Dasar-dasar Ketenangan Jiwa

Ilustrasi/Google
Ilustrasi/Google

Di majalah Ahlan wa Sahlan yang terbit tanggal 3 April 1415 H. ada satu artikel yang berjudul: Dua Puluh Resep untuk Menghindari Depresi yang ditulis oleh Dr. Hasan Syamsi Pasya. Isi artikel ini, di antaranya:

Kematian itu adalah masalah yang sudah selesai. Dan, segala sesuatu itu berdasarkan ketentuan qadha’ dan qadar. Artinya, seorang hamba tidak boleh menyesali dan bersedih atas apa yang telah terjadi.

Rezeki makhluk itu ada di sisi Sang Pencipta, di atas langit. Tak seorang pun punya wewenang mengaturnya, tak ada satu kaum pun yang bisa mencampurinya, dan tak ada seorang pun yang dapat menahannya.

Hari kemarin telah berlalu bersama segala keresahan dan kegundahannya, sudah selasai, dan tidak akan berulang lagi meski seluruh dunia bersatu untuk mengubahnya.

Sedangkan hari esok masih berada di alam kegaiban, belum datang hingga saat ini, belum meminta izin kepadamu, dan jangan mengharapkannya sampai ia datang sendiri.

Berbuat baik kepada sesama akan memberikan kesenangan dan ketenangan di dalam hati. Dan, perbuatan baik itu akan kembali kepada yang melakukannya dengan berkah, pahala, ganjaran, dan kedamaian.

Salah satu ciri seorang mukmin adalah ia tidak akan peduli terhadap kritik yang pedas dan menyakitkan. Karena, Allah pun, Rabb alam semesta, tidak lepas dari cacian dan sumpah serapah, meski Dia Dzat Yang Sempurna, Agung, dan Indah.

Dua bait syair saya:

Mengapa kau bakar air mata yang telah mengering, yang membuat kecemasan selalu mengitari kalbu.

Serahkan kepada Rabb Yang Maha Mulia, dan setiap kali orang yang tak pernah bersedih mulai tidur, terbukalah pintu-pintu itu.

Oleh : Dr. ‘Aidh al-Qarni

100 Artikel Motivasi Islam Penyejuk Hati 

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.