Memahami Ketentuan Allah dengan Benar

Dunia ini penuh dengan rahasia Allah. Yang terjadi hari ini atau esok hari adalah ketentuan Allah, tidak ada satu pun orang yang bisa mengetahui dan meramalkannya. Terkadang kejadian itu ada yang sesuai dengan kehendak dan keinginan hati kita, sehingga kita merasa gembira dan beruntung karenanya. Namun tidak sedikit kejadian dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana yang telah kita rencanakan dengan sangat baik sebelumnya, sehingga kita merasa kecewa dan merana. Itulah yang dinamakan kehendak Allah.

Seorang Muslim yang baik akan tetap mengimani qadha dan qadar Allah dan kehendak-Nya atas segala sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha adil dalam setiap qadha dan qadar-Nya, Maha bijaksana dalam setiap pengaturan dan ukuran-Nya. Dan sesungguhnya selalu ada hikmah yang membersamai kehendak-Nya tersebut. Semua yang telah dikehendaki terjadi, dan yang tidak dikehendaki, juga tidak akan terjadi. Allah berfirman:

”Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (al-Hadid: 22).

img_20191004_160252_923

Juga dalam firmanaNya:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah ” (ath-Thaghobun: 11)

Dalam riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda:

“Wahai anak kecil, aku akan mengajarimu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, maka Dia akan menjagamu. jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di dipanmu. Dan jika engkau meminta, maka mintalah kepada Allah; Jika engkau meminta pertolangan, maka mintalah juga kepada Allah.’ Ketahuilah sesungguhnya, jika umat ini berkumpul dan dan bersatu untuk memberimu manfaat dengan sesuatu, maka mereka tidak akan dapat memberimu manfaat selain dengan apa yang telah Allah gariskan untukmu. Dan jika mereka berkumpul dan bersatu untuk membahayakanmu dengan sesuatu, maka mereka tidak akan dapat membayakanmu dengan sesuatu yang telah Allah gariskan kepadamu. Pena telah diangkat dan lembaran telah kering.” (HR. at-Tirmidzi)

Dari ayat dan hadis di atas sangat jelas bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi kecuali atas kehendak Allah. Kita pintar, bukan semata-mata karena kita belajar. Kita menjadi kaya juga bukan semata-mata karena kita gigih bekerja, kita gagal juga bukan semata-mata karena rencana dan perhitungan kita yang tidak tepat. Melainkan semua adalah ketentuan Allah, agar kita mengambil pelajaran darinya. Lihatlah kapal Titanic, dibuat oleh puluhan ahli bahkan ratusan dalam bidangnya, hingga mereka sangat yakin bahwa kapal tersebut tidak akan bisa tenggelam dan karam. Namun apa yang terjadi? Atas kehendak Allah, kapal tersebut tenggelam beserta semua yang ada di dalamnya.

Sedangkan kapal Nuh AS, dibuat oleh seorang saja, meski terjadi banjir bandang yang luar biasa dahsyatnya hingga gunung pun bisa tenggelam. Namun, kapal itu selamat dengan izin Allah.

Hal ini bahkan sudah dituliskan oleh Allah sebelum kapal tersebut sempurna dibuat. Semacam ini dipertegas juga oleh Rasulullah dalam hadis beliau yang artinya:

”Nabi Adam dan Nabi Musa sedang berdebat. Nabi Musa berkata: ‘Wahai Adam, engkau adalah bapak kami, namun engkau telah merugikan kami hingga mengeluarkan kami dari dalam surga. Adam berkata: “Engkau, wahai Musa yang telah dipilih oleh Allah dengan kalam-Nya, telah dituliskan untukmu kitab Taurat dengan tanganNya, engkau menghinaku dengan sesuatu yang telah ditaqdirkan oleh Allah terhadapku empat puluh tahun sebelum aku diciptakan. Menanglah hujjah Nabi Adam atas hujjah Nabi Musa.” (HR. Muslim)

Kembalikan segala yang terjadi padamu kepada Allah, jangan salahkan orang lain dan berintrospeksilah, sebab apa yang dikehendaki oleh Allah ada banyak hikmah di dalamnya, jika kita mau merenungkan dan mengambil pelajarannya.

Penulis : Nur Sillaturohmah

About Auther:

Info Biografi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.