Intensitas Iman

Ilustrasi, Google Image
Ilustrasi, Google Image

Sesungguhnya, orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Alhujurat [49]: 15).

Iman adalah fondasi umat Islam dalam setiap perbuatan. Seseorang baru akan bertindak bila ia merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin, hasilnya pun pasti tidak akan optimal. Keyakinan utuh seperti inilah yang akan membuka lembaran realitas hidup. Semakin besar intensitas iman seseorang, semakin besar peluang keajaiban menjadi kenyataan.

Berkenaan dengan itu, ada sepenggal kisah menarik. Suatu ketika, di tengah jalan, Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah berjumpa dengan seorang pengemis. Ali berkata kepada Hasan, anaknya. Pergilah kepada ibumu. Mintakan uang dua dirham dari enam dirham yang tadi aku berikan padanya.

img_20191004_160252_923

Hasan pun pergi. Saat kembali, Hasan mengabarkan perkataan ibunya bahwa uang enam dirham tersebut akan dipakai untuk membeli tepung. Mendengar hal ini, Ali berkata, Sungguh, belum benar iman seseorang sehingga ia lebih meyakini apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangannya.

Sekali lagi, Ali menyuruh Hasan untuk menemui sang ibu. Minta uang enam dirham itu, kata Ali. Ali pun lantas memberikan semua uang tersebut kepada si pengemis.

Tak lama kemudian, muncul seorang laki-laki membawa seekor unta untuk dijual. Ali bertanya, Mau kau jual berapa unta ini? Orang tersebut menjawab, 140 dirham. Ali berkata, Ya, sudah, tinggalkan saja untamu di sini. Biar aku yang menjualnya.

Orang itu pun pergi dan menitipkan untanya kepada Ali untuk dijualkan. Beberapa saat kemudian, datanglah seseorang menghampiri Ali. Ia berkata, Hai, anak paman Rasulullah SAW, berapa unta ini mau kau jual? Ali berkata, 200 dirham.  Orang tersebut berkata, Baik, aku beli unta ini seharga 200 dirham.

Ketika si pemilik unta datang, Ali pun memberikan sebesar 140 dirham kepadanya. Ali pun pulang membawa 60 dirham untuk istrinya, Fatimah RA. Dengan heran, Fatimah bertanya, Dari mana uang sebanyak ini? Lalu, Ali pun menceritakan apa yang terjadi pada hari itu.

Barang siapa yang melakukan satu kebaikan, ia akan mendapatkan 10 kali lipat yang sepertinya. (QS Al-An’am [6]: 160).

Dalam realitas keseharian, sesungguhnya semua prestasi dan kegagalan sangat dipengaruhi oleh tingkat keyakinan terhadap apa yang kita lakukan. Hidup dalam dinamika kekuatan keyakinan akan menuntun diri pada kekuatan luar biasa dari Sang Mahakuasa.

Sumber : Republika / Red. Agung Sasongko

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi