Bolehkah Daftar Sekolah Kedinasan, Kemudian Daftar CPNS? Boleh, Ini Penjelasan BKN

Yuk bagikan infonya...

Ilustrasi/Detik.com

Pemerintah membuka rekrutmen calon aparatur sipil negara (CASN), seperti sekolah kedinasan (Dikdin), calon pegawai negeri sipil (CPNS), dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Seperti diketahui, saat ini tengah berlangsung proses pendaftaran sekolah kedinasan secara online. Pendaftaran Dikdin, CPNS, atau PPPK, dilaksanakan melalui portal Sistem Seleksi CASN (SSCASN) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN), sscasn.bkn.go.id atau dikdin.bkn.go.id.

Apakah pendaftar sekolah kedinasan bisa mendaftar CPNS?

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum, dan Kerja Sama BKN, Paryono, mengatakan, pendaftar sekolah kedinasan diperbolehkan mengikuti seleksi CPNS atau PPPK.

“Betul, bisa (seseorang diperbolehkan mendaftar sekolah kedinasan dan CPNS atau PPPK),” kata Paryono pada Kamis (15/4/2021).

Secara terpisah, Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menjelaskan bahwa jalur penerimaan Dikdin berbeda dengan CPNS atau PPPK.

Bahkan, saat pendaftar sekolah kedinasan telah dinyatakan lulus pun masih diperbolehkan mendaftar CPNS atau PPPK.

“Boleh (yang bersangkutan lulus Dikdin, daftar CPNS), karena ini jalurnya berbeda,” ujar dia dalam konferensi pers di kanal YouTube resmi BKN.

Setelah formasi penerimaan CPNS 2021 diumumkan dan terdapat posisi dari lulusan SMA, pelamar sekolah kedinasan diperbolehkan mendaftar CPNS.

“Jadi kalau seseorang masuk di sekolah kedinasan, ternyata nanti setelah formasi untuk CPNS ternyata Kemenkumham masih buka jalur SLTA, misalnya, untuk di posisi tertentu, atau ada beberapa instansi yang membutuhkan lulusan SMA, mereka (pelamar Dikdin) masih diizinkan untuk bisa mendaftar di CPNS,” papar Suharmen.

Ia menegaskan, seleksi sekolah kedinasan tidak menggugurkan hak seseorang menjadi CPNS.

“Jadi tidak kemudian (sekolah kedinasan) menggugurkan haknya menjadi CPNS, diberikan kesempatan itu (untuk jadi CPNS),” ujar dia.

Hal ini juga disampaikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui akun resmi Twitternya, @kempanrb.

Terkait dengan jadwal rekrutmen, Suharmen mengatakan, pihaknya sangat berhati-hati dalam mengatur penjadwalan seleksi CASN tahun ini, agar tidak terjadi penumpukan jadwal dalam proses pelaksanaan seleksi.

Adapun pendaftaran CPNS 2021 direncanakan akan berlangsung pada Mei-Juni 2021.

Rekrutmen sekolah kedinasan tahun ini, diikuti oleh delapan instansi pemerintah, dengan setiap instansi mengalokasikan kuota masing-masing, dengan rincian sebagai berikut.

1. Kementerian Dalam Negeri (IPDN), mengalokasikan sebanyak 1.164 formasi.

2. Kementerian Perhubungan (STTD dan 10 sekolah tinggi, Poltek, serta akademi lainnya), mengalokasikan sebanyak 3.210 formasi.

3. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Poltekip dan Poltekim), mengalokasikan sebanyak 600 formasi.

4. Badan Pusat Statistik (STIS), mengalokasikan sebanyak 600 formasi.

5. Kementerian Keuangan (PKN STAN), mengalokasikan sebanyak 275 formasi.

6. Badan Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), mengalokasikan sebanyak 100 formasi.

7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), mengalokasikan sebanyak 265 formasi.

8. Badan Intelijen Negara (STIN), mengalokasikan sebanyak 250 formasi.

Sumber : Kompas


Yuk bagikan infonya...

About Auther:

Info Biografi

Info Kuliah Gratis, Lulus Jadi PNS atau Perwira TNI/POLRI
Hello. Add your message here.