Tafsir Surat Ali Imran Ayat 17

Ali Imran :: Indeks Tema Ali Imran :: Daftar Surat :: Ibnu Katsir

Ali-‘Imran: 17

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Terjemahan

(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Tafsir (Ibnu Katsir)

Tafsir Surat Ali-‘Imran: 17-21

Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui. Katakanlah, “”Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? Katakanlah, “”Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya).

Apakah sesungguhnya kalian mengakui bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah? Katakanlah, “”Aku tidak mengakui.Katakanlah Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan (dengan Allah).”” Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah). Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan.

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa diri-Nya adalah Yang memiliki kemudaratan dan kemanfaatan. Dan bahwa Dialah yang mengatur makhluk-Nya menurut apa yang Dia kehendaki, tiada yang menanyakan tentang keputusan-Nya, dan tiada yang dapat menolak ketetapan-Nya. Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas tiap-tiap sesuatu. (Al-An’am: 17) Ayat ini semakna dengan firman-Nya yang lain: Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang sanggup untuk melepaskannya sesudah itu. (Fatir: 2), hingga akhir ayat.

Di dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa dengan menyebutkan kalimat berikut: Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang engkau cegah, dan tiadalah memberikan manfaat terhadap Engkau kedudukan orang yang mempunyai kedudukan. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: Dan Dialah Yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. (Al-An’am: 18) Yakni Dialah Tuhan yang menyerah kepada-Nya semua diri, tunduk kepada-Nya semua orang yang perkasa, tunduk kepadanya semua wajah, segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya, tunduk kepada-Nya semua makhluk, dan tunduk patuhlah segala sesuatu kepada keagungan, kebesaran, ketinggian, dan kekuasaan-Nya; serta kecillah segala sesuatu di hadapan-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan dan hukum-Nya.

Dan Dialah Yang Mahabijaksana. (Al-An’am: 18) Yakni dalam semua perbuatan-Nya. lagi Maha Mengetahui. (Al-An’am: 18) Segala sesuatu yang pada tempat dan kedudukannya masing-masing. Karena itu, Dia tidak memberi kecuali kepada orang yang berhak; dan tidak mencegah kecuali terhadap orang yang berhak untuk dicegah. Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: Katakanlah, “”Siapakah yang lebih kuat persaksiannya? (Al-An’am: 19) Yakni siapakah di antara semuanya yang paling kuat persaksiannya? Katakanlah, “”Allah. Dia menjadi saksi antara aku dan kalian. (Al-An’am: 19) Yakni Dialah Yang mengetahui apa yang aku sampaikan kepada kalian dan apa yang kalian katakan kepadaku.

Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). (Al-An’am: 19) Yakni Al-Qur’an merupakan peringatan bagi orang yang Al-Qur’an sampai kepadanya, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain: Dan barang siapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al-Qur’an, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya. (Hud: 17) Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Said Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Waki’, Abu Usamah, dan Abu Khalid, dari Musa ibnu Ubaidah, dari Muhammad ibnu Ka’b sehubungan dengan firman-Nya: dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). (Al-An’am: 19) Bahwa barang siapa yang sampai kepadanya Al-Qur’an, maka seakan-akan dia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Menurut Abu Khalid ditambahkan “”dan berbicara dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ibnu Jarir telah meriwayatkannya melalui jalur Abu Ma’syar, dari Muhammad ibnu Ka’b yang mengatakan bahwa barang siapa yang sampai kepadanya Al-Qur’an, maka sungguh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyampaikannya kepada dia. Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala: Supaya dengan dia aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya). (Al-An’am: 19) Bahwa sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: Sampaikanlah (Al-Qur’an) dari Allah. Maka barang siapa yang telah sampai kepadanya suatu ayat dari Kitabullah (Al-Qur’an), berarti telah sampai kepadanya perintah Allah. Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan, suatu keharusan bagi orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan dakwah seperti dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan memberi peringatan dengan peringatan yang telah disampaikannya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Apakah sesungguhnya kalian mengakui. (Al-An’am: 19) Wahai orang-orang musyrik.

bahwa ada tuhan-tuhan yang lain di samping Allah? Katakanlah, “”Aku tidak mengakui. (Al-An’am: 19) Ayat ini semakna dengan ayat lain, yaitu firman-Nya: Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi saksi bersama mereka. (Al-An’am: 150) Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Katakanlah “”Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan (dengan Allah).”” (Al-An’am: 19) Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, menceritakan perihal Ahli Kitab, “”Mereka mengenal nabi yang Aku datangkan kepada mereka ini, sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri melalui kabar dan berita yang ada pada mereka dari para rasul dan para nabi yang terdahulu.

Karena sesungguhnya semua rasul telah menyampaikan berita gembira akan kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ysng disertai dengan penyebutan sifat-sifatnya, ciri-ciri khasnya, negeri tempat tinggalnya, tempat hijrahnya, dan sifat-sifat umatnya.”” Karena itu, pada ayat berikutnya disebutkan: Orang-orang yang merugikan dirinya. (Al-An’am: 20) Yakni mengalami kerugian yang sangat fatal. Mereka itu tidak beriman. (Al-An’am: 20) kepada perkara yang jelas dan gamblang ini, yaitu berita gembira yang telah disampaikan oleh para nabi dan yang telah diisyaratkan sejak zaman dahulu hingga saat pemunculannya. Kemudian dalam firman selanjutnya: Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? (Al-An’am: 21) Yakni tidak ada yang lebih aniaya daripada orang yang membuat-buat kedustaan terhadap Allah, lalu ia mengakui bahwa dirinya diutus oleh Allah, padahal Allah tidak mengutusnya.

Kemudian tidak ada orang yang lebih aniaya daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, hujah-hujah-Nya, bukti-bukti-Nya, dan dalil-dalil-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak mendapat keberuntungan. (Al-An’am: 21) Yakni orang ini, orang itu, orang yang membuat-buat kedustaan, dan orang yang berdusta, semuanya tidak beruntung.

Sumber : learn-quran.co

Ali Imran :: Indeks Tema Ali Imran :: Daftar Surat :: Ibnu Katsir

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Kunci Sukses Surat Al Fatihah Ayat 5 - Ustadz Adi Hidayat
Hello. Add your message here.