Gibah Cederai Toleransi

(hipwee.com)
(hipwee.com)

Islam bukanlah kebebasan untuk melakukan apa yang diingini saja. Menuruti seluruh keinginan bukanlah kebebasan hakiki. Bahkan, dalam beberapa hal, perbuatan semacam itu menjadi tanda terpenjaranya diri. Dalam Islam, kebebasan menggandeng ilmu menuntut kedisiplinan. Di antaranya kedisiplinan mengendalikan keinginan lisan untuk menggibah orang lain.

Tariq Ramadhan pernah berkata, kebebasan adalah pengendalian emosi, adapun selalu menuruti emosi adalah kebebasan ala konsumerisme. Mungkin Tariq Ramadhan hendak mengisyaratkan, mengendalikan hawa nafsu merupakan jalan menuju kebebasan hakiki, sementara memperturutkan ke mana hawa nafsu mengajak merupakan bentuk keterpenjaraan seorang hamba Allah.

Selain itu, Ibnu Taimiyah pernah berkata, kebebasan hakiki adalah beribadah kepada Allah, sedangkan mereka yang hendak menyerahkan dirinya (taslim) untuk menyembah Allah saja dan tidak mempersekutukan Dia dengan selainnya (Tauhid) adalah kebebasan sejati seorang hamba di dunia maupun akhirat (al-Ubudiyah).

Menggibah sekilas tampak seperti bentuk kebebasan berbicara. Namun, hal itu akan membunuh kebebasan orang lain yang digibahinya. Akibatnya, aib orang lain terkuak dan tersebar sehingga berbuntut terbelenggunya kehormatan orang lain. Kebebasan semisal itu berbuntut pada terpenjaranya hak orang lain dan merupakan bentuk kebebasan tidak bertanggung jawab. Pasalnya, ia menyelisihi ilmu yang datang dari Alquran dan sunah.

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” [al- Hujurat: 12].

Dari ayat di atas, gibah tidak saja “mencederai” kebebasan orang lain untuk tidak diumbar aibnya, tetapi juga bentuk “kanibalisme”. Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci.” (HR Bukhari-Muslim).

Menggibah atau menggosip adalah bentuk intoleransi yang nyata meski dilakukan terselubung di belakang saudaranya. Lalu, kita tidak bisa bayangkan, bagaimana jadinya jika kita menggibahi saudara kita dengan berita hoaks? Sudahlah kita menggibah, hoaks pula yang kita sebarkan.

Kebebasan dalam Islam menggandeng ilmu yang dilandasi dengan tanggung jawab. Kebebasan dalam Islam adalah kedisiplinan mengendalikan hasutan setan, di antaranya hasutan untuk bebas menggibah dan menyebar hoaks. Wallahualam.

Oleh : Wisnu Tanggap Prabowo, Sumber : Republika

Ayo bagikan sebagai sedekah…

 
Snow
Mau Main Salju? Ayo ke Trans Snow World Juanda Bekasi 》 BELI TIKET
Branz
BRANZ Mega Kuningan Apartment Jakarta Selatan, Hanya 1.8 Milyar, Pesan Sekarang!
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia 
caldera-rafting

Rafting Seru Discount 10%  

New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
Emas Batangan
Warisan 1 Milyar > SELENGKAPNYA 
Bisnis Tanpa Modal! Jual Tiket DUFAN, Komisi 10 Ribu per Tiket... SELENGKAPNYA
Mau ke Dufan Ancol? Beli Tiket Online di Sini! 》BELI SEKARANG 
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja 》 DAFTAR SEKARANG 
Toyota C-HR
Promo Toyota Termurah Seluruh Indonesia dari Auto2000, Dealer Resmi Toyota
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
20190210_081324
Booster Signal Handphone, Penguat Sinyal HP di Area Miskin Sinyal 》 BELI SEKARANG
Kartu Kredit Syariah DAFTAR SEKARANG
Hello. Add your message here.