Mutiara Hadits : Dzikir Pada Waktu Luang Setelah Shalat

Yuk bagikan infonya...

tasbih-indah

Mughiroh bin Syu’bah RA menulis bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda ketika waktu luang setelah shalat “Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah satu-satuNya tiada sekutu bagiNya. MilikNyalah kekuasaan dan bagiNyalah pujian dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Ya Allah tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang bisa memberi apa yang Engkau cegah. Dan tidak bermanfaat pemilik kekayaan, kemewahan, karena dariMulah kekayaan itu” (Shahih Muslim, no. 137-593, lafaz darinya & Shahih Bukhari, no. 844).

Beberapa faedah hadits ini adalah :

  • Hadits ini menjelaskan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW mengucapkan setelah shalat fardlu dzikir : Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir, allaahumma laa maa ni’a li maa a’thoita, wa laa mu’tiya li maa mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
  • Dzikir yang agung ini mencakup syi’ar akidah Tauhid yang murni bahwa Allah ialah Yang Maha Esa pada keberadaanNya, dzatNya, Nama-namaNya, Sifat-sifatNya serta perbuatanNya. Dialah yang memiliki semua jenis peribadatan yang diajarkan oleh agama Islam, yang mana Dialah yang mengatur segala urusan makhlukNya dan menetapkanNya.
  • Makna kata “laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu” tidak ada manfaat bagi seseorang kekayaannya dihadapanMu, sesungguhnya amal sholehlah yang akan berguna kelak. Sungguh manusia itu fakir kepada Allah dalam segala hal walaupun ia memiliki harta yang banyak, kekayaaan dan jabatan.

Perawi hadits

Al-Mughiroh bin Syu’bah ialah Abu Abdillah, lahir di Thoif, di dalamnya ia menetap dari banyak perjalanan yang ia lalui, ia masuk Islam pada perang Khandak dan Syahid pada perang Hudaibiyah.

Dia mempunyai peran besar pada kemerdekaan negara Paris pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq dan pada kekhalifahan Umar (moga Allah meridhoi mereka), ia ikut juga pada perang Yamamah, Yarmuk dan Qodisiyah.

Umar RA memberikannya jabatan untuk meminpin kota Kufah, kemudian setelah itu Mu’awiyah RA sehingga ia wafat disana.

Mughiroh bin Syu’bah orang yang cerdas, pintar, seorang sastrawan dan pandai, yang mana ia meriwayatkan 136 buku Hadits. Ia wafat pada di Kufah pada tahun 50 H, berusia 70 tahun.

Referensi : Dr. Muhammad Murtaza bin Aish, 90 Hadits Pilihan, Riyadh, KSA, 2016

Ayo bagikan sebagai sedekah…


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Kinaya Residence Andara 900 Meter Dari Pintu Tol
Hello. Add your message here.