ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ RA. MEMERANGI KAUM MURTAD YANG BERADA DI SEKITAR MADINAH

islamic-background11

Tepat pada bulan Jumadil Akhir tahun 11 H, Abu Bakar mengerahkan seluruh penduduk Madinah dan para pemimpin perbatasan untuk menyerbu orang-orang Arab yang murtad sekitar Madinah ataupun turut membantu musuh yang sebelumnya menyerang Madinah.

Tatkala pasukan Abu Bakar bertemu dengan musuh yang berasal dari Bani Abs, Bani Murrah, Dzubyan dan yang turut bersama mereka dari Bani Kinanah, datang bala bantuan dari Thulaihah bersama keponakannya yang bernama Hibal. Ketika dua pasukan ini bertemu, musuh berhasil membuat tipu daya dengan meniupkan suara seperti seruling dari atas gunung yang membuat unta-unta kaum muslimin lari kocar-kacir mendengarkannya, maka hingga malam hari mereka belum dapat ditumpas dan akhirnya pasukan kaum muslimin kembali ke Madinah.

img_20191004_160252_923

Setelah kejadian ini musuh menganggap kaum muslimin sudah lemah. Mereka mengirim utusan ke suku-suku mereka agar mendatangkan bala bantuan dari arah lain. Maka mereka pun mulai berkumpul.

Malam itu Abu Bakar dalam keadaan siaga sambil memberi pengarahan dan motivasi kepada kaum muslimin. Di akhir malam beliau keluar membawa seluruh pasukan untuk menyerbu musuh. Di sayap kanan pasukan di pimpin oleh an-Nu’man bin Muqarrin, di sayap kiri berdiri saudaranya, Abdullah bin Muqarrin. Dan di garis tengah pasukan di pimpin oleh Suaid bin Muqarrin. Ketika fajar terbit, kedua pasukan telah bertemu, mereka tidak menyadari kedatangan kaum muslimin sedikitpun, hingga pedang-pedang kaum muslimin menghabisi mereka. Dan ketika matahari telah terbit mereka lari tunggang langgang dihujani anak panah kaum muslimin dari belakang, dalam peperangan ini Hibal terbunuh dan Abu Bakar mengejar mereka hingga sampai di Dzil Qashshah. Dan inilah awal kemenangan, orang-orang musyrikin dihinakan dan kaum muslimin menjadi mulia dan disegani.

Sebelumnya Bani Dzubyaan dan Abs telah menyerang kaum muslimin dan membunuh mereka. Pasukan yang menyertai di belakang mereka juga turut berbuat hal yang sama. Maka Abu Bakar berjanji akan membunuh setiap suku sebanyak mereka membunuh jiwa kaum muslimin dan bahkan lebih. Peperangan ini dianggap sangat berpengaruh untuk kemajuan dan kemenangan Islam. Dengan peperangan ini kaum muslimin ditakuti di setiap kabilah Arab, dan orang-orang kafir di setiap kabilah menjadi hiña dina. Akhirnya Abu Bakar kembali ke Madinah dengan membawa kemenangan dan harta rampasan perang.

Pada malam harinya mulai berdatangan ke Madinah zakat yang diserahkan  oleh Adi bin Abi Hatim, Shafwan, dan az-Zibriqan. Utusan pertama datang di awal malam, kedua di tengah malam dan yang ketiga datang di akhir malam. Dan berita bembira ini dibawa oleh pemimpin posko keamanan yang berada di perbatasan. Orang yang membawa berita kedatangan Shafwan adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, dan orang yang memberitakan kedatangan az-Zibriqan adalah Abdurrahman bin Auf, dan orang yang memberitakan kedatangan Adi bin Abi Hatim adalah Abdullah Ibnu Mas’ud, ada yang mengatakan Abu Qatadah al-Anshari. Peristiwa ini terjadi tepatnya enam puluh malam setelah Rasulullah saw. wafat.”

Oleh : Ibnu Katsir

SPECIAL PROMO Discount 10% paket arung jeram dan penginapan di Caldera Indonesia. Tersedia juga program outbound, corporate gathering, meeting, paint ball, flying fox, dll. Hubungi +6285773713808 Info klikwww.ceramahmotivasi.com/promo/caldera/

Baca juga :

Mayoritas Orang Sukses Melakukan 7 Hal Ini Sebelum Usia 30

About Auther:

Info Biografi