ceramah-pict-footer

Menghindari Su’ul Khatimah

Masjid Indah
Masjid Indah  

Setiap orang pasti menginginkan berada pada akhir kehidupan yang baik (husnul khatimah), bukan pada yang buruk (su’ul khatimah). Su’ul khatimah inilah yang patut diwaspadai dan diusahakan oleh kita untuk tidak berada di ujung kehidupan semacam itu.

Perlu kiranya kita mengetahui bahwa su’ul khatimah (mati dalam keadaan buruk) memiliki sebab yang seharusnya setiap orang menjauhi dan menghindarinya. Sayyid Abdullah bin Alawi A-Haddad dalam kitabnya berjudul Sabîlul Iddikâr wal I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr, menjelaskan, lima golongan orang yang dikhawatirkan meninggal dunia dalam keadaan su’ul khatimah sebagai berikut.

“Para ulama berkata bahwa orang-orang yang paling dikhawatirkan akan beroleh su’ul khatimah (Semoga Allah melindungi kita dari hal itu) adalah orang-orang yang suka melalaikan shalat; mereka yang suka minum-minuman keras; mereka yang durhaka kepada kedua orang tua; mereka yang suka menyusahkan (menzalimi) Muslim lainnya; dan mereka yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar, berbagai kekejian dan tidak mau bertobat.”

Pertama, orang-orang yang suka melalaikan shalat. Shalat merupakan amal pertama yang akan dihisab oleh Allah SWT. Oleh karena itu, hendaklah kita selalu menjaga shalat kita dengan baik. Dalam keadaan seperti apa pun, shalat lima waktu khususnya, tidak boleh kita tinggalkan. Barang siapa ibadah shalatnya sangat buruk, dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.

Kedua, mereka yang suka mengonsumsi minuman keras. Minum minuman keras hukumnya haram. Para pecandu minuman keras disebut juga para pemabuk. Mereka tidak hanya membahayakan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Sering kita mendengar kecelakaan lalu lintas akibat pengendara mabuk. Sering pula kita mendengar atau membaca berita-berita di media bahwa seseorang tewas akibat ditikam dengan pisau oleh seorang pemabuk. Maka itu, barang siapa tidak bisa berhenti dari konsumsi minuman keras dan penyalahgunaan narkoba dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.

Ketiga, mereka yang durhaka kepada kedua orang tua. Durhaka kepada kedua orang tua hukumnya haram dan termasuk dosa besar setelah syirik. Perintah berbakti kepada orang tua merupakan wasiat dari Allah SWT (QS.31:14). Oleh karena itu, jika seseorang selalu durhaka kepada kedua orang tua dan tidak mau menerima nasihat dari siapa pun untuk berbakti kepada keduanya, anak atau orang seperti itu dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.

Keempat, mereka yang suka menzalimi Muslim lainnya. Menzalimi orang lain memang bukan persoalan sepele. Di antara perbuatan menzalimi manusia kepada manusia lainnya adalah mencaci maki orang lain, menuduh atau memfitnah orang lain, memakan harta orang lain atau korupsi, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Oleh karena itu, jika seseorang selalu menzalimi orang lain tanpa bisa diingatkan oleh siapa pun supaya berhenti, orang seperti itu dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.

Kelima, mereka yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar, berbagai kekejian, dan tidak mau bertobat, antara lain, berzina atau main perempuan, mabuk-mabukan, berjudi, madat (mencandu narkoba), dan mencuri/korupsi. Kelima hal ini merupakan perbuatan maksiat yang keharamannya sangat jelas ditunjukkan di dalam Alquran. (QS.17:32, 5:90, 2:188)

Oleh karena itu, barang siapa selalu melakukan dosadosa seperti tersebut di atas tanpa bisa diingatkan oleh siapa pun supaya bertobat, maka orang seperti itu dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.

Kita semua berdoa, mudah-mudahan kita senantiasa diberi rahmat dan kekuatan oleh Allah SWT sehingga kita semua mampu menjauhi dosa-dosa di atas dan diberi-Nya husnul khatimah juga dijauhkan sejauh-jauhnya dari su’ul khatimah. Aamin.

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan, Sumber: Republika

Ayo bagikan sebagai sedekah… 

 

 

All Right Reserved © www.ceramahmotivasi.com
Soft Launching Citra Sentul Raya
Hello. Add your message here.