‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

gusdurian

Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari akun-akun yang terafiliasi dengan partai politik (parpol) tertentu.

Hal itu didasarkan pemantauan dan penelusuran (tracking) pihaknya selama tiga bulan terakhir terhadap ribuan akun di berbagai media sosial.

“Kami lacak satu tahun terakhir itu 80 persen ungkapan hate speech dan hoaks bukan datang dari akun yang teridentifikasi dari kelompok radikal, tapi teridentifikasi akun yang partisan parpol,” kata dia, kepada wartawan di Universitas Atmajaya, Jakarta Selatan, Rabu (21/2).

Ia sendiri tak mengungkapkan parpol apa yang terkait dengan para penyebar ujaran kebencian tersebut.

Survei ini disebutnya berbanding terbalik dengan hasil kajian yang dilakukannya tiga tahun yang lalu.

Saat itu, akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian di media sosial teridentifikasi di lakukan oleh kelompok intoleran.

“Tiga tahun lalu itu yang menyerang orang dicap kafir liberal itu memang akun yang teridentifikasi dia intoleran dan fundamentalis. Kan kita bisa baca tweet-nya,” kata Savic.

Savic mengatakan akun-akun penyebar hoaks dan ujaran kebencian yang dikelola oleh partisan parpol itu kebanyakan menyebarkan sentimen bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Ia menduga akun-akun itu bukan digunakan sebagai sarana dakwah, namun digunakan untuk menggiring opini untuk kepentingan politiknya.

“Kita bisa saksikan benar signifikan agama bagi masyarakat kita, dan ini disadari benar oleh peternak politik ini, politik untuk menggiring opini dan melemahkan lawan politik,” jelas dia.

Savic khawatir jika hal ini dibiarkan akan memperuncing perpecahan di masyarakat dan membahayakan demokrasi di Indonesia. Terlebih, Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

“Kampanye hate speech berdasarkan agama, ini bisa menajamkan polarisasi yang lama dan bisa berubah menjadi kebencian yang berujung kekerasan,” kata dia.

Menurut Savic, parpol memiliki tanggung jawab besar jika polarisasi konflik di masyarakat semakin meluas akibat memelihara akun-akun tersebut.

Baginya, parpol diklaim turut menyumbang hancurnya nilai kebangsaan di Indonesia jika hal itu dibiarkan terus terjadi.

“Jadi parpol punya tanggung jawab banyak soal ini, bagaimana hancurnya kebangsaan gara-gara ini,” kata Savic.

Sumber : cnnindonesia.com

Ayo bagikan sebagai sedekah…

Baca juga : 

Branz
BRANZ Mega Kuningan Apartment Jakarta Selatan, Hanya 1.8 Milyar, Pesan Sekarang!
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia
Yuk Gabung PropertyPRO! Dapatkan Komisi Jutaan Rupiah dari Penjualan Properti Terbaik di Indonesia 
caldera-rafting

Rafting Seru Discount 10%  

New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
New Honda Civic 2019 Rp507 Juta, Pesan Sekarang! 085773713808
Emas Batangan
Warisan 1 Milyar > SELENGKAPNYA 
Bisnis Tanpa Modal! Jual Tiket DUFAN, Komisi 10 Ribu per Tiket... SELENGKAPNYA
Mau ke Dufan Ancol? Beli Tiket Online di Sini! 》BELI SEKARANG 
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
Mau Bikin PT (Perseroan Terbatas)? Hanya 10 Juta Saja, Hubungi Kami Sekarang!
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja
#UmrohYuk Hanya 20 Juta Saja 》 DAFTAR SEKARANG 
Toyota C-HR
Promo Toyota Termurah Seluruh Indonesia dari Auto2000, Dealer Resmi Toyota
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
KPR Syariah Tanpa Riba, Sampai 25 Milyar, Ajukan Sekarang!
20190210_081324
Booster Signal Handphone, Penguat Sinyal HP di Area Miskin Sinyal 》 BELI SEKARANG
Kartu Kredit Syariah DAFTAR SEKARANG
Hello. Add your message here.