085773713808

Pemimpin yang Kuat

(maxmyprofit.com.au)
(maxmyprofit.com.au)

Suatu hari, Abu Dzar berkata, Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku (seorang pemimpin)? Lalu, Rasul memukulkan tangannya di bahuku, dan bersabda, Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya hal ini adalah amanah, ia merupakan kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya, dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya). (HR Muslim).

Hadis di atas menegaskan, untuk mewujudkan bangsa yang besar, kuat, dan disegani oleh bangsa-bangsa di dunia dibutuhkan seorang pemimpin yang kuat, bukan pemimpin yang lemah.

Syaikhul Islam dalam as-Siyasah as-Syar’iyah menjelaskan kriteria pemimpin yang baik, Selayaknya untuk diketahui, siapakah orang yang paling layak untuk posisi setiap jabatan. Kepemimpinan yang ideal memiliki dua sifat dasar, kuat (mampu) dan amanah. Lalu, menyitir firman Allah, Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya. (QS al-Qashash [28]: 26).

Kuat (profesional) untuk setiap pemimpin, tergantung dari medannya. Kuat dalam memimpin perang adalah keberanian jiwa dan kelihaian dalam perang dan mengatur strategi. Kuat dalam menetapkan hukum di tengah masyarakat adalah tingkat keilmuannya memahami keadaan yang diajarkan Alquran dan hadis, sekaligus kemampuan untuk menerapkan hukum.

Allah SWT berfirman, Karena itu, janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (QS al-Maidah [5]: 44).

Khalifah Umar bin Khattab pernah mengadu kepada Allah perihal kepemimpinan, Ya Allah, aku mengadu kepada-Mu, orang fasik yang kuat (mampu) dan orang amanah yang lemah.

Jika demikian, diperlukan sebuah skala prioritas dalam menentukan kepemimpinan. Dalam posisi tertentu, sifat amanah itu lebih dikedepankan. Namun, di posisi lain, sifat kuat (mampu) dan profesional yang lebih dikedepankan.

Imam Ahmad, ketika ditanya, jika ada dua calon pemimpin untuk memimpin perang, yang satu profesional tetapi fasik, dan yang satunya lagi saleh tetapi lemah. Mana yang lebih layak untuk dipilih? Jawab Imam Ahmad, orang fasik yang profesional, kemampuannya menguntungkan kaum Muslimin.

Sementara sifat fasiknya merugikan dirinya sendiri. Sedangkan, orang saleh yang tidak profesional, kesalehannya hanya untuk dirinya sendiri, dan ketidakmampuannya dapat merugikan kaum Muslimin. Maka itu, dipilih perang bersama pemimpin yang profesional meskipun fasik.

Sebaliknya, jika dalam posisi jabatan (kepemimpinan) yang lebih membutuhkan sifat amanah, didahulukan yang lebih amanah meskipun kurang profesional. Maka dari itu, diutamakan yang lebih menguntungkan untuk jabatan tersebut, dan yang lebih sedikit dampak buruknya.

Semoga Allah menganugerahkan kepada bangsa ini pemimpin yang kuat dan amanah sehingga dapat mengantarkan kepada baldatun thayyibatun warabbun ghafur. Aamin.

Oleh : Imam Nur Suharno, Sumber : Republika

Ayo bagikan sebagai sedekah…

caldera-rafting

Rafting Seru Discount 10%  

Perumahan Citra Sentul Raya Rp.650 Juta, Selengkapnya...
Perumahan Citra Sentul Raya Rp.650 Juta, Selengkapnya...
Avanza
Promo New Avanza Termurah dari Auto2000, Dealer Resmi Toyota
Hasanah Card Platinum, Kartu Kredit BNI Syariah, Limit Kartu 500 Juta APPLY...
Hasanah Card Platinum, Kartu Kredit BNI Syariah, Limit Kartu 500 Juta APPLY...
Ema Suhra, Wisudawan Termuda UNM 2017/2018 (unm.com)
Asuransi Pendidikan 150 Ribu per Bulan... SELENGKAPNYA   
085773713808
Bali Resort Bogor, Hanya 300 Juta SELENGKAPNYA...  
Asuransi Pendidikan 150 Ribu per Bulan, Selengkapnya...
Hello. Add your message here.