Tafsir Surat Ali Imran Ayat 2

Yuk bagikan infonya...

Ali Imran :: Indeks Tema Ali Imran :: Daftar Surat :: Ibnu Katsir  

Ali-‘Imran: 2

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

Terjemahan

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.

Tafsir (Ibnu Katsir)

Tafsir Surat Ali-‘Imran: 1-3

Alif Lam Mim. Allah, tida kada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat serta Injil sebelum (Al-Qur’an), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Mahaperkasa lagi mempunyai balasan (siksa). Kami menyebutkan sebuah hadits yang menerangkan bahwa asma Allah yang teragung ada di dalam kedua ayat berikut, yaitu firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah: 255), Dan firman-Nya: Alif Lam Mim.

Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi senantiasa berdiri sendiri. (Ali Imran: 1-2) Yaitu dalam tafsir ayat Kursi. Dalam pembahasan yang lalu yaitu dalam permulaan surat Al-Baqarah telah disebutkan tafsir Alif Lam Mim. Jadi, hal ini tidak perlu diulangi. Dalam tafsir ayat Kursi telah kami sebutkan pula pembahasan mengenai firman-Nya: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah: 255) Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya. (Ali Imran: 3) Maksudnya, Dialah yang menurunkan Al-Qur’an kepadamu, wahai Muhammad, dengan sebenarnya.

Yakni tidak ada kebimbangan dan tidak ada keraguan padanya, melainkan ia benar-benar diturunkan dari sisi Allah. Dia menurunkannya dengan sepengetahuan-Nya, sedangkan para malaikat menyaksikannya; dan cukuplah Allah sebagai saksi. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. (Ali Imran: 3) Yakni kitab-kitab sebelum Al-Qur’an yang diturunkan dari langit buat hamba-hamba Allah dan para nabi. Kitab-kitab tersebut membenarkan Al-Qur’an melalui apa yang diberitakannya dan apa yang disiarkan-nya sejak zaman dahulu kala.

Begitu pula sebaliknya, Al-Qur’an membenarkan kitab-kitab tersebut, karena Al-Qur’an sesuai dengan apa yang diberitakan oleh kitab-kitab tersebut yang isinya antara lain membawa berita gembira yang sangat besar, yaitu janji Allah yang akan mengutus Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menurunkan Al-Qur’an yang agung kepadanya. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: dan menurunkan Taurat. (Ali Imran: 3) Yakni kepada Musa ibnu Imran. dan kitab Injil. (Ali Imran: 3) Yaitu kepada Isa ibnu Maryam ‘alaihissalam sebelumnya. (Ali Imran: 4) Yakni sebelum Al-Qur’an. menjadi petunjuk bagi manusia. (Ali Imran: 4) Maksudnya, sebagai petunjuk buat mereka di zamannya masing-masing.

dan Dia menurunkan Al-Furqan. (Ali Imran: 4) Yaitu yang membedakan antara hidayah dan kesesatan, antara yang hak dengan yang batil, jalan yang menyimpang dan jalan yang lurus, melalui apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala berupa hujah-hujah, keterangan-keterangan, dan dalil-dalil yang jelas serta bukti-bukti yang akurat. Allah subhanahu wa ta’ala menerangkannya, menjelaskannya, menafsirkannya, menetapkannya, dan memberi petunjuk kepadanya serta mengingatkannya. Qatadah dan Ar-Rabi’ ibnu Anas mengatakan, yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah Al-Qur’an. Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa Al-Furqan dalam ayat ini adalah bentuk masdar dari Al-Qur’an, mengingat sebelumnya disebutkan Al-Qur’an, yaitu di dalam firman-Nya: Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya. (Ali Imran: 3), Yang dimaksud dengan Al-Kitab adalah Al-Qur’an.

Adapun mengenai apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim, dari Abu Saleh, bahwa yang dimaksud dengan Al-Furqan dalam ayat ini ialah kitab Taurat merupakan pendapat yang lemah pula, mengingat sebelumnya telah disebutkan Taurat. Firman Allah subhanahu wa ta’ala: Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah. (Ali Imran: 4) Yakni ingkar dan ragu terhadapnya serta menentangnya dengan kebatilan. Bagi mereka akan memperoleh siksa yang berat. (Ali Imran: 4) Yaitu kelak di hari kiamat.

dan Allah Mahaperkasa. (Ali Imran: 4) Yakni Zat Yang Mahaperkasa lagi Mahabesar kekuasaan-Nya. lagi mempunyai balasan. (Ali Imran: 4) Yakni terhadap orang-orang yang mendustakan ayat-ayat-Nya, menentang rasul-rasul-Nya dan nabi-nabi-Nya.

Sumber : learn-quran.co

Ali Imran :: Indeks Tema Ali Imran :: Daftar Surat :: Ibnu Katsir

Ayo bagikan sebagai sedekah…   


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Kuliah Gratis, Lulus Jadi PNS, Perwira TNI/POLRI...
Hello. Add your message here.