ceramah-pict-footer

Manusia Dihormati

(muidkijakarta.or.id)
(muidkijakarta.or.id)

Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna sehingga layak dihormati. Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat bersujud menghormati Adam AS.

“Dan, (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malai kat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali iblis; ia enggan dan takabur, dan adalah dia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (QS al-Baqarah [2]: 34).

Tidak serta-merta manusia dihormati, ada hal yang menyebabkan manusia itu layak untuk dihormati. Dengan mengetahuinya, seseorang akan berusaha memantaskan diri dengan hal yang menyebabkan manusia layak dihormati.

Pertama, dihormati karena hartanya. Dengan hartanya seseorang dihormati. Jika seseorang dihormati karena hartanya, tidak akan langgeng. Harta habis, habis pula penghormatan.

Islam melarang menghormati orang karena kekayaannya, barang siapa merasa rendah di hadapan orang kaya karena kekayaannya sungguh orang itu telah lenyap atau hilang dua pertiga agamanya (HR Baihaki). Maka, berhati-hatilah!

Kedua, dihormati karena jabatannya. Kadang kala, manusia dihormati karena jabatan atau kedudukannya. Tidak sedikit seseorang yang menghormati, patuh hingga cium tangan kepada seseorang karena jabatan dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya.

Hal ini yang menyebabkan seseorang akan merasa terhina ketika turun dari jabatannya karena tidak ada lagi orang yang menghormati dan mencium tangannya. Maka, waspadalah wahai para pejabat! Jabatan itu amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Ketiga, dihormati karena ilmunya. Nabi SAW dalam sabdanya,”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim.”(HR Ibnu Majah).

Allah SWT berfirman dalam Alquran surat al-Mujadilah ayat 11,”Allah akan meninggikan orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Tentu saja, ilmu yang mengantarkan kepada ketaatan kepada Allah SWT. Sabda Nabi SAW, “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan untuknya, Dia jadikan orang tersebut paham akan agama.” (HR Bukhari).

Orang yang layak dihormati karena ilmunya, yaitu yang dengan ilmu itu seseorang semakin takut, tunduk, dan patuh kepada-Nya. “Sesungguhnya, yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.” (QS Fathir [35]: 28).

Jika dengan ilmu seseorang menjadi sombong, tidak layak untuk dihormati. Maka itu, waspadalah wahai para cerdik dan pandai yang dititipi ilmu, jangan sampai dengan ilmu itu menjauhkan diri dari-Nya.

Keempat, dihormati karena akhlaknya. Nabi SAW bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba yang derajatnya paling tinggi dan yang mulia karena akhlaknya yang baik dalam hal ibadah.” (HR Thabrani).

Nabi SAW diutus untuk memperbaiki akhlak yang mulia. Dalam sabdanya, “Sesungguhnya aku (Nabi SAW) diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.”(HR Ahmad).

Dengan akhlak mulia menjadikan manusia mulia di sisi Allah dan terhormat di antara sesama manusia. Maka, wahai para hamba Allah, hiasi dirimu dengan akhlak yang mulia, dan jauhkan diri dari akhlak yang tercela.

Semoga Allah membimbing kita, kaum Muslimin agar dapat membekali diri dengan ilmu, amal, dan akhlak mulia sehingga layak dihormati. Dan, menjadi orang yang dapat menghormati orang lain karena ilmu dan akhlaknya, bukan karena harta dan jabatannya. Amin.

Oleh: Imam Nur Suharno (Republika)

Ayo bagikan sebagai sedekah…

All Right Reserved © www.ceramahmotivasi.com
Kartu Kredit Syariah Selengkapnya...
Hello. Add your message here.