Dada Panas : Penyebab dan Cara Mengatasi

sakit-dada

Dada yang terasa panas secara tiba-tiba, mungkin akan menjadikan Anda terasa khawatir. Tak heran kalau rasa panas atau sakit di bagian dada selalu membuat penderitanya cemas dan khawatir secara berlebihan. Ini karena segala kondisi yang terjadi pada bagian dada selalu dikaitkan dengan gangguan kesehatan paru-paru atau jantung yang biasanya adalah penyakit kronis.

Dada yang terasa panas terlalu sering apakah berbahaya? Gejala dari penyakit apakah dada panas ini? Kita perlu mengetahui apa saja kemungkinan penyebab dari gejala ini berikut juga cara terbaik untuk mengatasi setiap kondisi penyebab dada terasa panas tersebut.

img_20191004_160252_923
  1. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Penyakit di mana kondisi asam lambung naik disebut juga dengan istilah GERD dan biasanya akan timbul sensasi panas di bagian dada sebagai salah satu gejalanya. Sensasi tersebut akan menyebabkan rasa seperti terbakar di dada atau juga rasa nyeri tepat di bagian ulu hati sebagai efek dari kenaikan asam lambung ke esofagus atau kerongkongan.

Cara Mengatasi: Ada tahapan dalam mengatasi asam lambung naik di mana pada awalnya diperlukan penggantian menu makanan. Bila biasanya penderita mengonsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, makanan pedas dan makanan-makanan asin, maka semuanya itu perlu dihindari lebih dulu selama masa pemulihan. Ada kalanya perubahan menu tak efektif, jadi penggunaan obat-obatanlah yang perlu dilakukan.

Jika memang asam lambung yang diderita sudah pada kondisi kambuhan, dokter berkemungkinan memberikan resep obat jangka panjang. Namun jika obat dan perubahan menu tidaklah efektif, ini menandakan bahwa GERD yang Anda derita sudah termasuk serius dan prosedur operasi menjadi solusi yang kemungkinan perlu pasien pertimbangkan untuk dijalani nantinya.

  1. Tukak Lambung

Kondisi tukak lambung merupakan salah satu gangguan berupa luka di bagian dinding lambung sebagai akibat dari lapisan dinding lambung yang terkikis. Dari timbulnya luka ini, ada potensi untuk kemunculan berikutnya di dinding bagian pertama duodenum atau usus kecil berikut juga esofagus. Bukan hanya dada yang bisa terasa panas, melainkan rasa nyeri pun ikut dirasakan.

Bahkan pada beberapa kasus tukak lambung yang sudah parah, penderitanya dapat mengalami gejala berupa pendarahan di dalam lambung. Walau setiap orang memiliki potensi yang sama untuk terserang penyakit ini, namun pria dengan usia 60 tahun ke atas memiliki risiko yang jauh lebih besar. Hati-hatilah karena nyerinya bisa menyebar hingga leher dan punggung.

Cara Mengatasi: Metode dalam mengatasi dada panas dikarenakan tukak lambung ditentukan oleh dokter berdasarkan pada penyebabnya. Namun, pemberian jenis antibiotik tertentu adalah yang paling umum, seperti misalnya obat metronidazole, amoxicillin, dan clarithromycin. Obat-obatan inilah yang bisa membantu penyembuhan tukak lambung dengan bakteri H. pylori sebagai penyebabnya.

Obat seperti pelindung dinding lambung dan usus halus juga kiranya diperlukan. Sementara itu, ada kemungkinan pemberian alginat dan antasida juga dilakukan untuk menjadi penetralisir asam lambung dalam waktu yang singkat. Obat seperti penghambat reseptor H2 dan penghambat pompa proton juga pada beberapa kasus tukak lambung dapat mengobati dengan baik.

  1. Gastritis

Kondisi ini juga merupakan salah satu kemungkinan faktor penyebab timbulnya sensasi panas dan terbakar di bagian dada. Saat lapisan lambung terjadi iritasi, pengikisan atau peradangan, maka inilah yang kita sebut dengan gastritis. Gastritis dengan kondisi cepat dan tiba-tiba terbilang akut, sedangkan gastritis kronis adalah penyakit yang berkembang secara perlahan.

Rasa panas bukan hanya dirasakan di dada, melainkan juga di dalam lambung. Namun ada pula gejala lainnya yang turut menyertai, seperti cegukan, perut kembung, rasa mual di perut, hilang selera makan, sakit perut, muntah, gangguan pencernaan, muntah darah, serta BAB dengan feses yang warnanya hitam sangat pekat.

Cara Mengatasi: Mengubah pola makan dengan jadwal yang lebih sering dari biasanya namun mengubah porsi menjadi lebih sedikit setiap kali makan mungkin akan sangat membantu. Banyak orang terbantu dengan cara pengubahan porsi dan jadwal makan ini ketika menderita gastritis. Penting pula untuk menghindari makanan-makanan pedas, berminyak serta asam.

Mengurangi atau menghindari minuman beralkohol juga merupakan kunci penyembuhan untuk gastritis. Jika rasa nyeri berlanjut, obat jenis anti-inflamasi perlu dikonsumsi setelah mengonsultasikannya dengan dokter. Kemungkinan, antibiotik, antasida, penghambat pompa proton dan penghambat histamin 2 juga diberikan oleh dokter dalam membantu pengurangan gejala yang timbul secara lebih maksimal.

  1. Akalasia

Tahukah Anda bahwa dada yang mengalami sensasi panas atau terbakar juga dapat menjadi tanda akan penyakit akalasia? Kondisi akalasia adalah ketika esofagus tak lagi mampu melakukan proses dorongan pada makanan dari mulut menuju perut. Walau termasuk penyakit langka, namun penyakit ini penyakit keturunan yang dapat diderita oleh siapapun tanpa memandang usia.

Rasa panas di dada bukan satu-satunya, melainkan penderitanya berkemungkinan mengalami rasa nyeri juga di dada dan ulu hati. Rasa sakit di bagian dada akan bertambah terutama sehabis makan. Disfagia atau kesulitan menelan juga merupakan gejala penyakit yang menyertai, beserta juga dengan penurunan berat badan dan juga muntah yang biasanya menetes dari mulut.

Cara Mengatasi: Solusi utama untuk masalah ini adalah membantu agar makanan dan minuman dapat masuk ke dalam perut dan pelebaran kerongkongan merupakan salah satu cara terbaik. Namun supaya otot LES mengendur dengan baik, obat-obatan seperti nifedipine atau nitrate kemungkiinan akan diresepkan oleh dokter. Injeksi botox dan pembedahan pun dapat menjadi pilihan pengobatan.

  1. Esofagitis

Radang di bagian kerongkongan atau esofagus disebut juga dengan esofagitis di mana risiko dari kondisi ini adlaah kerusakan pada jaringan yang ada di kerongkongan. Bukan hanya rasa panas di bagian dada, dada pun bakal terasa nyeri ditambah juga sulit menelan yang diderita oleh penderitanya.

Inilah yang menyebabkan seringkali makanan dapat tersangkut di esofagus, bahkan bisa menjadi pemicu rasa mual dan muntah. Bahkan asam lambung pun bisa naik sebagai gejala dari esofagitis ini di mana naiknya bisa sampai ke mulut atau regurgitasi. Beberapa orang dengan kasus esofagitis juga mengalami sariawan sebagai salah satu gejalanya.

Cara Mengatasi: Tergantung dari jenis esofagitis yang diderita, pengobatan disesuaikan dengan penyebab dan jenisnya. Untuk esofagitis infeksiosa, resep obat untuk infeksi jamur, parasit, bakteri atau jamur akan diberikan. Esofagitis yang disebabkan oleh obat akan ditangani dengan menghindari konsumsi obat pemicu kondisi ini. Esofagitis eosinofilik biasanya diatasi dengan obat pengurang reaksi alergi dan esofagitis refuks ditangani dengan obat bebas maupun obat resep yang kuat.

  1. Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung seperti jantung koroner dapat juga menjadi faktor munculnya rasa panas di bagian dada. Kondisi penyakit jantung koroner ini dapat terjadi saat kolesterol menumpuk dan pembuluh darah menyempit sehingga peredaran darah pun menjadi terhambat.

Secara otomatis, suplai oksigen pun yang seharusnya bisa sampai ke jantung tidak sempurna. Selain rasa panas, terjadi juga rasa nyeri di bagian dada berikut juga sesak napas karena aliran darah yang kurang. Inilah kondisi yang bila dibiarkan mampu menimbulkan komplikasi berupa serangan jantung apabila aliran darah menuju jantung sudah terhambat total.

Cara Mengatasi: Perubahan pola hidup menjadi solusi utama bila memang dada yang panas disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Minum obat teratur, rutin dalam berolahraga, berhenti dari kebiasaan merokok serta tidak minum minuman beralkohol adalah cara-cara mengatasi penyakit jantung paling membantu dalam mengendalikan gejala serta mencegah risiko serangan jantung.

  1. Obesitas

Kegemukan bukan masalah biasa karena banyak orang kemudian mengalami penyakit kronis akibat tidak segera menurunkan berat badan yang berlebih. Nyatanya, dada yang panas bisa menjadi tanda bahwa berat badan sudah terlalu berlebihan di mana perutlah yang akan memperoleh tekanan dan akhirnya menjadi menyebar sampai ke dada. Inilah yang menjadi pemicu munculnya rasa panas dan nyeri di dada.

Cara Mengatasi: Tentunya supaya rasa panas dan nyeri di bagian dada akibat obesitas bisa berkurang, pastikan untuk mengurangi berat badan dengan mengikuti tips diet sehat yang benar. Berolahraga rutin juga akan membantu penurunan berat badan secara alami.

  1. Makanan/Minuman Tertentu

Dada terasa panas atau terbakar tidak selalu dikarenakan adanya penyakit, tapi juga bisa menjadi efek dari makanan atau minuman tertentu yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan-makanan seperti buah sitrus, kafein, bawang, tomat, coklat hingga peppermint rupanya cukup berpengaruh dalam memberikan efek panas dan terbakar di dada.

Cara Mengatasi: Kurangilah makanan-makanan tersebut bila memang Anda sadar betul bahwa rasa panas di dada diakibatkan oleh makanan dan minuman itu. Batasi atau hindari jika mampu agar dada tak lagi terasa panas.

Dada panas kiranya bukan hal yang bisa diremehkan, tetaplah mewaspadai gejala dan keluhan apapun yang Anda rasakan. Segera periksakan ke dokter apabila Anda merasa kurang beres supaya penanganan bisa diperoleh dari awal sebelum terlambat dan muncul komplikasi. [halosehat]

SPECIAL PROMO Discount 10% paket arung jeram dan penginapan di Caldera Indonesia. Tersedia juga program outbound, corporate gathering, meeting, paint ball, flying fox, dll. Hubungi +6285773713808 Info klikwww.ceramahmotivasi.com/promo/caldera/

Baca juga :   

Artikel Kesehatan Terbaru

Inilah 27 Penyakit Paling Mematikan di Dunia Beserta Penyebab, Pencegahan dan Pengobatannya

About Auther:

Info Biografi