Memelihara Kerukunan

Set of 3 religious symbols: islamic crescent, jewish David's star, christian cross
Lambang Agama Islam, Yahudi dan Kristen 

Pesta demokrasi telah berakhir. Hiruk pikuk kampanye pemilu telah berlalu. Pemilihan presiden dan anggota legislatif tinggal menunggu hasilnya. Siapa pun yang menduduki jabatan maupun pemimpin terpenting bisa menjalankan amanat rakyat. Harapan seluruh warga masyarakat ada di tangan pemimpin yang telah terpilih.

Setelah pemilu berakhir, kita harus menjaga dan memelihara kerukunan, kekompakan, kerja sama, dan persaudaraan. Terlebih, Islam mengajarkan bahwa setiap mukmin adalah bersaudara. Apabila salah seorang sakit, umat yang lainnya akan merasakan sakitnya.

img_20191004_160252_923

Sebagaimana dalam firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaiki hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS al-Hujurat: 10).

Artinya, apa pun pilihan kita dan siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin harus disikapi dengan sikap terbaik kita. Apabila di atara pendukung dan peserta pemilu terjadi pertentangan, pertengkaran, atau permusuhan, kita sebagai umat Islam harus mendamaikannya. Seperti yang difirmankan Allah, “Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang, hendaklah kamu damaikan antara keduanya…” (QS al-Hujurat: 9).

Bagi peserta pemilu (paslon presiden dan calon anggota legislatif) yang berhasil (terpilih), janganlah bersikap sombong atau angkuh karena sikap sombong itu akan menolak kebenaran dan selalu merendahkan orang lain. Sebaliknya, ketika mencapai keberhasilan atau kesuksesan, orang tersebut harus rendah hati (tawadhu). Pasalnya, dengan keberhasilan dalam pemilu, pihak tersebut justru harus menjaga amanat rakyat dan menjalankan atau melaksanakan program pembangunan.

Sementara itu, bagi peserta pemilu yang gagal (tidak terpilih), tidak usah berputus asa atau kecewa. Selama persaingan maupun perlombaan, kalah atau menang itu merupakan hal yang biasa dan suatu keniscayaan. Kekalahan harus diterima dengan sikap ikhlas atau lapang dada. Ini merupakan ketentuan yang terbaik dari Allah SWT. Di balik kekalahan, akan ada hikmah yang bisa diambil dan sebagai bahan introspeksi diri.

Sementara itu, pendukung dan pemilih harus mampu mengendalikan emosi. Jangan sampai kita mudah terpancing dan terpengaruh oleh hoaks (berita bohong) yang menimbulkan keresahan. Justru di antara pendukung dan pemilih harus menciptakan kerukunan dan persaudaraan.

Akhirnya, setelah pemilu berakhir, semua komponen bangsa harus tetap menjaga persatuan. Walaupun beda pilihan, harus tetap satu, yaitu bangsa Indonesia. Marilah kita memupuk kekom pak an dan persaudaraan untuk membangun bangsa yang adil dan makmur. Wallahu a’lam bishawab.

Oleh : Sukmana (Republika)

Ayo bagikan sebagai sedekah… 

A D I R A
All Right Reserved © www.ceramahmotivasi.com