add your message here.