Kepada Umat Manusia : Jangan Bersedih!

Ilustrasi/Pergi.com
Ilustrasi/Pergi.com

Wahai umat manusia, hai orang yang bosan dengan kehidupan, yang tidak bergairah dalam hidup ini, yang hari-harinya sempit, dan jalan nafasnya tersumbat, di sana ada kemenangan yang nyata, pertolongan yang semakin dekat, jalan keluar dari kesempitan, dan kemudahan setelah kesulitan.

Di sekitar Anda ada hal-hal kecil yang tersembunyi. Ada cita-cita yang indah, ada masa depan yang menjanjikan, dan ada janji yang pasti.

“(Sebagai) janji yang sebenar-benarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya.” QS. Ar-Rum: 6

Di dalam kesempitan yang Anda rasakan, tersembunyi jalan keluarnya. Dalam musibah yang Anda hadapi, ada hal yang akan menyelamatkan dari musibah itu sendiri. Justru dalam hal-hal yang tidak Anda sukai itu, ada kenikmatan, dan kebaikan.

“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami” QS. Fathir: 34

Wahai umat manusia, sudah saatnya Anda mengganti keraguan dengan keyakinan, penyelewengan hati dengan kebenaran, ketidaklurusan pikiran dengan hidayah, dan ketidaklurusan jalan dengan petunjuk.

Sudah saatnya Anda menyingkap kegelapan dengan fajar shadiq, mengganti harapan yang pahit dengan keridhaan yang manis, dan cobaan yang gelap dengan cahaya yang menerangi segala kebohongan.

Wahai umat manusia, di balik ladang yang gersang itu ada tanah subur yang rezekinya melimpah ruah.

Di atas gunung yang terjal, ada kebun yang sangat subur, yang tak perlu siraman hujan lebat. Kebun itu memberikan kabar gembira, harapan yang baik, dan cita-cita.

Wahai orang yang tidak nyenyak tidur dan yang selalu mengeluh karena kegelapan, kegelapan akan tersibak, dan bergembiralah dengan datangnya pagi.

“Bukankah subuh itu sudah dekat.” QS. Hud: 81

Pagi yang akan menyinarkan cahaya, kegembiraan, dan kesenangan.

Wahai orang yang hatinya terenggut kesedihan, melangkahlah dengan pelan. Di ufuk sana telah tersedia jalan keluar dan ada sunah yang baku dan benar yang akan memberikan keringanan.

Wahai orang yang matanya selalu digenangi air mata, hentikan aliran air mata itu, dan berikan kenikmatan kepada kedua bola matamu itu. Tenanglah, karena Anda berhak mendapatkan perlindungan dari Sang Pencipta dan pemeliharaan dari sisi kebijaksanaan-Nya. Tenanglah, qadha telah selesai, kebijaksanaan telah dirumuskan, rintangan sudah bisa dihilangkan, otot-otot kekuatan telah kembali segar, dan pahala telah ditetapkan bagi yang terus berusaha.

Tenanglah, karena Anda sedang berurusan dengan Dzat Yang Berkuasa atas urusan-Nya, Yang Maha Bijaksana atas hamba-hamba-Nya, Yang Maha Pengasih terhadap makhluk-Nya, dan Yang Maha Indah dalam segala pengaturan-Nya.

Tenanglah, karena akhir dari perjalanan itu adalah kebaikan. Hasilnya adalah kesenangan, dan penutupnya adalah kemuliaan.

Setelah kefakiran itu akan ada kekayaan, setelah kehausan akan ada kesegaran, setelah perpisahan akan ada pertemuan, setelah keretakan akan ada kerekatan, setelah terputus akan tersambung kembali, dan setelah tidak tidur malam Anda akan dapat tidur pulas.

“Kamu tidak mengetahui, barangkali Allah mengadakan sesudah itu suatu hal yang baru.” QS. Ath-Thalaq : 1

Wahai orang-orang yang merasa tersiksa dengan kelaparan, kesempitan, sakit, kepedihan, dan kefakiran. Bergembiralah, kalian akan kenyang, akan bahagia, akan gembira dan akan sehat.

Dan, malam ketika telah berlalu, dan subuh apabila mulai terang.” QS. Al-Muddatstsir: 33-34

Pasti, malam akan tersibakkan dan simpul itu akan terurai.
Yang takut mendaki gunung selamanya akan hidup di dalam kubangan.

Sebagai seorang hamba, harus berbaik sangka pada Rabb-nya, karunia dari-Nya, dan mengharapkan kebijaksanaan-Nya. Karena siapa pun yang berada di bawah otoritas kata “Kun”, maka harus percaya kepada janji-Nya. Tak seorang pun yang dapat memberikan kebaikan, kecuali Dia. Tidak pula seorang pun yang dapat menghentikan bahaya, kecuali Dia. Di dalam setiap jiwa, Dia telah menentukan kebijaksanaan. Dalam setiap gerakan ada hikmah. Dan, setiap saat memberikan jalan keluar.

Dia yang menjadikan pagi hari setelah malam, yang menurunkan hujan setelah kegersangan, yang memberi agar disyukuri, yang menurunkan ujian untuk mengetahui siapa yang bersabar dan siapa yang tidak, yang memberi kenikmatan hanya karena Dia ingin mendengarkan pujian dari hamba-Nya, dan yang menurunkan bencana supaya seorang hamba mau berdoa. Ini adalah keharusan agar hamba lebih menguatkan tali hubungan dengan-Nya, dan banyak memohon kepada-Nya.

“Dan, mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya.” QS. An-Nis: 32

“Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah hati dan suara yang lembut.” QS. Al-A’raf : 55

Dikisahkan, Al-‘Ala’ ibn al-Hadhrami tersesat dengan para sahabatnya di tengah padang pasir. Bekal air mereka telah habis, dan hampir saja mati kehausan. Al-‘Ala’ pun menyeru kepada Rabb-nya dan Ilah Yang Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa, “Wahai Dzat Yang Maha Tinggi, Yang Maha Agung, Yang Maha Bijaksana, dan Yang Maha Tabah…,” dan tiba-tiba turunlah hujan. Mereka pun minum, berwudhu, mandi, dan memberi minum kendaraan (unta) mereka.

“Dan, Dialah yang menurunkah hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” QS. Asy-Syu’ara: 28

Oleh : Dr. ‘Aidh al-Qarni

100 Artikel Motivasi Islam Penyejuk Hati 

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.