Macam-macam Syirik

Tidak sedikit dari kita yang belum mengetahui bahwa syirik itu banyak macamnya; Ada syirik kecil, ada juga syirik besar yang sangat berbahaya. Ada syirik yang nampak jelas, ada juga yang samar. Syirik besar dapat mengeluarkan pelakunya dari agama lslam dan menjadikannya kekal berada di dalam neraka. Allah tidak akan pernah mengampuninya jika ia meninggal dunia dan belum sempat bertobat atas kesyirikannya tersebut.

Maka kita harus benar-benar bisa menghindarinya. Syirik besar ini banyak macamnya; Di antaranya adalah:

1. Syirik doa, yaitu di samping ia berdoa kepada Allah, ia juga berdoa kepada selain-Nya. Allah berfirman:

img_20191004_160252_923

”Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan pada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (al-Ankabut: 65)

2. Syirik niat. Yaitu selain ia menujukkan ibadah yang dilakukannya karena Allah, ia juga memperuntukkannya kepada selain-Nya. Misalnya untuk mendapatan pujian orang lain, agar mendapatkan tambahan gaji, bonus, dan yang lainnya.

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan, ltulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Hud: 15-16)

3. Syirik ketaatan, ia menaati selain Allah dia; dalam bentuk bermaksiat dan durhaka kepada-Nya. Misalnya, mereka yang menaati suami untuk tidak menutup aurat, menaati pemimpin untuk meninggalkan shalat dan puasa, minum minuman keras. Padahal, semua ini melanggar aturan Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi. Allah berfirman:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Rabb yang Esa, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (at Taubah: 31)

4. Syirik kecintaan, ia menyamakan Allah dengan selain-Nya dalam masalah kecintaan. Bahkan tidak sedikit yang lebih mencintai yang lain daripada mencintai Allah, lebih mementingkan panggilan dering handphone daripada panggilan shalat. Allah berfirman:

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaanNya (niscaya mereka menyesal).” (al-Baqarah: 165)

Sedangkan kategori yang kedua adalah syirik kecil. Meski syirik kecil ini tidak sebahaya syirik besar, tapi kita harus berhati-hati dengannya. Mengapa? Karena tidak ada sesuatu pun yang besar, kecuali ia bermula dari yang kecil.

Syirik kecil ini bisa terjadi pada perbuatan dan perkataan. Dalam perbuatan, misalnya seorang Muslimah memakai gelang atau kalung khusus untuk terapi. Namun ia meyakini bahwa kalung tersebut bisa menyembuhkan atau menolak bala. Ini sudah termasuk ke dalam syirik.

Namun jika ia hanya memakainya saja sebagai bentuk ikhtiar yang benar, karena secara ilmiah kalung tersebut mengandung beberapa partikel yang dibutuhkan untuk menambah daya imunnya, dan ia tetap percaya bahwa hanya Allah yang menyembuhkan dan menghindarkannya dari berbagai mara bahaya, maka yang demikian tidaklah dianggap syirik.

Sedangkan syirik dalam ucapan, misalnya adalah bersumpah dengan selain Allah, bersumpah dengan nenek moyang, dengan jabang bayi dan sebagainya. Rasulullah bersabda yang artinya:

”Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah, maka ia telah berbuat kufur atau syirik.” (HR. at-Tirmidzi, Alhakim dan Ahmad).

Syirik kecil juga banyak terjadi dalam ucapan, dan ini sering sekali dilakukan oleh para wanita. Hendaknya kita senantiasa waspada darinya. Saat seorang mengucapkan: ”lni semua terjadi atas kehendakmu.” Atau ”Kalau bukan karena ibu, kamu tidak mungkin bisa sekolah, bisa makan dan bisa hidup.” Atau ungkapan-ungkapan serupa dengannya. Sungguh, ini termasuk dalam ranah kemusyrikan yang harus ditinggalkan. Padahal, meski anak-anak tersebut ditinggalkan oleh ibunya, mereka juga masih bisa hidup dan sekolah. Sebab semua terjadi karena Allah, bukan karena manusia. Allah berfirman:

”Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Rabb semesta alam.” (at-Takwir: 29)

Apapun bentuk syirik, besar ataupun kecil, jika kita tidak ingin rugi dan terjerumus ke dalam perkara yang lebih besar, maka seorang Muslimah harus mengetahuinya dan menjauhinya. Sebab banyak orang melakukan hal itu karena tidak adanya pengetahuan tentangnya. Marilah kita yang telah mengetahuinya berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya.

Oleh : Nur Sillaturohmah

Ayo bagikan sebagai sedekah…

About Auther:

Info Biografi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.