Mutiara Hadits : Etika Memberi Minum Suatu Kaum

air-1

Dari Abi Qotadah RA, dari Nabi SAW , ia bersabda : “Orang yang memberi minum untuk suatu kaum dialah yang paling akhir minum”.

(Jami’ Tirmidzi No.1894, lafaz darinya.Shahih Muslim, no. 311-(681), Imam Tirmidzi mengatakan hasan shahih tetntang hadits ini dan dishahihkan oleh al-Albani)

Beberapa faedah hadits ini adalah :

img_20191004_160252_923
  1. Diantara etika dalam islam ketika seseorang diamanahi menjadi tukang pemberi minum kaumnya maka hendaknya memulai memberi minum dari orang-orang tua atau memulai dari yang berada disebelah kanannya, dan mengakhirkan dirinya untuk minum sampa semua telah minum.
  2. Hadits ini mencakup sebahagian etika/adab bagi siapa yang berwenang untuk membagikan makanan atau air atau susu dan lainnya yang berupa makanan dan minuman. Barang siapa yang membagikan makanan untuk jama’ahnya seperti daging, buah-buahan dan lainnya, maka hendaknya ia menjadi orang yang terakhir mengambil jatah.
  3. Tidak ada kontraversi antara hadits ini dengan hadits : “Mulailah dengan dirimu” karena itu merupakan sifatnya umum dan telah dikhususkan sebahagian darinya.

Perawi hadits :

Abu Qatadah bin Rab’i Al-Anshari , salah seorang sahabat yang mulia. Ia memiliki andil dalam peperangan dan menjaga Nabi dan melindunginya dalam perjalanan.

Umar bin Khatab RA telah mengutusnya dalam sebuah pasukan untuk memerangi Persia. Lalu ia membunuh Rajanya dengan tangannya.

Ada perselisihan tentang tempat dan tanggal kematiannya. Ada yang mengatakan ia wafat di Makkah tahun 38 H dan Ali RA menshalatkannya. Ada pula yang mengatakan bahwa ia wafat di Madinah pada tahun 54 H. dan ada pula riwayat lain.

Oleh : Muhammad Murtaza bin Aish

Baca juga : 

About Auther:

Info Biografi