Mutiara Hadits : Keutamaan Wara’ dan Zuhud

tasbih-indah

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah semoga Allah meridhainya, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bercerita: “Ada seorang laki-laki yang membeli sebidang kebun dari temannya, didalam tanah dari kebun yang dia beli tersebut, dia menemukan sebuah peti berisi emas. Kemudian dia datang kepada temannya tadi lalu berkata padanya: ‘Ambillah emasmu ini, aku hanya membeli tanahnya bukan emas’. Maka si penjual tanah menjawab: “Dan saya menjual tanah beserta apa yang ada di dalamnya’. Setelah itu mereka berdua pergi kepada seorang untuk menghakimi mereka. Lalu sang hakim berkata: ‘Apakah kalian mempunyai anak? Berkata salah satu dari mereka berdua: ‘Ia. Yang satunya menimpali: ‘Aku memiliki anak perempuan’. Maka sang hakim berkata: ‘Nikahkan lah anak kalian berdua kemudian infaqkan harta itu pada mereka’. Lantas keduanya pun pergi”. HR. Bukhari dan Muslim

Keterangan : 

  • Di dalam hadits ini menunjukkan betapa jujurnya si pembeli dan penjual, serta zuhudnya mereka derdua. Dan betapa wara’nya sang hakim dalam menghukumi keduanya. Hal ini semua menunjukan pada sebuah budi pekerti yang luhur serta adab mulia yang tinggi.
  • Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan kisah tersebut tidak lain agar kita bisa mengambil pelajaran dan mencontoh akhlaknya. Allah Azza wa jalla berfirman : “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (QS at-Taubah: 119).

Oleh : Muhammad bin Ali Al Jamaah

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.