Anies Dihadang, Skenario Politik yang Gagal

anies-jokowi

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan saat menghadiri Final Piala Presiden 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2). Sebab, Anies dihalangi Paspampes saat ingin turun ke lapangan menemani Presiden Joko Widodo untuk memberikan piala ke tim Juara Persija Jakarta.

Meski Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait sudah meminta maaf dan mengaku dirinya tidak mengerti aturan keprotokoleran. Namun, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Brawijaya Malang, Anang Sudjoko menduga bahwa insiden memalukan tersebut adalah strategi komunikasi politik pihak yang mengusung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Baca juga : Kenali Partai Politik Pilihanmu! Inilah Profil 27 Partai Politik yang Ada di Indonesia Saat Ini

Sayangnya skenario politik ini mengalami kegagalan di tengah jalan, akibatnya justru malah merugikan Joko Widodo itu sendiri. “Patut diduga ini adalah strategi komunikasi politik yang mengalami ‘kecelakaan’ di jalan,” jelas Anang Sudjoko, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (20/2).

Anang menambahkan, skenario di lapangan terlalu kasar untuk membuat Anies tidak nampak. Sambungnya, memang posisi Anies sulit untuk tidak tampil karena terkait dengan sang jawara Piala Presiden 2018, yaitu Persija Jakarta.

Apalagi pada gelaran Piala Presiden 2015 silam, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, ikut turun bersama Presiden Jokowi ke lapangan. Padahal, saat itu yang menang adalah Persib Bandung, bukan Persija Jakarta Bahkan, walikota Bandung Ridwan Kamil juga ikut turun ke lapangan.

“Langkah menghalangi Anies tampil memdampingi Jokowi justru menuai kontraproduktif. Publik sudah pintar membaca dan membedakan antara skenario politik atau memang keprotokolan,” ungkap Anang.

Menurut Anang, seharusnya Panitia Piala Presiden atau pihak istana membiarkan Anies turun lapangan. Hanya saja tidak dalam moment yang berdekatan dengan presiden.

Sehingga langkah tersebut dapat menahan popularitas Anies. Namun, justru Panitia Piala Presiden atau pihak istana melarangnya untuk turun ke lapangan. Justru malah memunculkan simpati kepada Anies. Bahkan tidak menutup kemungkinan Anies menjadi lawan kuat Joko Widodo 2019 mendatang.

“Demokrasi kita masih mengandalkan popularitas dan olah raga bisa menjadi sarana untuk menunjang popularitas. Ini momen yang kebetulan saja Persija juara dan kebetulan Anies gubernur yang otomatis menjadi bagian dari Persija Jakarta,” tutur Anang Sudjoko.

Sumber: republika.co.id

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Baca juga : 

Branz
BRANZ Mega Kuningan Apartment Jakarta Selatan, Hanya 1.8 Milyar, Pesan Sekarang!
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia 
caldera-rafting

Rafting Seru Discount 10%  

New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
Emas Batangan
Warisan 1 Milyar > SELENGKAPNYA 
Bisnis Tanpa Modal! Jual Tiket DUFAN, Komisi 10 Ribu per Tiket... SELENGKAPNYA
Mau ke Dufan Ancol? Beli Tiket Online di Sini! 》BELI SEKARANG 
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja 》 DAFTAR SEKARANG 
Toyota C-HR
Promo Toyota Termurah Seluruh Indonesia dari Auto2000, Dealer Resmi Toyota
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
20190210_081324
Booster Signal Handphone, Penguat Sinyal HP di Area Miskin Sinyal 》 BELI SEKARANG
Kartu Kredit Syariah DAFTAR SEKARANG
Hello. Add your message here.