Orang yang Tidak Mau Menerima, Tidak Akan Pernah Diterima

Ilustrasi/Google
Ilustrasi/Google

Sikap tidak menerima adalah pintu ke arah keresahan, kesedihan, kekacauan hati, kemurungan, dan prasangka yang tidak seharusnya kepada Allah. Sementara, sikap ridha akan melepaskan seorang hamba dari semua itu dan membukakan pintu surga dunia sebelum pintu surga akhirat.

Ketenangan jiwa tidak akan tercapai dengan menentang qadar dan melawan qadha, tapi dengan menyerahkan diri, tunduk, dan menerima. Si Pengatur adalah Dzat Yang sangat Bijaksana, tidak bisa dituduh melakukan kecurangan dalam qadha dan qadar-Nya.

Di sini saya teringat kisah Ibn Rawandi, seorang filosof yang sangat hebat namun tidak percaya kepada Allah. Dia hidup sebagai seorang yang fakir. Suatu hari, ia melihat seorang kalangan rakyat biasa lagi bodoh. Ia pun menengadah ke langit seraya berkata,

“Aku adalah seorang filosof dunia, namun aku hidup dalam kefakiran. Sedangkan orang bodoh ini hidup sebagai seorang yang kaya. Tentunya, suatu pembagian yang tidak adil. Dan, Allah tak lebih hanya akan menambah kejengkelan, kehinaan dan kesempitan (di hatiku).”

Dan, sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan. (QS. Fushshilat: 16)

Oleh : Dr. ‘Aidh al-Qarni

100 Artikel Motivasi Islam Penyejuk Hati 

Yuk bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Beasiswa Sekolah Kedinasan IPDN STAN AKPOL Dll
Hello. Add your message here.